Racikan Bukaka Teknik Optimalkan Pinjaman Rp 2,9 Triliun

PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) menghimpun pinjaman dana senilai Rp 2,9 triliun untuk menggarap berbagai proyek. “Kami mendapat pendanaan dari cash dan non cash loan yang nilai totalnya Rp 2,9 triliun untuk menggarap berbagai proyek,” tutur Afifuddin Suhaeli Kalla, Direktur Keuangan Bukaka Teknik, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/8/2017). Merujuk catatan Bukaka Teknik, sebanyak 17 proyek digarap perseroan yang nilainya bervariasi, misalnya proyek Tol Jakarta-Cikampek Elevated II yang bermitra dengan Waskita/ACSET senilai Rp 2,9 triliun, Tower 4CCT (Rp 598 miliar), Bundling Contract III-Chevron (Rp 1,18 triliun), atau pembangunan menara listrik di Duri Kosambi, Kembangan, Jakarta senilai Rp 530 miliar, atau pengadaan dan pemasangan Garbarata di Bandara Udara Raden Inten II, Lampung (Rp 12 miliar).

Lini usaha BUKK adalah memproduksi Garbarata (passenger boarding bridge), steel tower (menara telekomunikasi dan listrik), galvanize, power generation (pembangkit tenaga listrik), steel bridge (jembatan baja), memproduksi pompa untuk industri minyak dan gas, alat konstruksi jalan (road construction equipment), special purpose vehicle, dan konstruksi serta pemeliharaan pada industri minyak dan gas (oil and gas services).  

 

Direksi Bukaka Teknik.

Laba bersih BUKK pada semester I tahun ini melejit 844,1%, atau menjadi Rp 130,87 miliar dari Rp 13,86 miliar di periode yang sama tahun lalu.Lonjakan laba ini disebabkan berbagai beban usaha yang berhasil ditekan. Selain itu, perusahaan juga mencatat pendapatan dari penjualan barang bekas sebesar Rp 20,68 miliar dan dari penjualan surat berharga sebesar Rp 69,99 miliar. Adapun, pendapatan di enam bulan pertama tahun ini senilai Rp 910,75 miliar, naik 56,17% dibandingkan semester I/2016 sebesar Rp 583,21 miliar.

Irsal Kamaruddin, Direktur Utama Bukaka Teknik, mengemukakan pihaknya puas dengan kinerja bisnis perseroan pada semester I tahun ini. Bukaka Teknik telah menyusun strategi yang fokus pada sektor ketanagalistrikan, infrastruktur, dan sektor terkait lainnya. Bukaka Teknik sudah mengempit kontrak proyek senilai Rp 7,1 triliun. “Kami juga sudah memperoleh kontrak baru hingga akhir tahun ini senilai Rp 3,2 triliun,” ucap Afifudin.

Irsal menimpali pihaknya optimistis program pembangunan pemerintah di infrasktruktur dan pembangunan pembangkit listrik akan memberi peluang untuk ekspansi bisnis Bukaka Teknik di infrastruktur jalan, ketenagalistrikan, serta sektor lainnya yang diyakini akan menjadi lokomotif bagi pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang. “Terkait dengan hal tersebut, direksi telah menetapkan agenda yang berfokus pada penguatan sejumlah bidang usaha, yaitu steel bridge, steel tower, passenger boarding bridge, dan road construction equipment,” jelas Irsal. Perusahaan juga berencana membangun smelter di Palopo dan pembangkit listrik tenaga mini hydro.

Berbagai rencana bisnis ini ditunjang modal kerja (capital expenditure/capex) yang dialokasikan perusahaan senilai Rp 186,63 miliar. Capex BUKK di tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu (Rp 177,17 miliar). “Mayoritas capex digunakan untuk investasi alat, seperti proyek Tol Jakarta-Cikampek Elevated II,” Afifudin menambahkan. Harga saham BUKK pada perdagangan Rabu ini terdongkrak ke level Rp 1.065 lantaran naik 6,5% dari harga perdagangan di hari sebelumnya di Rp 1.000. (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)