Total Portofolio Kredit dan Trade Finance Danamon Tumbuh 6%

Direksi Bank Danamon Berfoto Usai Pemaparan Kinerja Kuartal I - 2019

PT Bank Danamon Tbk membukukan total portofolio kredit dan trade finance sebesar Rp 138 triliun pada kuartal pertama tahun 2019. Jumlah itu mengalami kenaikan 6% dibandingkan setahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh permintaan konsumen yang kuat di sejumlah segmen kunci, seperti Consumer Mortgage dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance.

Bank ini juga mencatatkan kualitas aset yang sehat, dengan posisi rasio kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) menjadi 2,8% dibandingkan 3,2% setahun sebelumnya. Pada tiga bulan pertama tahun 2019, Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after taxes/NPAT) sebesar Rp 933 miliar.

"Terkait kinerja, kredit yang kami salurkan terus bertumbuh khususnya di sejumlah segmen bisnis, termasuk Consumer Mortgage, pembiayaan kendaraan bermotor, enterprise banking dan UKM," ujar Satinder Ahluwalia, CFO dan Direktur Bank Danamon.

Portofolio kredit consumer mortgage tumbuh 27% menjadi Rp 8,3 triliun. Sementara kredit di segmen enterprise banking yang terdiri dari perbankan korporasi. Perbankan komersial dan institusi keuangan naik 7% menjadi Rp 39,5 triliun. Untuk segmen perbankan UKM mencatatkan pertumbuhan sebesar 6% menjadi Rp 31,1 triliun.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 14% secara setahunan menjadi Rp 52,6 triliun pada kuartal pertama tahun 2019. Pertumbuhan yang sehat ini didukung oleh pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat yang tumbuh masing-masing sebesar 14% dan 15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 10% menjadi Rp 136,4 triliun dibandingkan setahun sebelumnya.

Rasio kecukupan modal Bank Danamon (CAR) tetap menjadi salah satu yang terkuat dikelasnya. CAR Bank-only masing-masing berada pada posisi 22,0% dan 22,8%.

Untuk giro dan tabungan (CASA) naik 2% menjadi Rp 50,9 triliun, sementara Deposito naik 11% menjadi Rp 59,5 triliun. Dengan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) pada posisi 96,4%, likuiditas Bank terkelola dengan baik untuk mendukung pertumbuhan ke depan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)