Valuasi KBM App Melesat Setelah Secondary Market 2023

Setelah menggalang dana di Fundex pada Juni-Juli 2022, KBM membuka pasar sekunder yang diselenggarakan FundEx dan berlangsung selama 10 hari kerja, terhitung sejak 21 Agustus 2023 hingga 1 September 2023. Pasar sekunder merupakan pelaksanaan mandat dari kebijakan OJK POJK 57 tahun 2020 tentang pasar sekunder di Securities CrowdFunding (SCF).
Aplikasi KBM (Komunitas Bisa Menulis) bermula dari belajar membaca dan menulis online yang menjadi tren untuk berbagai kalangan yang muncul sejak Mei 2020. KBM memiliki peta jalan menuju IPO dalam satu atau dua tahun mendatang dan sedang sangat serius dalam proses persiapan untuk menuju ke sana.
Keberhasilan ini merupakan sejarah baru di Indonesia. Agung Wibowo, CEO Fundex mengungkapkan, “KBM merupakan satu-satunya startup yang telah berhasil merilis saham di pasar primer dan memperjualbelikan saham tersebut di pasar sekunder FundEx sebagai platform Securities Crowdfunding.”
Pasar sekunder ini memungkinkan pemilik saham KBM App untuk menjual saham yang mereka beli melalui Fundex, dan membuka peluang investor lama untuk menambah lembar kepemilikan saham serta memberi kesempatan investor baru untuk ikut memiliki saham KBM App.
Securities crowdfunding memungkinkan UKM dan startup untuk menerbitkan saham dan mendapat permodalan dari publik. Dan KBM berhasil merilis saham di pasar primer dan memperjualbelikan saham tersebut di pasar sekunder FundEx sebagai platform Securities Crowdfunding. Hal ini merupakan sebuah gebrakan baru bagi UKM dan startup di Indonesia. Melalui pendanaan SCF, UKM dan atartup dapat mengembangkan usahanya sehingga bisa mencapai scalability yang ditargetkan.
Berdasarkan trading history di sistem Fundex, saat pasar sekunder ditutup Jumat 1 September 2023 pukul 16.00, tercatat telah terjadi transaksi dengan volume 155 lembar saham KBM dengan total nilai Rp 267.672.000
Saham dibuka dengan harga Rp 1.897.500 per lembar, atau 10% di atas harga saat penjualan Juli 2022 senilai Rp 1.725.000. Perlu diketahui, saat crowd funding tahun lalu, KBM berhasil menjual 1.154 lembar saham dengan total penjualan senilai Rp1.990.650.000 nyaris dua kali lipat dari target awal senilai Rp 1 miliar. Dengan penjualan tersebut, nilai per lembar saham adalah Rp 1.725.000.
Selama minggu pertama, sebagaimana penjualan saham pada umumnya, terjadi perdagangan dengan nilai yang pasang surut. Namun, menjelang penutupan pasar sekunder, saham akhirnya bergerak naik hingga akhirnya ditutup dengan harga Rp2.200.000 per lembar saham.
Dengan jumlah lembar saham KBM App yang berjumlah 40.154 lembar, harga terbaru tersebut valuasi KBM App meningkat menjadi Rp 88.338.800.000. Ini menunjukkan nilai valuasi KBM App meningkat 20-an % dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 75.000.000.000 saat pertama kali di jual.
CEO KBM App Isa Alamsyah mengungkapkan, perkembangan positif secondary market ini membuat langkah KBM App semakin mantap menuju Initial Public Offering (IPO). “Dengan pencapaian ini KBM App berharap langkah menuju IPO semakin dekat, karena KBM App sejak awal didirikan hingga saat ini masih menjadi salah satu start up paling sehat di Indonesia yang selalu berhasil membukukan keuntungan, tidak membakar uang, dan secara konsisten meningkatkan valuasi. Sampai jumpa di IPO KBM di masa tahun mendatang,” ungkap Isa.
Swa.co.id
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.