Sawit Sumbermas Sarana Bersinergi dengan Periset Pacu Produktivitas

SSMS sinergikan periset dan praktisi perkebunan. (Foto : SSMS)

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berkomitmen menjaga keharmonisan antara sumber daya manusia dan lingkungan hidup di sekitar lokasi usaha. Manajemen bersama seluruh karyawan bertekad menjalankan praktik usaha sesuai prinsip keberlanjutan di seluruh lini usaha, termasuk dalam kerja sama antara peneliti dan praktisi perkebunan, untuk menciptakan sinergi positif.

“Dengan adanya sinergi positif yang dibangun antara peneliti dan praktisi perkebunan kelapa sawit milik SSMS diharapkan berdampak positif pada peningkatan produktivitas tanaman dan lahan, pengolahan hasil produksi maupun kegiatan penunjang lainnya,” kata Head of Corporate Secretary Sawit Sumbermas Sarana, Swasti Kartikaningtyas, kepada awak media di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Sinergi ini diharapkan menciptakan visi yang selaras antara peneliti dan praktisi perkebunan untuk bersama-sama mewujudkan target-target perusahaan. Untuk mewujudkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam praktik bisnis perseroan, Sulung Research Station (SRS) sebagai lini peneliti melakukan field day bersama praktisi perkebunan terkait praktik pengelolaan terbaik. Tujuannya untu mendapatkan produktivitas optimal di lahan perkebunan perusahaan.

Produksi salah satu tujuan yang harus dicapai, namun terdapat banyak faktor yang memengaruhi pencapaiannya. Salah satu faktor yang mengakibatkan produksi tidak mencapai potensial progeninya adalah iklim dan tanah. Hal ini akan mengakibatkan munculnya potensial produksi yang dapat dicapai pada kondisi iklim dan tanah tertentu yang sesuai lingkungan erkebunan di SSMS (site yield potential).

SRS memaparkan, terdapat beberapa faktor pembatas produksi yang perlu diketahui bersama selain iklim dan tanah. Antara lain jenis tanah, bahan tanam, status hara, rekomendasi pemupukan serta management practice (panen, perawatan, aplikasi pupuk, konservasi tanah dan air, dan lainnya).

Management practice berpengaruh terhadap pencapaian produksi kelapa sawit dengan persentase sekitar 20%. Faktor ini dapat diperbaiki dengan pengelolaan serta perlakuan tepat dan baik. Untuk mengoptimalkan hal tersebut, SRS menyampaikan rekomendasi baik jangka pendek maupun jangka panjang kepada praktisi perkebunan. Swasti menjabarkan ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk hal tersebut, diantaranya aplikasi pupuk tepat waktu, tempat, dosis dan metode, senantiasa menjaga kelembaban tanah dengan melakukan selektif weeding dan konsistensi penyusunan pelepah. Lainnya, konsistensi melakukan tindakan konservasi tanah dan air dengan aplikasi bahan organik secara regular serta water management.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)