Produsen Batubara Peroleh Pemesanan Batubara di 2020

Pengangkutan batubara (Ilustrasi foto : Ist)

PT Borneo Olah Sarana Sukses, Tbk (BOSS), produsen batu bara berkalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah, tetap optimitis meningkat kinerja akhir tahun 2019 meski berada di tengah tren penurunan harga batubara secara global.

Hal ini dikarenakan permintaan batubara kalori tinggi yang cukup stabil dengan harga premium yang diatas rata‐rata US$ 70 per MT. Dari sisi penjualan, emiten batubara ini telah memperoleh pemesanan batubara dari para pembeli sampai tahun 2020. Manajemen meningkatkan volume produksi di Semeseter II tahun ini.

Direktur Keuangan BOSS, Widodo Nurly Sumady, menjelaskan, hingga Juli tahun ini, rata‐rata produksi Batubara BOSS sudah meningkat jadi 75 ribu ton per bulan dibanding tiga bulan sebelumnya. “Memasuki Semester II/2019, BOSS fokus untuk meningkatkan produksi dari kedua tambang yang saat ini sudah beroperasi. Kami menargetkan peningkatan produksi sampai akhir tahun ini di atas 500 ribu ton, atau naik sekitar 200% dari produksi tahun sebelumnya,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Widodo menambahkan, dari sisi penjualan, BOSS optimistis dapat mecapai target tahun ini yaitu tumbuh dua kali lipat dari tahun sebelumnya. “Dari sisi penjualan, batubara kami sudah dipesan oleh para pembeli sampai tahun depan. Tahun 2019 ini komposisi penjualan kami mengalami penambahan dengan adanya pembeli baru dari Jepang yang sangat segmented pada batubara berkalori tinggi, yaitu Itochu dan Banpu Group selain dari Glenncore,” ujarnya.

Sebelumnya, BOSS pada Semester I‐2019 berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 28% atau sebesar Rp 172,9 miliar dibandingkan penjualan bersih di periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 135 miliar. Selain itu, BOSS juga mencatatkan laba kotor sebesar Rp68,43 miliar, atau naik sebesar 19% dibandingkan kuartal II tahun sebelumnya yang sebesar Rp 57,68 miliar.

Jenis batu bara yang diproduksi perseroan itu merupakan batu bara kalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Hal ini menjadi keunggulan perusahaan untuk bisa memasuki pasar Jepang atau negara maju lainnya yang memiliki pembangkit listrik dengan karakteristik batubara yang dihasilkan. Harga saham BOSS pada Rabu pekan ini ditutup pada level Rp 820, naik 20,59% dari perdagangan sebelumnya di Rp 680.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)