RDN Panin Targetkan Dana Kelolaan Rp 300 Miliar

RDN Panin menargetkan dana kelolaan reksa dana sebesar Rp 300 miliar dalam setahun dengan total pendapatan Rp 9 triliun. Hal ini disampaikan Direktur Panin Bank, Hendrawan Danusaputra, strategi yang dijalankan untuk mencapai target tersebut adalah menawarkan yield berjenjang. Misalnya jika dana yang disimpan di RDN Panin mulai dari Rp 1 miliar, nasabah berhak mendapat bunga sebesar 3,5 persen. Jika di bawah Rp 1 miliar hanya 1 persen.

Selain itu, pihaknya mengadakan program menarik yang disebut Panin Super Bonanza 2017 dengan hadiah 2 mobil MINI Cooper dan 40 motor Yamaha NMAX yang diundi tiap dua minggu. Nasabah juga didorong berinvestasi lebih banyak agar bisa meraih Grand Prize Rp 8 miliar yang diundi tiap 3 bulan dengan nilai tiap bulan Rp 2 miliar.

Pencapaian target juga didorong melalui program dengan menggandeng lima perusahaan efek yaitu PT Panin Sekuritas Tbk, PT First Asia Capital, PT Panca Global Securitas, PT Evergreen Sekuritas dan PT RHB Securities Indoensia. Pada hari dan tempat yang sama diadakan penandatangan kerja sama dengan kelima perusahaan efek tersebut.

“Kami ingin mendorong masyarakat mudah berinvestasi di pasar modal. Dengan Panin Bank resmi menjadi bank administrator RDN, ini melengkapi portofolio di industri keuangan,” ujar Herwidayatmo, Presdir Panin Bank.

Saat ini Panin Bank ada 565 cabang di seluruh Indonesia. Luasnya jangkauan tentu menjadi akses mudah bagi masyarakat untuk membuka rekening dan berinvestasi di pasar modal. Frederica Widyasari Dewi, Direktur Utama KSEI, mengamini yang disampaikan Herwidayatmo, dengan bergabungnya Panin Bank menjadikan jumlah Bank RDN bertambah menjadi 12 bank. Saat ini sudah ada 580 ribu rekening dana nasabah dari Bank RDN ini.

Widyasari menambahkan, langkah penyelenggaraan RDN ini dalam rangka mewujudkan transparansi dan kepecayaan berinvestasi di pasar modal Indonesia, ini juga sejalan dengan implementasi single investor ID. Ditambahkan Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia, Susy Meilina, pihaknya terus berupaya meningkatkan awareness akan investasi yang mudah dan menguntungkan pada masyarakat. Program kampanyenya dimulai dari para mahasiswa sebagai investor pemula dengan uang mulai dari Rp 100 ribu mereka bisa belajar investasi di pasar modal.

“Mengapa mahasiswa sasaran awal kami, karena mereka masa depan bangsa ini, dan lebih mudah mengedukasinya,” imbuh Susy. Dulu punya uang Rp 25 juta dulu baru bisa berinvestasi di pasar modal. Diharapkan dengan meningkatnya pemahaman investasi mereka, ke depan jumlah yang mereka investasikan akan terus bertambah. Dengan program ini terjadi peningkatan cukup signifikan. Pada 2012 jumlah investor individu hanya 260 ribuan, tahun ini sudah mencapai hampir 1 juta investor saham dan reksa dana.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)