TRIS Tingkatkan Efisiensi di 2021

Foto : TRIS

PT Trisula International Tbk (TRIS) membukukan penjualan senilai Rp 1,14 triliun pada 2020, dengan kontribusi pendapatan yang berimbang antara ekspor dan lokal. Pandemi Covid-19 berdampak cukup signifikan terhadap perekonomian global maupun domestik, namun TRIS dan entitas anaknya tetap mempertahankan eksistensi di pangsa pasarnya.

Santoso Widjojo, Dirut TRIS, menjelaskan tantangan bisnis di pandemi ini disikapi TRIS beserta entitas anaknya terdorong untuk melakukan diversifikasi produk dengan memberdayakan divisi Research and Development berinovasi membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar selama pandemi, seperti produk alat pelindung diri (baju hazmat dan masker non-medis), seragam tenaga medis, dan pakaian fungsional.

Produk ini dipasarkan ke pasar domestik maupun internasional. “Selain itu, perseroan juga terus mengembangkan penjualan melalui e-commerce sebagai upaya mengatasi kendala penurunan trafik akibat PSBB. Oleh karena itu kami yakin di masa mendatang TRIS akan mampu meraih kinerja yang lebih baik lagi,” ujar Santoso di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Sejalan dengan pandangan ke depan terkait nilai saham, TRIS berencana untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback saham) yang akan diajukan persetujuannya pada RUPSLB pada 27 Mei 2021 karena harga saham perseroan saat ini belum mencerminkan nilai atau kinerja yang sesungguhnya, dan potensi kinerja saham di masa mendatang sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi nasional dan internasional.

TRIS di 2020 itu membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,14 triliun atau turun sebesar 22,82% dibandingkan pendapatan yang sama tahun 2019. Kontribusi pendapatan lokal sekitar 50% dan pendapatan ekspor sekitar 50% dari total penjualan tersebut. Pendapatan lokal TRIS ini didukung oleh anak usaha, yaitu PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), sedangkan untuk pendapatan ekspor mayoritas dihasilkan dari entitas anak, yaitu PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing dan PT Trimas Sarana Garment Industry.

Meskipun kondisi pandemi di 2020 memberi tekanan yang tinggi kepada perseroan, namun jika dilihat dari laba sebelum beban pajak penghasilan, TRIS tetap bisa mencetak hasil positif sebesar Rp 11,9 miliar. “Oleh karena itu, di tahun 2021, perseroan akan terus meninjau dan meningkatkan efisiensi biaya operasional serta fleksibilitas terhadap kapasitas produksi sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap laba perseroan,” tambah Santoso.  Selain itu, sinergi antara entitas anaknya akan terus dimaksimalkan agar dapat meningkatkan inovasi, fleksibilitas, efisiensi sehingga menghasilkan kinerja yang lebih baik, serta menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19 yang masih berjalan sampai dengan saat ini.

Perseroan berupaya untuk mempertahankan pangsa pasar yang sudah ada dan terus membuka peluang untuk pasar baru pada tahun yang penuh tantangan bagi setiap sektor ini, tidak terkecuali TRIS yang turut merasakan dampaknya. “Namun, Perseroan optimis kinerja tahun 2021 akan lebih baik, dengan program vaksinasi yang cukup lancar dan Pemerintah yang cukup tanggap dalam menyikapi pandemi ini,” imbuh Santoso.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)