The Fed Belum Satu Suara, IHSG Menguat

step0001

Pada awal pekan ini, sentimen terhadap ekonomi Indonesia cukup terpukul karena laporan neraca perdagangan bulan Juli yang mengecewakan. Ekspor merosot 17% ke level terendah sejak 2009. Sentimen negatif ini masih ditambah oleh penurunan impor 11% yang memperparah kegelisahan tentang perlambatan laju ekonomi. Walaupun data terkini menimbulkan kekhawatiran tentang kondisi ekonomi Indonesia, kita perlu mengingat bahwa situasi global saat ini memang tidak stabil dan menekan sebagian besar negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.

Terlepas dari perkembangan terkini, prospek perekonomian Indonesia secara umum masih cukup optimis. PDB (Produk Domestik Bruto) kuartal 2 pun menampilkan pertanda stabilitas ekonomi. Data domestik penting di kuartal 2 secara konsisten melampaui ekspektasi. Ada optimisme bahwa UU Pengampunan Pajak akan dapat mendongkrak arus masuk modal sehingga pertumbuhan PDB pun meningkat. Tampaknya jelas bahwa Bank Indonesia berupaya mendorong konsumsi domestik melalui belanja dan pinjaman. Hal ini mungkin dapat menutup pengaruh ketidakpastian eksternal terhadap ekonomi domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak ke level tertinggi 16 bulan setelah rilis notulen rapat FOMC (The Federal Open Market Committee) sepertinya mempertipis harapan hawkish tentang peningkatan suku bunga AS di tahun 2016. Jika melemahnya USD dan membaiknya sentimen terhadap ekonomi Indonesia terus berlangsung, IHSG berpotensi semakin menguat. Di pasar valas, IDR menampilkan ketangguhannya terhadap USD dalam fluktuasi ekspektasi peningkatan suku bunga AS. USD-IDR diperdagangkan di sekitar Rp 13.115.

Investor bullish harus menelan rasa kecewa di hari Rabu karena notulen rapat FOMC yang berimbang tidak memberikan cukup kejelasan tentang kapan Fed (The Federal reserve) akan mengambil langkah dan menaikkan suku bunga. Walau sebagian besar anggota Fed sepakat tentang prospek ekonomi saat ini pasca Brexit, perbedaan pendapat yang jelas terlihat sehubungan dengan kapan suku bunga AS akan ditingkatkan membuat USD rentan melemah. Sebelum notulen FOMC yang pasif, sejumlah anggota hawkish Fed mencoba menciptakan opini bahwa suku bunga AS akan ditingkatkan di bulan September. Sayangnya, upaya ini tidak berhasil menghapuskan ketidakpastian. Prospek ekonomi AS secara umum masih tetap optimis, namun data yang bervariasi bulan ini membuat ekspektasi suku bunga AS terus berfluktuasi. Di pasar valas, USD masih terus sensitif. Kegelisahan pasar mungkin akan mencapai puncaknya menjelang rapat FOMC di bulan September.

“Perhatian investor mungkin akan terarah pada laporan klaim pengangguran yang dapat memberi sinyal lebih lanjut tentang situasi ekonomi AS di tengah ketidakpastian global ini. Jika data ketenagakerjaan AS tetap kuat, maka optimisme peningkatan suku bunga Fed sebelum akhir 2016 pun akan menguat. Indeks Dolar tetap tertekan dan saat ini bearish pada rentang waktu harian. Breakdown di bawah 94.50 dapat memancing para seller untuk mengantarkan harga mendekati 94.00,” ujar Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM, dalam rilisnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)