Praktik ESG dan Inovasi Mendorong Laba Bersih AVIA Naik 26%

Gudang cat PT Avia Avian Tbk. (Foto : Dok Avia).

PT Avia Avian Tbk (AVIA) mencatatkan laba bersih pada 2021 senilai Rp 1,4 triliun atau meningkat sebesar 26% dari Rp 1,1 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh upaya pengendalian biaya serta upaya efisiensi yang berkelanjutan didukung oleh keunggulan operasional perseroan yang memproduksi bahan baku secara internal, serta secara konsisten terus berkomitmen menerapkan praktik bisnis keberlanjutan Environmental, Social and Governance (ESG) dalam kegiatan operasional.

Wijono Tanoko selaku Presiden Direktur AVIA mengatakan perseroan di tahun lalu itu membukukan pendapatan sebesar Rp 6,8 triliun atau tumbuh 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Perseroan, salah satunya inovasi produk baru untuk memenuhi berbagai variasi kebutuhan tren pasar yang dinamis. “Selain itu, kami juga terus berupaya untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dengan menggunakan bahan baku sertabahan bakar gas dan tenaga matahari yang lebih ramah lingkungan,” ujar Wijono dalam keterangannya seperti dilansir SWA Online, Rabu (30/3/2022).

AVIA meyakini penerapan bisnis dengan prinsip keberlanjutan dapat semakin mendorong kinerja bisnis semakin baik di masa depan. Hal ini seiring dengan semakin banyak investor global yang lebih memperhatikan aspek ESG sebagai salah satu faktor dalam pemilihan portofolio investasinya. Oleh karena itu, AVIA telah memperhatikan dampak yang ditimbulkan akibat proses produksi baik bagi masyarakat maupun bagi lingkungan hidup disekitarnya.

Untuk itu, AVIA dalam kegiatan operasionalnya telah menggunakan mesin incinerator berbahan bakar gas yang lebih ramah lingkungan. Mesin ini dapat mengurangi polusi udara dari hasil solvent pengencer tinta cetak printing. Adapun panas yang dihasilkan mesin ini, dapat menjadi pengering hasil cetak printing dan mampu membakar uap solvent yang dikeluarkan menjadi lebih bersih sehingga masyarakat sekitar tidak terganggu baik oleh uap yang dikeluarkan maupun oleh bau yang menyengat dari pabrik.

Lebih lanjut Wijono menjelaskan, penggunaan mesin incinerator juga membantu dalam mengurangi efek gas rumah kaca karena dapat mengurangi emisi dengan penggunaan gas sebagai bahan bakar, sehingga carbon footprint yang dihasilkan juga ikut berkurang. Disamping itu, di masa pandemi Covid-19, AVIA tetap mampu mempertahankan pangsa pasarnya sebagai produsen cat dekoratif di Indonesia.

Berbagai inovasi yang dilakukan oleh para peneliti R&D (research & development) yang dikhususkan untuk terus mencari terobosan-terobosan inovasi dalam membuat produk bernilai tambah, termasuk penggunaan produk cat yang terbarukan dan ramah lingkungan. AVIA meyakinini inovasi tersebut mampu membuka jalan baru bagi pertumbuhan kinerja perseroan, terutama dengan adanya jaringan yang luas dari Sabang sampai Merauke, yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang dinamis.

Melihat pertumbuhan PDB dan ekonomi Indonesia yang semakin pulih, perseroan berharap pasar cat dekoratif di Indonesia akan semakin berkembang. “Namun kami juga tetap berhati-hati dalam mengantisipasi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. Ke depannya, kami optimistis dapat terus meningkatkan kinerja operasional yang positif, didukung oleh manajemen yang berpengalaman lebih dari 30 tahun serta oleh kinerja keuangan kami yang solid,” ujar Wijono.

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)