Waskita Beton Incar Pendapatan Tahun 2019 Capai Rp9,37 Triliun

Peserta Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2018 PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), menyetujui pembayaran dividen Rp22,5 per lembar saham atau total Rp551,61 miliar. Jumlah dividen itu 50% dari total laba bersih tahun 2018 sebanyak Rp1,1 triliun.

“Sisa laba bersih tahun 2018 sebesar 5% untuk cadangan dan 45% ditempatkan sebagai laba ditahan perseroan,” kata Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk., Jarot Subana usai RUPST di Jakarta (24/4/2019).

Hingga akhir tahun 2019, Jarot menargetkan pendapatan perseroan mencapai Rp9,37 triliun dan laba bersih Rp1,31 triliun.

Adapun kinerja keuangan tahun 2018 WSBP yang ciamik ditunjukkan dengan pendapatan usaha sebesar Rp8 triliun atau meningkat 13% (year-on-year). Sedangkan, laba bersih di 2018 sebesar Rp1,1 triliun atau naik 10% dari pencapaian tahun 2017 sebesar Rp1 triliun.

Penerimaan embayaran termin selama 2018 sebesar Rp11,4 triliun atau naik 148% dari penerimaan pembayaran termin pada 2017 yang hanya Rp4,6 triliun. Penerimaan pembayaran termin tersebut berasal dari pekerjaan tambahan proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Tol Batang-Semarang, Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Tol Pematang Panggang-Kayu Agung (PPKA), Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung.

Sementara itu, perolehan nilai kontrak baru pada 2018 sebesar Rp6,7 triliun. Jumlah ini melampaui target NKB 2018 sebesar Rp 6,56 triliun. Perolehan nilai kontrak baru ini berasal dari beberapa proyek besar yang tengah disuplai oleh WSBP yaitu proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Tebing Tinggi-Parapat, dan proyek lainnya. Sehingga nilai kontrak dikelola WSBP hingga akhir tahun 2018 sebesar Rp 17,34 triliun. “Jumlah itu lebih besar sekitar 22% dari target kuartal I. Awalnya kami mencanangkan kontrak baru di kuartal I sebesar Rp 1,8 triliun,” jelas Jarot.

Tahun 2019, WSBP mengincar perolehan kontrak baru sekitar Rp 10 triliun. Artinya, pencapian kontrak baru di Kuartal I/2019 sudah mencapai 25% dari total kontrak yang ditargetkan. Sebesar 60% kontrak baru berasal dari induk dna sisanya eksternal.

Jarot juga mengungkapkan bahwa perseroan akan menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar. Jumlah ini bagian dari obligasi berkelanjutan dengan nilai pokok maksimal Rp 2 triliun. Rencanannya, dana obligasi ini akan dimanfaatkan untuk belanja modal.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)