Strategi BHMS Jaga Momentum Tahun 2022

PT Bundamedik Tbk (BMHS) mencatatkan pendapatan non COVID-19 sebesar Rp375 miliar selama Kuartal I/2022. Angka tersebut meningkat 12,6% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya atau yang tertinggi dalam 2 tahun terakhir. Pendapatan ini ditopang dari pengembangan core business perusahaan secara signifikan, utamanya unit bisnis Morula IVF.

“Kami konsisten dengan strategi pengembangan core business non COVID-19 sehingga dalam kondisi apapun siap dengan fundamental bisnis yang kokoh,” kata Direktur Utama BMHS Mesha Rizal Sini. Selama Kuartal I/2022, angka tes non COVID-19 meningkat 38% Year on Year (YoY). Peningkatan terjadi karena keberadaan model bisnis yang ditunjang kontribusi outlet dan cabang beserta ekosistem internal di dalam layanan RS Bunda. Di sisi lain, jumlah dan distribusi outlet juga meningkat menjadi total 38 outlet diagnosis.

“Ke depan, pengembangan Diagnos akan semakin digencarkan lewat penambahan 5 outlet maupun cabang di beberapa wilayah,” ujarnya. Layanan Morula IVF juga bertambah 26% di tahun 2021. Jumlah cycle di luar Jakarta juga mengalami peningkatan sebesar 36% pada kuartal I/2022.

Sejalan dengan peningkatan itu, penerimaan pasien rawat inap juga bertumbuh 48% YoY. peningkatan lain terjadi pada jumlah bed, yakni dari 408 menjadi 506 di periode yang sama. 3 pilar strategi yang akan dilakukan perusahaan untuk melanjutkan momentum ini adalah dengan memperluas ekosistem, melakukan pendalaman kemitraan strategis, dan penguatan core business.

“Berdasarkan survei kepuasan pasien, terjadi peningkatan kepuasan, salah satunya pada poin konsultasi dokter,” kata Ivan Sini, Komisaris Utama BMHS. Ke depan, pihaknya akan memperkuat core bisnis yang bertumpu pada costumer journey dari mulai pengembangan booking apss hingga pembenahan kualitas customer journey.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)