Startup Manajemen Big Data Delman Raih Pendanaan Awal US$ 1,6 Juta

Perusahaan rintisan manajemen big data, Delman, menerima pendanaan tahap awal (seed funding) senilai US$ 1,6 juta yang dipimpin oleh Intudo Ventures. Investor lain yang terlibat adalah Prasetia Dwidharma Ventures dan Qlue Performa Indonesia.

Pendiri & CEO Delman, Surya Halim, mengatakan, Delman akan menggunakan pendanaan ini untuk melakukan ekspansi bisnis yang agresif, yaitu dengan mengembangkan ekosistem manajemen big data yang dapat digunakan klien untuk membuat prediksi dan keputusan bisnis, serta membangun Delman R&D Center (pusat pengembangan dan riset big data) di Surabaya tahun ini.

Ia juga menjelaskan pendanaan tahap awal ini merupakan kerja sama strategis Delman dengan Intudo Ventures, Prasetia Dwidharma Ventures, dan Qlue Performa Indonesia. Delman akan mengembangkan ekosistem manajemen data secara end-to-end mulai dari menggabungkan, membersihkan dan mengklasifikasi data hingga memvisualisasikan data dalam bentuk dashboard yang mudah dipahami.

"Solusi manajemen big data Delman membantu perusahaan untuk mempercepat proses integrasi data yang berasal dari berbagai sumber. Data tersebut akan diolah dan dianalisis untuk menghasilkan insight terbaik yang dapat digunakan oleh manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/05).

Sejak berdiri pada 2018 lalu, Delman bekerja sama dengan Qlue untuk membantu manajemen big data berbagai perusahaan dan instansi pemerintah yang selama ini tidak beraturan dan diolah dengan cara tradisional, agar lebih efisien dengan proses otomatisasi pengolahan data. Delman juga telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan riset dan konsultasi di Indonesia dalam membuat desain penyatuan data untuk klien, sehingga memudahkan perusahaan dalam menyusun strategi bisnis yang tepat.

“Masalah klasik terkait data di Indonesia adalah banyaknya data yang tidak terstruktur dan tidak serasi satu sama lain, diolah secara tradisional, dan minimnya wawasan tim dalam mengolah data. Kami menemukan bahwa rata-rata perusahaan mengeluarkan US$ 200 ribu dan 70% waktunya untuk membersihkan (cleansing) dan mengklasifikasikan data menjadi sebuah database (warehousing)," jelas Surya.

Surya menambahkan, banyak data yang bentuknya tidak seragam, tidak beraturan, hingga salah ketik sehingga menyulitkan data scientist untuk mengolah data tersebut dan menjadikannya analisis yang tepat secara real-time.

Surya pun mengklaim, pihaknya dapat mempercepat proses integrasi dan pengolahan data dari berbagai sumber hingga 30 kali lebih cepat, dengan mengimplementasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan pemelajaran mesin (machine learning) dalam proses data cleansing dan warehousing.

"Delman mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia dan efisiensi dalam analisis big data, dengan menyajikan berbagai fitur yang dapat diimplementasikan secara mudah seperti Data Cleansing Assistant, Identity Matching, dan juga konfigurasi spesifik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien," tuturnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Surya menyebut, pihaknya akan membangun Delman R&D Center di Surabaya dan merekrut data scientist terbaik untuk mengembangkan produk dan layanan analisis big data, termasuk merekrut data scientist Indonesia yang saat ini bekerja di Silicon Valley.

Founding Partner Intudo Ventures, Eddy Chan, mengatakan, dengan menggabungkan pendekatan lokal dan keahlian teknis tingkat global, Delman mendukung perusahaan di Indonesia melalui solusi big data yang dikembangkan khusus untuk bisnis Indonesia, dengan tujuan akhir membantu end-user memperoleh hasil yang lebih baik. Kami akan terus mendukung mereka ke depan.

Sementara itu, Pendiri dan CEO Qlue, Rama Raditya mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, Qlue tetap secara aktif melakukan investasi di startup yang memiliki potensi besar, salah satunya adalah Delman. Qlue memiliki kesamaan visi dengan Delman, yaitu mengakselerasi perubahan positif melalui solusi teknologi.

Rama pun percaya, sebagai pendatang baru Delman akan menjadi pemain utama di industri big data, dan mendorong big data ke level yang lebih tinggi di Indonesia. Apalagi pasar big data di Indonesia dinilai akan terus berkembang dan pemenuhan kebutuhan solusi big data pun mulai bergeser ke perusahaan lokal karena solusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan perusahaan Indonesia.

"Selain itu kami melihat banyak perusahaan di Indonesia yang ingin melakukan transformasi digital, namun belum optimal dalam mengolah dan menganalisis big data. Kami berharap investasi ini akan membantu Delman untuk terus melakukan inovasi di bidang AI dan machine learning untuk analisis big data,” tutur Rama.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)