Raiz Invest, Reksa Dana dengan Uang Receh

Raiz Invest mengumumkan kehadirannya di Indonesia


Perusahaan teknologi finansial (fintech) asal Australia, Raiz Invest, hadir   di Indonesia. Melalui PT Raiz Invest Indonesia (Raiz), aplikasinya akan meluncur pada Kuartal III/2019.

Raiz memosisikan diri sebagai lembaga keuangan portable untuk milenial. Fahmi Arya, Chief Marketing Officer (CMO) Raiz, mengatakan, aplikasi Raiz dibuat semudah mungkin dengan tujuan supaya masyarakat bisa memulai investasi, dalam hal ini Raiz mengumpulkan uang receh alias selisih dari uang kembalian belanja.

“Uang receh hasil kembalian biasanya hanya berakhir di dalam celengan, tanpa terasa uang yang terkumpul ternyata cukup signifikan jumlahnya. Melalui aplikasi Raiz, pengguna dapat mengumpulkan uang receh dan menginvestasikannya secara otomatis di pasar modal,” ujarnya.

Cara kerja Raiz adalah pengguna menghubungkan kartu debit atau e-wallet ke Raiz Setiap kali pengguna berbelanja dengan kartu tersebut, Raiz akan melakukan pembulatan ke atas terhadap setiap transaksi ke kelipatan Rp 5.000 terdekat, dan ketika jumlah yang terkumpul mencapai Rp 10.000, maka jumlah tersebut akan diinvestasikan secara otomatis ke Reksa Dana. Selain investasi otomatis dari pembulatan transaksi, pengguna juga dapat berinvestasi secara rutin menggunakan fitur cicilan investasi (recurring investment) atau secara seketika dengan fitur ‘lump sum’ untuk meningkatkan investasi di akun Raiz mereka.

“Kalau sudah mencapai minimal Rp10 ribu baru bisa dibelikan reksa dana, kalau belum hanya dicatat dulu saja. Seminimal mungkin kami membuat pelanggan tidak perlu repot mengurus atau memantau aplikasi terus menerus,” jelasnya.

Fahmi menuturkan, sebagai fintech reksa dana, Raiz berorientasi untuk menjadi solusi inovatif bagi investor pemula untuk belajar tenntang literasi keuangan yang terintegrasi dalam satu aplikasi yang mudah digunakan.

“Raiz Indonesia ingin dapat membantu mengubah cara masyarakat berinvestasi. Kami berharap Raiz Invest dapat menjadi solusi inovatif bagi siapa saja yang ingin berinvestasi, namun belum pernah memulainya,” tutur Fahmi

Raiz telah terdaftar dan diawasi oleh OJK dan telah memperoleh izin usaha sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari OJK pada Desember 2018. Dalam menjalankan bisnisnya, Raiz akan bekerja sama dengan para pemilik mobile platform dan dompet digital. “Target yang sudah ada adalah kerja sama dengna dua e-wallet di Indonesia,” tambahnya.

George Lucas, CEO Raiz Invest Australia, mengatakan, Indonesia menjadi tujuan pertama ekspansi Raiz di Asia Tenggara. Setelahnya Raiz akan ekspansi ke Malaysia.

“Di Australia, Raiz telah menjadi game changer khususnya bagi kaum milenial dalam menciptakan kebiasaan berinvestasi. Aplikasi ini meningkatkan kesadaran serta membuka kesempatan untuk berinvestasi, khususnya di kalangan generasi muda. Selain itu, aplikasi ini juga mendidik masyarakat tentang keuntungan berinvestasi secara teratur dalam jumlah kecil,” ujarnya.

Diluncurkan dengan nama Acorns di Australia pada Februari 2016, aplikasi ini kemudian berganti nama menjadi Raiz Invest pada April 2018. Hingga Januari 2019, aplikasi Raiz di Australia telah diunduh sebanyak lebih dari satu juta kali dan memiliki lebih dari 175.000 pengguna aktif.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)