Waskita Beton Kuatkan Posisi di Bursa Saham

Mengawali tahun 2018, Waskita Beton Precast (WSBP) berhasil mencatatkan diri dalam Indeks LQ45 atau 45 saham unggulan yang tergolong kategori likuid periode Februari-Juli 2018.

Selain itu, saham WSBP juga masuk dalam Indeks Kompas 100 saham perusahaan publik yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham yang terpilih untuk masuk ke dalam indeks Kompas 100 merupakan saham yang memiliki likuiditas tinggi, nilai kapitalisasi pasar yang besar, dan saham-saham yang berkinerja baik.

Pencapaian ini semakin didukung oleh masuknya WSBP dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017. Hal ini dikarnakan saham WSBP merupakan saham liquid. Selain itu, perusahaan juga mampu memenuhi syarat utama untuk masuk ke dalam indeks MSCI, yakni berdasarkan kinerja fundamental emiten, likuiditas, dan kapitalisasi pasar.

"Masuknya WSBP dalam indeks tersebut diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan harga saham ke depannya. Hal ini dikarenakan indeks masih menjadi acuan bagi investor untuk melihat pergerakan pasar dan kinerja portofolio investasinya,"  ujar MC Budi Setyono, Direktur Keuangan & Risiko PT Waskita Beton Precast Tbk.

Pihaknya yakin upaya menaikkan sisi fundamental perusahaan yang telah dilakukannya merupakan upaya konkrit dalam mendorong perusahaan masuk dalam jajaran indeks tersebut. "Saham yang memiliki kinerja fundamental yang baik dan likuiditas tinggi akan dapat menarik antusiasme pasar untuk melakukan transaksi. Sehingga nantinya juga akan meningkatkan kinerja saham perusahaan," dia menambahkan.

Peningkatan kualitas produk dan layanan di berbagai proyek yang dikerjakan menjadi agenda perusahaan dalam memenangi persaingan di industri konstruksi tanah air pada tahun ini. Salah satunya adalah dengan melakukan sertifikasi sistem manajemen terintegrasi versi terbaru. Di mana, pada akhir tahun 2017 lalu, WSBP memperoleh tiga sertifikasi sistem manajemen terintegrasi yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Tahun ini WSBP menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp9,7 triliun dan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun. Sedangkan dari sisi produksi, kapasitas produksi tahun ini mencapai 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu- 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Penajam dan Medan serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)