Waskita Beton Siapkan Pabrik di Kaltim

Pembangunan infrastruktur transportasi. (Ilustrasi Foto : Istimewa).

Rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan, memacu PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyiapkan sebuah pabrik di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Pabrik ini dibangun dengan tujuan untuk menyerap potensi pasar ke depan di wilayah Tengah dan Timur Indonesia, bahkan pasar regional di Asia Tenggara.

Pabrik Penajam ini memiliki kapasitas produksi sebesar 250 ribu ton/tahun. Plant ini memproduksi produk precast berupa box girder, PCT girder, square pile dan CCSP. Dengan fasilitas penunjang yang sudah ada berupa area produksi, area workshop dan area pengolah limbah, WSBP berencana untuk ekspansi dengan memiliki dermaga sendiri, sehingga sangat mempermudah dalam akses pengiriman produk-produk precast langsung dari plant tersebut ke pulau-pulau lainnya karena memiliki lokasi yang strategis dengan Teluk Balikpapan.

Sementara itu, WSBP pada Juli 2019, mendapatkan kontrak baru yang berasal dari pasar eksternal dengan porsi yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Porsi perolehan nilai kontrak baru dari pasar eksternal tersebut tercatat sebesar 48,19%, lebih tinggi dari porsi perolehan sepanjang tahun 2018 yang sebesar 36,41%.

Jarot Subana, Direktur Utama WSBP, menyatakan perolehan ini telah melampaui target dari strategi yang dilaksanakan WSBP tahun ini untuk memperluas pasar eksternal sebesar minimal 40%. “Perusahaan masih memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh di Indonesia dan peluang pasar di Indonesia masih besar maka kami fokus untuk menangkap peluang tersebut,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Perusahaan juga tetap menjaga sinergi dengan Grup Waskita untuk proyek-proyek yang bersifat pengembangan bisnis, inovasi pengembangan produk baru, seperti tiang listrik beton, bantalan rel kereta api tipe 1067, precast gedung, dan façade serta menginisiasi kerjasama dengan perusahaan global yang tengah beroperasi di Indonesia.

Sebagai tambahan, perolehan nilai kontrak baru di Juli 2019 adalah sebesar Rp 3,29 triliun atau sekitar 31,7% dari target nilai kontrak baru 2019. Perolehan nilai kontrak baru ini berasal dari beberapa proyek besar, antara lain Addendum Proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) Seksi 2 dan 3, Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Proyek Jalan TolBekasi-Cawang-Kampung Melayu Ramp on & off, Proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 2A, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, Apartemen Tokyo-Agung Sedayu Grup, Bendungan Luwikeris, PLTGU Tambak Lorok, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Bandara Sultan Hasanuddin, dan proyek lainnya.

Adapun hingga Juli 2019, WSBP telah menyelesaikan sejumlah proyek-proyek strategis nasional, di antaranya:

Proyek                                     Panjang (km)       Nilai Kontrak (Rp)
LRT Palembang                      23,4                       1,06 triliun
Tol Becakayu Seksi 1A-C       21,4                       3,1 triliun
Tol Batang-Semarang            75                          1,82 triliun
Tol Pejagan-Pemalang           57,5                      1,30 triliun
Tol Soker (Solo-Kertosono)   177                       1,49 triliun
RDMP Balikpapan                    -                          132 miliar

Dalam jangka menengah, sesuai Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024, WSBP siap mendukung sasaran pembangunan infrastuktur, seperti: infrastruktur pelayanan dasar (hunian rumah, akses sanitasi, irigasi, bendungan), infrastruktur untuk mendukung perkotaan (angkutan masal), energi ketenagalistrikan (penyediaan energi nasional) dan infrastruktur ekonomi (jaringan kereta cepat, pelabuhan, jembatan udara, jalan tol dan jalan nasional). WSBP sudah memiliki lini produk yang sesuai untuk dapat memenuhi kebutuhan beton di seluruh proyek tersebut.

ww.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)