Sarawasti Indoland Incar Omzet Naik 15%

Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk, Bogat Agus Riyono. (Foto : Saraswanti Indoland Development).

PT Saraswanti Indoland Development Tbk membidik penjualan pada 2023 tumbuh di atas 15% dibandingkan 2022. Lalu, laba bersih akan melonjak dua kali lipat dari torehan 2022. Optimisme kinerja tahun depan itu diyakini perseroan akan terdongkrak setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tidak hanya penjualan, calon emiten berkode saham SWID ini yakin torehan laba pada 2023 turut meningkat seiring membaiknya iklim bisnis properti di Indonesia. “IPO merupakan mile stone untuk menuju level yang lebih tinggi. Kami optimistis kinerja akan meningkat mulai 2023,” kata Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk, Bogat Agus Riyono, dalam paparan publik virtual di Yogyakarta, Senin (20/6/2022).

Perseroan akan melantai di BEI dengan skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyaknya 340 juta saham atau setara 6,31% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. IPO merupakan strategi untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih baik dan menciptakan nilai tambah bagi perseroan. Bogat menyampaikan melandainya kasus pandemi Covid-19 memberikan angin segar bagi bisnis properti. Kegiatan bisnis dan pariwisata membangkitkan kembali gairah dunia perhotelan.

Pasca IPO, perseroan akan mempercepat pelaksanaan empat pilar strategi perusahaan yaitu developing great leaders dan delivering different product and service (differentiation strategy). Lalu, efficient operations (efficiency strategy) dan diversification strategy.Saat ini, SWID memiliki dan mengembangkan mixed use building Mataram City di Kota Yogyakarta. Di proyek ini telah beroperasi tiga menara yang mencakup satu hotel berkapasitas 264 kamar dan dua apartemen. Selain itu, tersedia sebuah Convention Center.“Peningkatan revenue dari recurring income kami genjot dari hotel, antara lain dengan penambahan delapan ruang meeting di The Alana Yogyakarta,” ujar Bogat.

Lalu, perseroan juga memiliki kondotel Innside by Melia dengan kapasitas 242 kamar. Kondotel ini juga dilengkapi dengan ruang pertemuan berkapasitas kisaran 20-300 orang. Selain itu, perseroan akan mengembangkan proyek rumah tapak (landed house), Banyu Bening, The Villa Resort yang terdiri dari 56 unit rumah di atas lahan seluas 9.000 meter persegi di daerah Rawa Pening, Ambarawa, Jawa Tengah.

Saraswanti Indoland akan melepas sebanyaknya 340 juta saham atau setara 6,31% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Raihan total dana hasil IPO yang akan dihimpun oleh perseroan diperkirakan mencapai berkisar Rp 61,2 miliar hingga Rp 68 miliar. Seluruh dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham dan dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.

Modal kerja yang dimaksud terkait dengan pembayaran untuk biaya pemeliharaan MICC dan hotel, pembelian bahan baku untuk makanan dan minuman, pembelian persediaan hotel, pembayaran tenaga kerja dan utilitas, modal kerja untuk pembayaran kepada pemasok dan kontraktor dalam rangka pembangunan proyek apartemen Arjuna dan Bima serta pembangunan proyek Banyu Bening.

Perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 340 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru atau setara 6,74% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal penjatahan.Setiap pemegang satu saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran seri I. Setiap 1 Waran Seri I ini memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Waran seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama 1 tahun. Waran Seri I adalah efek yang diterbitkan oleh perseroan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk memesan saham biasa atas nama perseroan yang nilai nominalnya Rp 20 setiap saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 250.Dalam penawaran umum perdana saham ini perseroan menunjuk PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Untuk jadwal masa penawaran awal IPO ini pada 17-23 Juni 2022, tanggal efektif 30 Juni 2022, masa penawaran umum di 1-5 Juli 2022, tanggal penjatahan 5 Juli 2022, distribusi saham dan Waran Seri I secara elektronik 6 Juli 2022.

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)