RUPS 2016, Wika Bagikan Dividen Rp 125,03 Miliar

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Wijaya Karya Tbk (Wika) membahas 7 hal pokok. Beberapa hal yang paling disoroti adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2015 (laba yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk) adalah sebesar Rp 625 miliar. Pembagian laba untuk dividen sebesar Rp 125,013 miliar atau sebesar 20% dari laba atau Rp 20,634 per lembar saham.

Agenda lain yang menjadi sorotan RUPS 2016 yang diadakan di Gedung Wika ini adalah menyetujui material sesuai peraturan IX E.2 sehubungan dengan penyertaan modal perseroan pada Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI) yang akan diteruskan sebagai penyertaan modal  PSBI kepada PT Kereta Cepat Indonesia Cna (PT KCIC) dalam rangka pelaksanaan Peraturan Presiden no. 107 Tahun 2015, tentang percepatan penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta cepat antara Jakarta dan Bandung.

wika2016

Seperti yang dipaparkan oleh Bintang Perbowo, Direktur Utama Wika, bahwa aliran PSBI kepada KCIC secara total keseluruhan adalah Rp 17 triliun. Dari situ, PSBI memiliki share sebesar 60%. “Dari total 60% tadi, disitu WIKA mempunyai 38%. Jadi sharenya Wika secara keseluruhan kira-kira sebesar Rp 4 triliun,” lanjut Bambang

Hingga Maret 2016 ini pencapaian kontrak baru mencapai Rp 6,026 triliun atau 11,41% dari target kontrak baru 2016 sebesar Rp 52,80 triliun. Pada 2016, perseroan akan memperoleh total kontrak dihadapi Rp 83,08 triliun dan carry over tahun dari tahun 2015 sebesar Rp 30,25 triliun. Komposisi perolehan kontrak baru WIKA tahun 2016 ditargetkan berasal dari pemerintah sebesar 20,73%, BUMN 15,85% dan swasta 63,42%.

Beberapa proyek yang telah diperoleh hingga pekan ke-1V Maret 2016 antara lain: pembangunan hotel, perkantoran, dan Convention Hall Grup Puncak, Surabaya, pabrik minyak goreng KEK-Sei Mangke, pengembangan simpang susun Semanggi, jaringan gas Prabumulih, proyek strategis Kementerian ESDM yang terdiri dari SPBG Bekasi, fasilitas penerangan jalan umum, tank bahan bakar nabati, pembangunan pembangkit listrik mini hydro di Papua, Tol Manado-Bitung, produksi box girder jalan layang kereta api Medan-Kualanamu, Sudirman Hill, pembangunan Transmart Tegal, elevated road Maros-Bone, dan Tol Bawen-Solo seksi 2.

Tidak hanya proyek dalam negeri, Wika juga turut menangani beberapa proyek di luar negeri yaitu, Timor Leste, Aljazair, Arab, Myanmar dan Serawak. Dari semua proyek tersebut, paling besar adalah proyek Bandara di Timor Leste dengan nilai totalnya US$120 juta  serta ada dua jembatan dengan nilai sekitar US$35 juta.“Kontribusi bisnis luar negeri terhadap pendapatan Wika di tahun 2015 adalah sebesar 5% hingga 10%, tapi tahun ini nominalnya bertambah. Kalau keluar negeri kami pilih-pilih cari yang cash flow nya bagus dan kuat,” kata Bintang. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)