Prodia Cetak Pendapatan Bersih Rp 1,24 Triliun

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty. (Foto : Dok SWA).

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 10,9%, atau menjadi Rp 1,24 triliun pada kuartal III 2019. Kenaikan pendapatan bersih perseroan ditopang oleh peningkatan pendapatan dari setiap segmen pelanggan. Pada periode itu, jumlah pemeriksaan mencapai 11,5 juta dan jumlah kunjungan mencapai 1,8 juta. Jumlah tersebut masing-masing mengalami kenaikan sebesar 5,4% dan 5,8 % dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Laba kotor PRDA tumbuh sebesar 11,8% menjadi sebesar Rp 722,27 miliar dari Rp 645,99 miliar. Setelah dikurangi dengan pos beban usaha dan beban lain-lain, perseroan mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 120,97 miliar, naik 13,6% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu senilai Rp 106,49 miliar. EBITDA juga mengalami peningkatan menjadi Rp 188,78 miliar dari Rp 166,02 miliar di tahun sebelumnya.

Pencapaian pendapatan dan laba bersih Prodia ini menunjukkan konsistensi Prodia dalam mempertahankan kinerja keuangan yang solid sehingga kami dapat terus memberikan nilai tambah dan imbal hasil yang baik bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan perseroan. “Kami terus fokus pada upaya peningkatan pendapatan, intensifikasi perluasan pasar, efisiensi berkelanjutan, serta optimalisasi penggunaan teknologi dan sistem automasi laboratorium,” ungkap Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jum’at (1/11/2019).

Adapaun, perseroan per September ini telah menggunakan dana hasil penawaran umum sebesar Rp 519,09 miliar dari total dana hasil bersih penawaran umum senilai kurang lebih Rp 1,14 triliun. Rinciannya, total dana hasil IPO yang telah digunakan per 30 September 2019 ini telah digunakan untuk pengembangan jejaring outlet senilai Rp 342,70 miliar, kemudian Rp 89,05 miliar untuk peningkatan kemampuan dan kualitas layanan, dan sekitar Rp 87,33 miliar untuk modal kerja.

Hingga September 2019 ini, Prodia juga memperkenalkan tes pemeriksaan baru diantaranya DIArisk untuk memprediksi risiko diabetes pada individu, TENSrisk untuk melihat risiko hipertensi, pemeriksaan Nutrigenomik yang mempelajari faktor genetika terhadap kesehatan serta bagaimana tubuh merespons nutrisi dan kebiasaan olahraga.

Perseroan di September itu memiliki 283 outlet di 34 provinsi dan 125 kota. Perseroan juga telah melakukan relokasi cabang dan membuka cabang baru di beberapa daerah diantaranya Kemang, Tangerang City, Depok, Panakkukang, Pontianak dan Jatiwaringin, serta membuka layanan specialty clinics Prodia Senior Health Centre di Surabaya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)