Tips Investasi Aman Kala Pandemi

Pandemi Corona mendorong masyarakat lebih sadar akan pentingnya mengelola keuangan dengan baik guna mengantisipasi kebutuhan masa depan. Kini masyarakat pun mulai beramai-ramai melakukan investasi.

Di Tokopedia misalnya, peningkatan dana kelola reksadana selama pandemi meningkat 30\% dibandingkan bulan biasa. Sementara pertumbuhan pengguna emas meningkat 20 kali lipat dengan peningkatan transaksi hampir 30 kali lipat.

“Selama dua tahun ke belakang, transaksi Tokopedia Reksadana bertumbuh hampir 27 kali lipat. Adapun jumlah penggunanya bertumbuh lebih dari 57 kali lipat,” ujar Senior Lead Fintech Tokopedia, Marissa Dewi melalui virtual media briefing, Rabu (15/10/2020).

Financial Consultant Prita Hapsari Ghozie pun mengapresiasi masyarakat yang sudah mulai berinvestasi sejak dini. Berinvestasi sedikit demi sedikit dinilai akan mendorong masyarakat lebih percaya diri untuk menyisihkan uang.

Namun, ia mengingatkan, masyarakat harus menyiapkan dana darurat terlebih dahulu ketimbang investasi. Jika dirasa sudah ada pegangan untuk dana darurat, investasi apapun saat resesi dinilai akan aman. Adapun besaran dana darurat yang harus dipersiapkan adalah sebesar 12 kali dari pengeluaran rutin bulanan.

"Pengeluaran kita itu dikalikan 12, berarti apabila pengeluaran rutin kita itu sebanyak Rp 5 juta, maka dana darurat yang harus kita buat adalah Rp 60 juta. Itu cukup safe-lah, untuk anggaran rumah tangga," katanya yang menambahkan bahwa dana darurat tersebut bisa disimpan sementara waktu ke reksadana pasar uang sehingga bisa berkembang sebelum ditarik atau digunakan.

Dia juga mengingatkan, masyarakat perlu mempelajari serta memilih jenis investasi sesuai dengan risiko dan tujuan keuangan masing-masing. Masyarakat dihimbau untuk belajar memahami produk investasi dan memastikan bahwa produk yang dipilih telah memiliki izin yang tepat serta menyajikan portofolio laporan investasi yang transparan.

"Sebenarnya selama investasinya itu sesuai dengan tujuan keuangan itu tidak masalah. Jadi ada orang yang ketakutan misalnya investasi saham, itu tidak masalah, tapi harus untuk benar-benar 10 tahun lagi. Jangan mau niatnya trading, kalau trading beda cerita," katanya.

Alternatif lain kata Prita, emas dan reksadana pasar uang yang dinilai sebagai investasi yang paling diperlukan saat resesi karena termasuk instrumen yang aman. Jika masih ada sisa uang, barulah dia menyarankan untuk di investasikan di saham.

"Emas itu akan selalu diperlukan di saat resesi karena dia akan menjadi safe haven. Untuk menjaga nilai kekayaan, kita butuh safe haven yaitu emas dan untuk growth-nya kalau Anda masih punya uang lagi silakan beli saham tapi saham yang benar," tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)