Principal Akan Tambah Reksa Dana Pasar Uang di Amartha

(Kiri-Kanan) Andi Taufan Garuda Putra, Pendiri dan CEO Amartha dan Agung Budiono, CEO Principal Asset Management. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

PT Principal Asset Management (PAM), perusahaan manajemen aset, mempertimbangkan untuk menambah reksa dana pasar uang di tahun 2020 seiring dengan ditekennya kemitraan penyediaan reksa dana yang diterbitkan PAM dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) di Jakarta, pada Rabu (30/10/2019).

Kolaborasi antara kedua perusahaan ini akan memberikan pilihan beragam reksa dana sesuai profil risiko masing masing pendana dan memberikan kemudahan akses untuk melakukan transaksi investasi. Dalam implementasinya, Amartha akan bekerjasama dengan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) sebagai mitra penjual reksa dana.

Agung Budiono, CEO Principal Asset Management, mengatakan, seiring dengan kerja sama ini, PAM menyediakan reksa dana pasar uang di Amartha dan bakal menambah produk investasi sejenis di tahun 2020 sebagai instrumen investasi di Amartha. “Kami mengkaji untuk menyediakan reksa dana money market (pasar uang) di Amartha di tahun depan. Yang terpenting, kerjasama ini memberikan social impact kepada masyarakat, seperti ibu-ibu yang berwirausaha di sektor mikro,” tutur Agung di sela-sela Penandatanganan Perjanjian Kerja sama PAM-Amartha di Jakarta.

PAM berkomitmen untuk selalu berinovasi dalam pengadaan beragam reksa dana serta instrumen investasi lainnya dalam memberi kemudahan ke masyarakat dalam berinvestasi “Amartha dan Principal memiliki kesamaan visi dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Kerjasama dengan Amartha akan membuka akses masyarakat seluas-luasnya untuk melakukan transaksi investasi, ” kata Agung menambahkan.

Amartha, perusahaan fintech peer to peer lending yang menghubungkan pendana di perkotaan dengan pengusaha mikro di pedesaan melalui teknologi, telah menyalurkan pendanaan senilai Rp 1,4 Triliun kepada lebih dari 310 ribu mitra di seluruh Indonesia.

Andi Taufan Garuda Putra, Pendiri dan CEO Amartha, mengatakan, Amartha sebagai platform alternatif investasi yang berdampak sosial, berkomitmen untuk terus mengembangkan produk dalam rangka mendorong inklusi keuangan dan mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs). “Dengan layanan reksa dana ini, pendana mempunyai pilihan untuk membuat investasi di Amartha lebih optimal lagi,” ucap Andi.

Principal adalah grup layanan keuangan global yang berusia 140 tahun di Iowa, Amerika Serikat, dengan US$ 692,2 milliar dana kelolaan di dunia per 30 Juni 2019.  Saat ini Principal di Indonesia memiliki dana kelolaan sebesar Rp 9 trilliun per September 2019 dan lebih dari 20 tahun dipercayai mengelola dana nasabah. dAmartha memberikan akses, layanan dan edukasi keuangan kepada perempuan perempuan pengusaha mikro.

Lebih dari Rp 1,4 triliun modal usaha dari pendana telah disalurkan Amartha kepada lebih dari 310 ribu  mitra usaha perempuan di Indonesia. Pendana Amartha pun mendapatkan keamanan dengan implementasi sistem tanggung renteng, meraih keuntungan efektif hingga 27% per tahun, dan menciptakan dampak sosial yang nyata di masyarakat.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)