YELO Incar Pendapatan Rp 60 Miliar

Direktur Utama YELO, Wewy Suwanto. (Tangkapan layar : Vicky Rachman/SWA)

PT Yellow Integra Datanet Tbk mengembangkan bisnis barunya, yaitu lokal data, untuk merespons tren permintaan konektivitas konsumen. Pengembangan bisnis ini pasca mulai dilaksanakannya right issue perseroan. Direktur Utama Yelooo Integra Datanet, Wewy Suwanto mengatakan salah satu tujuan rights issue adalah pengembangan bisnis ke beberapa sektor, seperti bisnis digital product, data dalam negeri dan internet cepat berbasis fiber optic.

“Perseroan bertransformasi dari yang dulu fokus pada luar negeri, saat ini mulai perlahan-perlahan diubah ke dalam negeri dan sudah membawa hasil signifikan terhadap pendapatan perusahaan, dimana pada tahun ini kami menargetkan dapat meraih pendapatan sebesar Rp 60 miliar,” ujar Wewy di Jakarta, beberapa waktu lalu

Sebagai informasi, perseroan di periode sebelumnya mengalami penurunan yang signifikan karena pandemi Covid-19 lantaran seluruh kegiatan traveling berhenti total. Tercatat pendapatan usaha tahun 2020 hanya mencapai Rp 2,27 Miliar. Mulai awal tahun ini, perseroan merubah segmentasi ke pelanggan dalam negeri dengan market WFH. Layanan tersebut cukup membantu perkembangan produk dan layanan Passpod. Saat ini Passpod juga menambah layanan digital product paket data operator lokal.

Lebih lanjut Wewy menambahkan, Yelooo Integra Datanet juga fokus menyediakan Infrastruktur dan layanan Internet cepat berbasis serat optic (fiber optic), “Aplikasi berbasiskan conectivity akan menjadi dasar dari seluruh pengguna. Emiten teknologi di bidang jasa penyewaan alat teknologi komunikasi yang sahamnya berkode YELO ini optimistis langkah ini dapat memberikan hasil yang positif bagi perseroan ke depannya.”Industri travel yang mulai kelihatan akan bangkit kembali sehingga layanan Connectivity di 120 negara akan makin melengkapi layanan Conectivity YELO dari dalam dan luar negeri,” tuturnya.

Mengenai perkembangan aksi korporasi Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue), perseroan akan melaksanakan masa exercise saham mulai pada 12 November hingga 18 November 2021. Dalam aksi korporasi tersebut, YELO memberikan kesempatan bagi para investor untuk memilih untuk menebus atau menjual rights­-nya. Apabila investor memilih menebus, maka prospektus harga yang ditetapkan YELO adalah Rp 100 per saham setelah didiskon dari harga saham awal sebesar Rp 400 per lembar.

Wewy menyatakan dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk mengakuisisi 69,85 persen saham PT Abdi Harapan Unggul (AHU) milik PT Artalindo Semesta Nusantara (ASN) dengan setoran dalam bentuk inbreng dengan saham perseroan sebanyak 695 juta saham. Total dana yang berhasil dihimpun selanjutnya digunakan untuk mengakuisisi 28 persen saham AHU miliki Roby Tan atau sejumlah 280.000 saham AHU. Sedangkan sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja YELO.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)