Trisula Textile Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

Salah satu pilar usaha Grup Trisula Corporation, PT Trisula Textile Industries Tbk, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini  (3/10/2017) dengan kode saham BELL.

Perusahaan garmen ini menjadi perusahaan ke-23 yang melakukan initial public offering (IPO) tahun ini. Pada penawaran umun perdana saham BELL mencatatkan oversubscribed sebanyak 1,62 kali. Pada pembukaan perdagangan, harga saham BELL naik 7,33% ke level Rp 161 per saham.

Harga perdana sahamTrisula ditawarkan antara Rp140-150 per saham. Artinya, dengan melepas hingga 300 juta lembar saham atau 20,69% dari modal disetor dan ditempatkan perusahaan, maka perusahaan di sektor tekstil ini diperkirakan mendapatkan dana Rp 45 miliar.

Direktur Utama PT Trisula Textile Industries Tbk ,  Karsongno Wongso Djaja, memaparkan dana hasil IPO sebesar Rp 45 miliar itu, sebanyak 71% akan digunakan untuk membeli mesin-mesin guna mendukung proses produksi perseroan. Sedangkan sisanya 29%, dana akan dialokasikan untuk modal kerja guna mendukung operasional perusahaan.” Mesin yang akan dibeli baik di tahun 2017 maupun di tahun 2018 sebagian besar adalah mesin weaving,” kata dia.

Selain menawarkan saham ke publik, perseroan juga memberikan alokasi saham kepada karyawan atau employee stock allocation (ESA) sebesar 0,38% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum atau 1,15 juta saham. R. Nurwulan Kusumawati, Direktur Keuangan & Administrasi merangkap Sekretaris Perusahaan Trisula, menambahkan, “Program ESA ini ditujukan untuk karyawan perseroan dan anak usaha yang berjumlah sekitar 400 orang dan tidak diperuntukan bagi direksi dan komisaris. ESA ini bertujuan untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap perseroan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan.”

Setelah penawaran umum dan ESA, komposisi pemegang saham utama perseroan menjadi sebagai berikut: PT Inti Nusa Damai memiliki saham sebanyak 78,52% dari sebelumnya 99%, PT Trisula Insan Tiara memiliki 0,79% saham dari sebelumnya 1%, sedangkan karyawan memiliki 0,08% saham dan masyarakat atau publik 20,61% saham.

 

Secara operasional, saat ini, Trisula didukung oleh tujuh anak usahanya yakni PT Mido Indonesia, PT Cakra Kencana, PT Savana Lestari, PT Sinar Abadi Citranusa, PT Permata Busana Mas, PT Prima Moda Kreasindo, dan PT Tricitra Busana Mas.Berdasarkan Laporan Keuangan Per 31 Maret 2017, aset Trisula tercatat sebesar Rp 414 miliar, naik 7% dari akhir tahun 2016 sebesar Rp 387,98 miliar. Pendapatan perusahaan per 31 Maret 2017 mencapai Rp 111,35 miliar, terbagi atas penjualan lokal Rp 104,36 miliar dan penjualan pasar ekspor sebesar Rp 6,99 miliar. Akhir tahun 2016, penjualan lokal Trisula memencapai Rp 381,52 miliar, sedangkan penjualan ekspor sebesar Rp 34,64 miliar. Pada tahun 2016, pendapatan perseroan di-support paling besar dari bisnis polyester Rp 255,07 miliar, sisanya dari bisnis uniform (seragam korporat) Rp 130,62 miliar dan Rp 30,47 miliar dari poly/rayon.

Trisula Textile selain mempercayakan penjamin pelaksana emisi kepada PT Lotus Andalan Sekuritas, juga terdapat penjamin emisi efek lainnya seperti: PT Artha Sekuritas Indonesia, PT Erdikha Elit Sekuritas, PT KGI Sekuritas Indonesia, PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, PT Panin Sekuritas Tbk, dan PT Profindo Sekuritas Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)