Trisula Textile Bagikan Dividen Rp2,5 per Saham

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 3,62 miliar. Jumlah itu setara Rp 2,5 per lembar saham dari laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk yaitu Rp 21,16 milliar. Dengan demikian total dividen yang akan dibagikan sekitar 17 persen dari laba bersih pada 15 Juli 2020.

Hal ini disampaikan dalam acara Paparan Publik perseroan yang diselenggarakan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Trisula Center, Jakarta (15/06/2020).

Pada kesempatan itu disetujui juga perubahan/pemecahan nilai nominal per saham (stock split), sehingga selanjutnya mengubah ketentuan pasal 4 ayat 1 dan ayat 2 Anggaran Dasar perseroan, serta menetapkan perubahan pasal 3 berkaitan dengan penyesuaian kegiatan usaha penunjang.

Jika melihat dari riwayat dividen, maka BELL sudah membagi dividen tiap tahun sejak 2017. "Sebagai perusahaan yang sudah hadir lebih dari 50 tahun, BELL akan terus memperluas pasar dengan menawarkan keunikan produk serta kualitas untuk kepuasan dan kebutuhan pelanggan. Kami berharap BELL dapat terus berkontribusi dalam industri tekstil di Indonesia,” tutur Karsongno Wongso Djaja, Direktur Utama BELL.

Emiten tekstil dan garmen serta pemasok seragam perusahaan ini juga melakukan inovasi terhadap tren new normal. Salah satunya adalah mengembangkan kain sehat yang diklaim bisa menjawab kebutuhan konsumen di era new normal ini yang lebih peduli terhadap kesehatan, namun tetap ingin tampil dengan baik. Menurut Karsongno, kain tersebut dilengkapi dengan proses dan finishing khusus.

“Pandemi Covid-19 yang tengah bergejolak saat ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua termasuk kami di industri tekstil. Mulai dari operasional, rantai pasokan hingga penjualan, serta kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional dan dunia," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya harus berhati-hati dalam mengkaji target dan rencana bisnis tahun 2020, di mana salah satunya ialah dengan melakukan continuous improvement dan diversifikasi produk dengan meluncurkan variasi produk Kain Sehat.

"Salah satu aplikasi Kain Sehat di masa new normal ini adalah dengan membuatnya jadi produk perlindungan tambahan, yaitu foldable jacket (jaket lipat) yang fleksibel untuk kebutuhan beraktivitas sehari-hari. Foldable jacket ini terbuat dari kain sehat yang memiliki feature antimicrobial, water repellent, breathable, serta perawatan yang mudah," jelasnya.

Dia menambahkan, Kain Sehat ini juga menggunakan kain yang telah tersertifikasi Standard 100 dari OEKO-TEX dan telah melalui test AATCC 42 dan AATCC 127 sehingga nyaman digunakan.Selain mengembangkan produk Kain Sehat untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang peduliterhadap kesehatan, BELL juga telah melakukan diversifikasi produk.

Bekerja sama dengan perusahaan garment di Grup Trisula, BELL memproduksi Alat Pelindung Diri berupa masker non medis dan baju hazmat sejak April lalu. Produk baju hazmat dan masker non medis yang diproduksi BELL ini dibuat menggunakan bahan kain woven polyester yang sudah tersertifikasi Standard 100 dari OEKO-TEX dilengkapi dengan antimicrobial berlabel “silverplus protection” yang sudah tersertifikasi Bluesign Approved dan OEKO-TEX, serta water repellent dengan label “bionic finish eco” yang sudah tersertifikasi Bluesign Approved.

Strategi lainnya untuk mendukung inovasi-inovasi tersebut ialah BELL terus melakukan peremajaan mesin. “Kami terus melakukan continuous improvement melalui revitalisasi mesin dengan teknologi baru, serta mengoptimalkan kegiatan operasional untuk menjaga keberlangsungan perseroan,” katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)