Sawit Sumbermas Sarana Alokasikan Dividen Rp 290,42 Miliar

(tengah dan kanan) Direktur Utama SSMS, Vallauthan Subraminam dan Hartono Jap, Chief Financial Officer SSMS pada RUPS dan RUPSLB SSMS di Jakarta, Jumat, 28 Mei 2021. (Tangkapan layar : Vicky Rachman/SWA)

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mengetok palu untuk membagikan dividen. Direktur Utama SSMS, Vallauthan Subraminam mengapresiasi kinerja positif yang telah dicapai di tengah pandemi Covid-19. “Manajemen bersinergi untuk mengelola dengan menetapkan strategi dan kebijakan yang tepat oleh perseroan,” kata Vallauthan di jumpa pers virtual Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa SSMS di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

SSMS pada 2020 mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 23%, menjadi Rp 4,04 triliun dan laba bruto yang naik 83% menjadi Rp 1,84 triliun. Laba usaha melonjak sebesar 169% menjadi Rp1,19 triliun, yang dipengaruhi oleh kenaikan harga jual produk sawit di pasar internasional.

Chief Financial Officer SSMS, Hartono Jap, mengungkapkan perseroan telah mendapat restu dari para pemegang saham untuk membagikan dividen tunai senilai Rp 290,42 miliar atau setara 50% dari laba bersih pada 2020. Pembagian diveden tunai akan dilakukan pada 26 Juni 2021. “Sebesar Rp116,17 miliar atau setara 20 persen dari laba bersih akan disisihkan sebagai cadangan wajib dan sisa dari laba bersih SSMS sebesar Rp 174,25 miliar akan dimasukkan sebagai cadangan lainnya yang akan menambah saldo laba ditahan,” ujar Hartono.

SSMS memperkuat kerja sama untuk pemasaran produk sawitnya. Salah satunya dengan PT Citra Borneo Utama (CBU), yang menyerap 70% produk sawit Perseroan untuk kemudian diolah menjadi produk turunan sawit, seperti olein, stearin dan PFAD. Pada akhir Desember 2020, Perseroan menambah kepemilikan sahamnya di CBU menjadi sebanyak 32% dari sebelumnya hanya 19%.

Ini menjadi bagian memperkuat strategi hilirisasi bisnis, fokus untuk meningkatkan utilisasi pabrik penyulingan kelapa sawit mencapai 100 persen. Penguatan hilirisasi produk sawit akan menjamin prospek profitabilitas yang lebih baik di masa depan. Pada 2020, SSMS mampu menaikkan volume produksi dari Fresh Fruit Bunch (FFB) dan CPO dari kebun inti masing-masing sebesar 6% dibandingkan tahun 2019, yaitu menjadi 1,6 juta ton dan 369.032 ton, dari target kenaikan sebesar 10% yang dicanangkan di awal tahun.

Hartono menjabarkan kinerja operasional yang gemilang ini didukung oleh komitmen perseroan untuk mempertahankan produktivitas yang tinggi meskipun di tengah pandemi. Pada 2020 perseroan mengelola total 116.029 hektare area lahan perkebunan sawit baik yang dikelola oleh perusahaan langsung ataupun oleh petani plasma. Sebanyak 81.485 hektare merupakan lahan perkebunan inti, yang telah ditanami oleh tanaman menghasilkan (mature) dan terdiri dari 69.236 Ha merupakan lahan perkebunan inti (nucleus), dan 12.248 hektare kebun sawit yang dikelola oleh petani plasma (plasma).

Perseroan juga terus mengupayakan agar seluruh kebun, termasuk yang dikelola petani, dapat memiliki sertifikat Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO)/Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). “Kepemilikan sertifikat  RSPO/ISPO tidak hanya akan meningkatkan daya saing perusahaan secara keseluruhan. Namun juga memberikan jaminan kepada konsumen atas kualitas produk perseroan,” kata Vallauthan.

Memasuki awal tahun 2021, SSMS membukukan laba kuartal I tahun 2021 sebesar Rp 176 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami rugi Rp 338,79 miliar. Hal tersebut juga karena ditopang oleh naiknya harga minyak sawit. Beban pokok penjualan SSMS naik menjadi Rp 594 miliar dari Rp 483 miliar. Kendati demikian, laba bruto perseroan meningkat 13,59 persen, menjadi Rp 493 miliar dari Rp 434 miliar. Aset perusahaan SSMS sepanjang tiga bulan pertama tahun ini naik 8% menjadi Rp 12,92 triliun dari Rp 12 triliun pada akhir Desember 2020.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)