Pewaralaba Gencar Buka Cabang

Irawan Amanko, Chief Executive Officer ReFIT Indonesia (kiri), didampingi (tengah-kanan) Mela Gunawan, Chief Marketing Officer, dan Agus Miftahudin, Chief Technical Officer. (Foto :Istimewa)

Pewaralaba (franchisor) berencana membuka cabang untuk memperluas sayap bisnisnya. Kedua perusahaan itu adalah PT Mitra Bugar Bersama (Fefit Indonesia) dan PT Kiddycuts Pratama Indonesia.

Refit Indonesia adalah franchisor Refit Club dan Kiddycuts Pratama Indonesia adalah prinsipal salon anak-anak bernama KiddyCuts. Refit Indonesia bakal membuka cabang Refit Club di Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan Pekanbaru, Riau. Rencananya, kedua cabang baru Refit Club ini beroperasi di awal tahun 2018.

“Proses pembangunannya akan memakan waktu sekitar tiga bulan. Dijadwalkan kedua cabang baru Refit Club di luar Jawa ini baru mulai beroperasi awal tahun depan,” ujar Irawan Amanko, CEO Refit Indonesia saat memaparkan prospek bisnis pusat kebugaran “Reimagine The Fitness Industry” di ajang pameran Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) ke-15 di Jakarta Convention Center, pada akhir pekan lalu.

Refit Indonesia menggandeng dua investor lokal sebagai pewaralaba (franchisee) untuk membuka cabang ReFIT Club di Banjarbaru dan Pekanbaru. “Nilai investasinya sekitar Rp 2 miliar untuk masing-masing investor,” ucap Irawan. Investasi itu untuk biaya royalty fee selama empat tahun sebesar Rp 400 juta, peralatan fitness Rp1 miliar, dan sisanya untuk biaya pembangunan lokasi dan infrastruktur pendukung.

Irawan menambahkan, pihaknya telah membuka tiga cabang Refit Club, yaitu dua berlokasi di Jakarta dan sisanya di Semarang, Jawa Tengah. “Mengacu ke Rencana Induk Pengembangan Bisnis Refit Indonesia, kami pada 2020 berencana membuka 20 cabang di kawasan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua,” dia menguraikan. Klub ini mengusung konsep affordable gym ini adalah pusat kebugaran yang harga keanggotaanya kompetitif serta dilengkapi aneka macam fasilitas dan instruktur berstandar nasional hingga internasional.

Irawan menjabarkan, pewaralaba (franchisee) menggelontorkan investasi senilai Rp 1,9 miliar untuk membuka cabang. Rincian investasi itu terdiri dari royalty fee selama empat tahun sebesar Rp 400 juta, peralatan fitness Rp 1 miliar dan biaya pengembangan lokasi serta infrastruktur pendukungnya senilai Rp 550 juta.

Investor yang mengambil franchisee Refit Club di acara FLEI ini akan diberikan tambahan satu treadmill yang harganya berkisar Rp 100 juta.“Kami sangat optimistis bisa menggaet pewaralaba sebanyak-banyaknya karena industri kebugaran sangat prospektif yang ditunjang bonus demografi penduduk dan semakin meleknya gaya hidup sehat di masa mendatang,” tandas Irawan.

Badan Pusat Statistik dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memproyeksikan bonus demografi pada tahun 2020-2030. Pada kurun waktu itu, jumlah angkatan kerja yang berusia 15-64 tahun sebanyak 70% dari jumlah total penduduk Indonesia. Sisanya, yakni 30% adalah penduduk erusia tidak produktif  yaitu usia 14 tahun ke bawah dan di atas 65 tahun.

Berbicara gaya hidup sehat, Irawan menyebutkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah giat menggalakkan gaya hidup sehat. Refit pun bertekad memperluas ekspansi bisnisnya di kota-kota lapis kedua (second tier) guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan pusat kebugaran yang  berkualitas internasional dengan harga keanggotaan yang kompetitif. Manajemen Refit Indonesia menyediakan fasilitas bernilai tambah dan instruktur berpengalaman yang bersertifikasi internasional.

Franchisor lainnya, KiddyCuts hendak menambah 3 cabang Kiddy Cuts di akhir tahun ini. Jika target itu terealisasi, maka jumlah gerai KiddyCuts akan bertambah lebih dari 30 cabang. Maria Rosa, Brand Manager Kiddy Cuts, saat ini jumlah cabang KiddyCuts sebanyak 30 unit. “Cabang yang dimiliki prinsipil sebanyak 3 unit, dan 27 lainnya dimiliki oleh investor sebagai franchisee,” tuturnya. Ia menyebutkan KiddyCuts didirikan oleh Cecilia Wirawan sekitar tahun 2001. Investor yang ingin menggenggam waralaba KiddyCuts harus menggelontorkan dana sekitar Rp 300-Rp 600 juta, tergantung daerah. Nilai waralaba KiddyCutsdi kawasan Jabodetabek, misalnya, sebesar Rp 600 juta. “Tapi harga waralaba itu tidak termasuk sewa tempat,” tambah Maria. (*)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)