Restoran The Duck King Alokasikan Investasi Rp 670 Miliar

PT Jaya Bersama Indo menyiapkan investasi Rp 670 miliar. (Foto : Vicky Rachman/SWA)

PT Jaya Bersama Indo Tbk atau JBI, pengelola jaringan restoran The Duck King, Fook Yew, dan Panda Bowl, menyiapkan investasi senilai Rp 670 miliar untuk menambah 48 gerai restoran di Indonesia dan Vietnam.

Perseroan pada 2018 hingga tahun 2020 menganggarakan dana  untuk ekspansi bisnis itu. “Dalam 3 tahun ke depan, kami berencana untuk berinvestasi sekitar Rp 670 miliar untuk membuka 11 outlet di tahun ini, 18 outlet di tahun 2018, dan 19 outlet di tahun 2020,” kata  Direktur Keuangan JBI, Indo Dewi Tio dalam paparan publik di Hotel Raffles, Jakarta pada Rabu (16/5/2018).

JBI pada 2018 berencana membuka gerai di Karawaci, Bekasi, Cibubur, Jakarta dan Makassar. Dewi menyatakan pihaknya di tahun 2019 berniat menambah 18 gerai baru yang lokasinya mayoritas ada di Indonesia dan satu gerai di Vietnam. “Mayoritas gerai baru di tahun 2019 adalah membuka gerai The Duck King, sisanya Fook Yew, kami juga akan membuka gerai di Vietnam di tahun depan,” tutur Dewi. Di tahun 2020, lanjut Dewi, perseroan berencana membuka 2 gerai restoran di Vietnam dan Kamboja. “Sebagian besar restoran yang ingin dibuka di tahun 2020 adalah The Duck King dan beberapa gerai Panda Bowl,” ia menambahkan.

Guna memuluskan rencana bisnis ini, JBI menghimpun sumber pendanaan dari pasar modal. Rencananya, JBI melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Perseroan menawarkan harga IPO pada level Rp 1.550- Rp 1.950 per saham. JBI menawarkan 34,40% dari modal ditempatkan dan disetor atau sebanyak-banyaknya 403,8 juta saham. Dengan demikian, perseroan berpeluang memperoleh dana dari IPO itu sekitar Rp 625,89 miliar-Rp 787,41 miliar.

JBI menunjuk dua penjamin pelaksana emisi efek (joint lead underwriter/JLU), yaitu PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia dan PT Danareksa Sekuritas. Penawaran awal (bookbuilding) akan berlangsung pada 16-23 Mei 2018. Adapun penawaran umum akan dilaksanakan pada 4-5 Juni 2018 dan pencatatan perdana saham (listing) pada 8 Juni 2018. Direktur PT CIMB Sekuritas Indonesia, I Wayan Gemuh Kertaraharja, mengatakan nilai penawaran IPO ditetapkan Rp 1.550-Rp 1.950 per saham dan mengimplikasikan price earning ratio (PER) sekitar 15-18,9 kali.

JBI, kata Dewi, akan menggunakan 80% dana hasil IPO untuk ekspansi bisnis, sedangkan sisanya sekitar 20% untuk modal kerja. Adapun, Fook Yew telah diakuisisi The Duck King Group sejak Juli 2017. Gerai ini menawarkan konsep Shanghai Bistro dan Bubble Tea Lab, yang terinspirasi dari makanan lezat di jalan Shanghai, China. Saat ini, manajemen memiliki 31 gerai The Duck King dan empat gerai Fook Yew. Seluruh gerai Fook Yew berada di Jakarta. Selain membuka gerai milik sendiri, JBI menjalin kerja sama bisnis waralaba (franchise). Saat ini, ada setidaknya 6 gerai yang masih menggunakan konsep kerja sama ini.

The Duck King membuka restoran pertama di Senayan Trade Centre, Jakarta pada 2003. Perseroan fokus pada masakan tradisional China tanpa daging dan lemak babi dengan hidangan utama adalah bebek peking panggang.JBI menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini naik hingga 30% dibandingkan dengan pendapatan pada 2017 sebesar Rp 538 miliar. Dana segar dari IPO juga digunakan untuk mengakuisi bangunan. "Kami berencana membuka gerai baru dan berencana mengakuisisi bangunan seperti di Bali,” imbuh Ibin Bachtiar, Direktur JBI.

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!