Toyota Investasi Rp 70 Miliar Untuk Pengembangan SDM

PT Toyota Manafacturing Motor Indonesia (TMMIN) membenamkan investasi Rp70 miliar untuk pengembangan pendidikan vokasional, khususnya  bidang maintenance. Hal tersebut berkaitan dengan masih kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) terampil bidang maintenance industri otomotif.

Manajemen TMMIN menilai masih kurang selarasnya antara program yang diberikan oleh lembaga pendidikan vokasional yang saat ini ada dengan kebutuhan industri, sehingga melahirkan lulusan yang belum siap pakai di dunia kerja.

“Investasi yang cukup besar karena biaya pendidikan vokasi itu memang besar. Selain itu, melihat potensi Indonesia di bidang industri otomotif. Dengan adanya lembaga pendidikan vokasi formal, terutama bidang otomotif dapat meningkatkan daya saing di sektor ini,” kata Direktur Administrasi PT TMMIN, Bob Azam, di Karawang, Kamis (25/8/2016).

Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) berlokasi di Kerawang Barat mulai menjalankan pendidikan pada tahun 2015 lalu dengan jumlah mahasiswa angkatan pertama 32 orang. Para mahasiswa tersebut akan dibekali kemampuan utama dalam penguasaan keterampilan praktis teknologi manufacturing otomotif.

Direktur Toyota Indonesia Akademi (TIA), Akti Afien Wibhawa, mengatakan, akademi yang mereka dirikan dapat menjadi percontohan bagi sektor otomotif untuk mengembangkan pendidikan vokasional. “Ya, semoga akademi ini dapat menjadi standar pendidikan vokasional di Indonesia,” kata Afien saat ditemui pada Acara Wisuda Angkatan I AKTI di Karawang Barat.

Kualitas lulusan AKTI, lanjut Afien, merupakan lulusan terbaik dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena disaring dari 500 peserta seleksi menjadi 32 mahasiswa yang disaring dari beberapa kota di Indonesia yakni Aceh, Medan, Bekasi, Jakarta, Kerawang, Purwakarta, Indramayu, Cibinong, Bandung, Tasikmalaya, Purworejo, Sleman, Kulonprogo, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar. Para mahasiswa mendapatkan pendidikan selama satu tahun seputar maintenance dan mendapat sertifikasi tingkat Diploma 1.

IMG_7107

Afien mengatakan, dana yang dikucurkan untuk pembiayaan pendidikan angkatan pertama mencapai Rp 3,3 miliar. Dana tersebut berasal dari sumbangan TMMIN. Selama menjalani pendidikan di AKTI, para peserta mendapat pelatihan khusus dengan total 40 sks yang terbagi dalam 60% keterampilan, 20% tentang sikap, dan 20 persen pengetahuan umum.

Terkait pengembangan lebih lanjut lulusan angkatan pertama AKTI, nantinya akan disinergikan dengan program pelatihan yang dimiliki oleh TMMIN sebelumnya seperti TMMIN Learning Center (TLC).

Pihak TMMIN menargetkan dapat menyerap 100-150 peserta didik setiap tahunnya. Dengan demikian pada 10 tahun mendatang AKTI dapat menghasilkan 1000 tenaga kerja terampil. Namun jumlah peserta untuk angkatan pertama dan kedua berjumlah 32 orang tiap angkatannya. Hal tersebut terkait dengan masih adanya evaluasi yang terus dilakukan dari TIA agar mencetak lulusan yang siap digunakan untuk industri otomotif.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)