Summarecon Targetkan Penjualan Rp 4 Triliun

Adrianto P Adhi Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (tengah) saat public expose di Pandan Cafe, Klun Kelapa Gading, Jakarta (7/6)

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2017, PT Summarecon Agung Tbk, (Summarecon) dimana telah diputuskan pembagian dividen adalah sebesar Rp 5,- per lembar saham, atau setara 20 % laba bersih, sekitar Rp 72 miliar.

Selain itu, Summarecon berhasil memperoleh pra-penjualan pemasaran sebesar Rp 3,6 triliun di tahun 2017 atau meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya, di mana produk rumah berkontribusi sebesar 46%, ruko 25%, apartemen 14%, kavling komersial 12% dan 3% untuk produk lainnya.

Menurut Adrianto P. Adhi, Direktur Utama Summarecon. tahun lalu perseroan berhasil membukukan pendapatan pendapatan sekitar Rp 5,64 triliun atau meningkat sekitar 4%, sedangkan laba bersihnya Rp 509 miliar. Tahun ini, kata Lidya Tjio​Direktur Summarecon, perseroan menargetkan pra penjualan pemasaran sekitar Rp 4 triliun atau kenaikan sebesar 12% dibandingkan tahun 2017. Target tersebut diharapkan dapat dicapai dengan dibukanya lokasi pengembangan baru di Makassar yang akan menjadi lokasi pengembangan ke-6 oleh Summarecon.

Rencana untuk pengembangan proyek di Makassar, Summarecon akan mengembangkan township yang terdiri dari landed house, mall dan apartemen di atas lahan seluas 329 hektar. Investasi yang akan digelontorkan sekitar Rp 500 miliar. "Proyek ini baru akan dipasarkan pada Kuartal III nanti," kata Adhi

Kontribusi yang diharapkan dari masing-masing lokasi adalah sebagai berikut: Serpong (34% ), Bekasi (22%), Bandung (21%), Kelapa Gading (10%), Karawang (7%) dan Makassar (6%). "Tahun ini Summarecon menargetkan laba bersih meningkat sekitar 10 persen. "Hingga kuartal pertama tahun ini, kami baru membukukan penjualan Rp 1 triliun," Adhi menambahkan.

Diakui Adrianto, Unit Bisnis Pengembangan Properti masih merupakan unit usaha yang memberikan kontribusi pendapatan dan laba usaha tertinggi yaitu sebesar Rp 3,60 triliun (64% dari total pendapatan) dan Rp 876 miliar (65% dari total laba usaha).

Sedangkan dari Unit Bisnis Investasi dan Manajemen Properti mencatat pendapatan sebesar Rp 1,40 triliun, meningkat sebesar Rp 52 miliar (1%). Unit bisnis ini berkontribusi sebesar 31% atas total pendapatan perusahaan, terutama pendapatan dari pusat perbelanjaan yang memiliki kontribusi sebesar 95% atas total pendapatan dari unit bisnis ini.

Unit bisnis lainnya, yaitu hotel, klub olah raga, town management, rumah sakit dan fasiltas lainnya mencatat pendapatan sebesar Rp 637 miliar, naik sebesar Rp 148 miliar (30%), berkontribusi sebesar 11% atas total pendapatan Perusahaan selama tahun berjalan dan hanya 1% atas total laba usaha Perusahaan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!