Siapakah Bos Baru Sugih Energy?

PT Sugih Energy Tbk menyetujui pengangkatan Riyanto Soewarno sebagai Direktur Utama Sugih Energy dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta (21/1).  Riyanto mengawali karier di bidang perminyakan dengan bergabung pada PT Pertamina (Persero) pada 1989. Dia menjabat beberapa posisi penting di antaranya sebagai Direktur Pengembangan PT Pertamina Hulu Energi dan Direktur Operasi Produksi di PT Pertamina EP. Perseroan optimistis penunjukan Riyanto akan memberikan nilai positif bagi kelanjutan pertumbuhan dan perkembangan bisnis Sugih Energy ke depannya..

Riyanto mengatakan, meskipun kondisi pasar begitu dinamis, Sugih Energy telah berhasil melalui dua transaksi penting.  Pertama, perusahaanya berhasil mengundang KKR, salah satu private equity terbesar di dunia dengan dana kelolaan lebih dari US$ 100 miliar dengan menjual 15% participating interest pada Blok Lemang senilai hingga US$ 77 juta.

Kedua, Dapen Pertamina, salah satu dana pensiun terbesar di Indonesia, masuk menjadi salah satu pemegang saham terbesar di perseroan dengan total kepemilikan sebesar 8,1%. Dana Pensiun (Dapen) Pertamina pada November 2015 masuk sebagai salah satu pemegang saham terbesar perseroan, “Kami sangat percaya sinergi dengan ke dua partner tersebut akan memberikan banyak nilai tambah bagi perseroan di masa depan,” kata Riyanto dalam keterangan tertulisnya.

PT Sugih Energy Tbk., mengangkat Riyanto Soewarno sebagai Direktur Utama di Jakarta, Kamis (21/1/2016). (Foto : Dok Sugih Energy). PT Sugih Energy Tbk., mengangkat Riyanto Soewarno sebagai Direktur Utama di Jakarta, Kamis (21/1/2016). (Foto : Dok Sugih Energy).

Pendapatan perseroan sepanjang tahun lalu naik dari US$ 5 Juta menjadi sekitar US$ 4 miliar. Di sisi operasi, Sugih Energy berusaha untuk membangun fondasi dalam menyukseskan program pengembangan gas di Blok Selat Panjang dan berencana akan mulai memproduksi minyak dari Blok Lemang pada Semester I/2016.

Pada bisnis hulu, prioritas Sugih Energy adalah membawa Blok Lemang ke tahapan produksi sesuai dengan POD yang telah disetujui oleh Kementerian ESDM dengan target produksi di atas 5 ribu barel per hari pada akhir 2016. Di Blok Selat Panjang, Perseroan berusaha untuk mempercepat program pengembangan gasdengan target penjualan gas lebih dari 10 MMSCFD pada akhir tahun. Sedangkan di sisi perdagangan, perseroan fokus untuk terus membangun bisnis perdagangan minyak dengan meningkatkan volume perdagangan. “Ke depan kami ingin melakukan efisiensi biaya agar perusahaan dapat melalui masa yang penuh tantangan di industri perminyakan . Selama lebih dari beberapa bulan terakhir kami telah bekerja keras dan kami berharap akan dapat terus meningkatkan pertumbuhan kinerja perusahaan di tahun ini,” pungkas Riyanto. (***)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)