Timah Pacu Penetrasi Pasar Domestik dan Internasional

Pekerja menata timbunan timah. (Foto: Istimewa )

PT Timah Tbk (TINS) mengapresiasi regulasi pemerintah terkait aspek traceability (asal usul) maupun transparansi cadangan. Regulasi yang juga mewajibkan Competent Person Indonesia (CPI) untuk memverifikasi cadangan dan asal-usul bijih timah tersebut telah memberikan keunggulan kompetitif bagi perseroan untuk memperkuat posisi pasar (market positioning) perseroan di dalam negeri dan internasional. Penerapan regulasi tersebut menunjukkan kesiapan Indonesia secara keseluruhan untuk dapat memenuhi “responsible sourcing standard” yang akan diterapkan di pasar internasional.

Selain aspek regulasi, perkembangan perusahaan dan kondisi pertimahan turut disampaikan pada April 2019, London Metal Exchange atau LME berencana untuk memperkenalkan Responsible Sourcing Principles untuk semua merek dari produk metal yang terdaftar di LME mulai tahun 2020. Sesuai dengan berbagai persyaratan terkait standar transparansi, lingkungan hidup, kesehatan dan keselamatan kerja. Praktik seperti ini menunjukkan bahwa dari sisi demand, pihak pembeli di pasar internasional makin menunjukkan concern yang lebih tinggi terhadap sisi supply terkait praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab.

Hadirnya regulasi baru dari Kementerian ESDM turut mendorong dan meningkatkan secara keseluruhan, kinerja operasional TINS pada semester I/2019 yang berhasil lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode ini, produksi logam TINS mencapai 37,7 ribu metrik ton atau naik 3 kali lipat dari 12,3 ribu metrik ton.

Dari sisi penjualan, logam timah naik menjadi 31,6 ribu metrik ton dari 12,7 ribu metrik ton. Sebanyak 98% penjualan ditunjukkan untuk pasar ekspor.Untuk mendukung usaha perusahaan berpelat merah ini, manajemen perusahaan menggenjot aspek komersial yang diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di April lalu yang menyetujui untuk menambah seorang anggota Direksi yaitu Direktur Niaga sehingga ke depannya perusahaan akan lebih fokus untuk memperkuat aspek komersial.

Vice President Investor Relation TINS, Adi Hartadi, menyatakan dalam beberapa bulan terakhir ini, TINS berupaya untuk melakukan penetrasi pasar yang lebih luas di pasar internasional didukung oleh kualitas produk logam timah yang dikenal di pasar internasional dan domestik serta peluang dari perang dagang antara AS vs China.” Untuk memperluas basis pelanggan, TINS di bulan ini menjalin kerja sama dengan Bursa Komoditas lainnya yaitu dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) yang bekerja sama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) selaku lembaga kliring dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) selaku pengelola gudang,” ujar Adi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Langkah ini, lanjut Adi, merupakan usaha dari perusahaan dalam memantapkan sinergi BUMN untuk menunjukkan peran nyata sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat Bangka Belitung, yang merupakan lokasi dari pertambangan timah perusahaan sejak awal berdiri hingga kini. Harga saham TINS pada Selasa ini ditutup pada level Rp 960, turun tipis sebesar 0,52% dari Rp 965 pada perdagangan Senin pekan ini.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)