Temas Line Tetap Jaga Komitmen Layanan National Network

PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (Temas Line) mengumumkan jajaran direksi barunya. Selain itu, perusahaan pelayaran ini mengukuhkan komitmennya untuk layanan National Network termasuk dukungannya pada program Pemerintah Tol Laut.

Berdasarkan kinerja keuangan tahun 2017, rapor Tems Line merah. Laba bersih anjlok dari Rp231,52 miliar pada tahun buku 2016 menjadi Rp53,05 miliar di akhir 2017. Penurunan drastis ini, dijelaskan oleh Ganny Zheng, Direktur Keuangan Temas Line, disebabkan oleh tiga hal: lonjakan biaya bahan bakar 21,6%, lalu kenaikan biaya bongkar muat 16,8% dan penurunan uang tambang rata-rata  21%. Walau demikian Temas Line tetap memperkuat komitmennya untuk terus mengembangkan strategi berselaras dengan program pemerintah Tol Laut serta mewujudkan pemerataan pertumbuhan ekonomi di setiap daerah dan mengharapkan disparitas harga dapat hilang.

Dengan jangkauan rute National Network yang terkoneksi dari ujung barat Banda Aceh hingga ujung timur di Merauke pada 2017, Temas Line telah mencapai visi menjadi nomor 1 di bidangnya. “Walau terjadi penurunan drastis pada laba bersih, kami sangat mengapresiasi upaya keras tim sales ditengah kondisi bisnis yang memang berat. Penjulanan 2017 terjadi peningkatan sangat tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Ganny.

Target penjualan yang ditetapkan manajemen pada awal 2017 dapat dicapai pada akhir tahun Rp2 triliun atau naik 19,68% dibandingkan tahun sebelumnya pada posisi yang sama. Total aset Temas Line juga mengalami peningkatan 15,56% pada 2017 menjadi Rp 2,91 triliun, tahun sebelumnya Rp 2,52 triliun.

Pada RUPS ini Temas Line melakukan reorganisasi dengan menunjuk anggota manajemen baru dengan komposisi: Harto Khusumo (Komisaris Utama), Alfred Natsir (Komisaris independen), Theo Lekatompessy (Komisaris Independen), Sutikno Khusumo (Direktur Utama), Faty Khusumo (Direktur Pengelola), Teddy Arief Setiawan (Direktur Independen), Harry Haryanto (Direktur Komersial) dan Ganny Zheng (Direktur Keuangan).

Hingga Juni 2018 Temas Line telah melayani 41 pelabuhan naik dibanding 2017 yang melayani 38, ini mengukuhkan perusahaan ini sebagai perusahaan penyedia transportasi laut besar di Indonesia. Terlebih jalur pelabuhan baru  adalah daerah potensial antara lain Agats, Wasior, Bontang, Benete (NTB). Sepanjang tahun 2017 Temas Line telah membuka 10 rute baru, antara lain, Tarjun, Padang, Bengkulu, Fakfak, Berau, Tarakan, Dobo, Kaimana, Nabire dan Bau Bau.

Dari seluruh rute tersebut, yang masuk ke dalam program tol laut T-4, yakni rute : Surabaya Bau Bau Manokwari -Surabaya. Perusahaan berkode saham TMAS ini juga telah sehingga total layanan pelabuhan sampai dengan Juni 2018 adalah 41 pelabuhan, dari sebelumnya 38 pelabuhan pada 2017. Dan total armada kapal yang dimiliki 34 unit berkapasitas 25.785 Teus.

Kemudian sebagai upaya memperkokoh keunggulan National Network,  Temas Line selalu berpartisipasi pada setiap tender tol laut yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pada April 2018, Temas Line memenangkan lelang operator Tol Laut di 2 trayek dan melakukan penandatanganan kerja sama dengan pemerintah. Dua trayek yang digarap Temas Line yakni T-9 dan T-11. T-9 melayani rute Surabaya-Nabire-Serui-Wasior, sedangkan T-11 melayani Surabaya-Timika-Agats-Merauke.

Menurut Harry Haryanto, Direktur komersial Temas Line tren 2018 prospek bisnis ini cukup bagus. “Tol laut merupakan komitmen kami pada Pemerintah bahwa Temas Line akan turut mendukung pengembangan daerah terpencil terutama di Timur Indonesia. Tahun lalu kami sudah melayani tol laut T-11 dan T-9. Dengan memenangkan tender tol laut, kapal kami bisa langsung bersandar tanpa mengantri, ini keuntungannya,” katanya.

Memang secara signifikan belum terlihat dalam pendapatan Temas Line, ditegaskan Ganny, dengan turut berpartisipasi dalam tol laut keuntungan didapat perusahaan adalah kapal tidak mengantri untuk bersandar. “Bayangkan biaya tunggu kapal ketika mengantri, berapa hari kali berapa biaya sewa, jika kapal itu charter,” katanya.

Selanjutnya Temas Line akan membuka perluasan lini bisnis baru untuk menjadi One Stop Service Shipping Company yang menyediakan solusi layanan transportasi laut khususnya pengiriman barang dalam peti kemas dari hulu ke hilir.  Perusahaan terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan agar tetap menjadi pemimpin pasar dengan menerapkan safe delivery & on time sechedule yang dimulai pada 2017.

Temas Line juga melakukan penambahan alat penunjang kegiatan usaha berupa 5.600 unit peti kemas juga dilakukan sehingga total peti kemas per 31 Desember 2017 berjumlah 36.270 unit.

Bersama NSB Group perusahaan pelayanan Jerman, Temas Line bekerja sama melahirkan anak usaha baru yaitu PT Asia Marine T yang bergerak dalam bidang Ship Management. Langkah ini melihat bertambahnya kapal-kapal di Indonesia sebagai peluang. Melalui penandatanganan kerja sama yang dilakukan pada 23 Mei 2017 tersebut diharapkan mampu mendukung kegiatan bisnis pelayaran dalam hal pengelolaan, dan pemeliharaan kapal serta penyediaan awak kapal.

Langkah-langkah lain yang dipersiapkan di antaranya pada tanggal 5 Juni 2018, perusahaan telah menandatangani kerja sama pembangunan 10 unit alat bongkar muat peti kemas dengan Mitsui Engineering and Services Leasing Ltd berupa 4 unit Container Crane (CC) twinlift capacity 65 ton, and 6 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTG). Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung kegiatan usaha utama dalam meningkatkan kecepatan produktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

“Hingga kuartal pertama tahun ini Temas Line telah mencatat peningkatan kapasitasnya hingga 12,59% dibanding periode yang sama tahun lalu, sedangkan pendapatan naik Rp 42,9% tercatat hingga akhir Q1 Rp 33,9 miliar,” ujar Ganny.

Temas Line menargetkan pertumbuhan laba sebesar Rp150 miliar. Sejalan dengan itu, total pendapatan diharapkan naik sebesar 15% dari tahun 2017 dan biaya operasional hingga akhir tahun ini akan ditekan untuk pencapaian laba.

Ganny menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan utilisasi kapal yang dimiliki tahun ini. Juga melakukan langkah-langkah efisiensi dengan layanan-layanan yang ada, mengurangi bangker dan penggunaan BBM dalam melayani 41 pelabuhan. “Untuk layanan internasional, kami memilih menggunakan kapal charter yang sudah termasuk BBM, dengan begitu biaya BBM yang menjadi tantangan tahun lalu bisa kami tekan,” katanya. Ia menyebut tahun ini Temas Line sudah menggunakan 3 kapar charter terutama untuk melayani international services.

Guna menunjang perluasan jangkauan pengiriman barang dan pelanggan potensial, Temas Line akan melanjutkan pembukaan rute-rute baru, di samping upaya menjaga standar pelayanan Perseroan kepada pelanggan dalam hal menjaga kepercayaan, ketepatan waktu dan keamanan pengiriman secara profesional.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)