Ambisi Icon+ Menjadi One Trillion Club

Bulan Februari 2012 merupakan momen sekaligus milestones terpenting dalam karier Muhammad Danny Buldansyah. Pria yang sudah 20 tahun berkecimpung diindustri telekomunikasi ini, baru saja mendapat mandat baru untuk menahkodai PT Indonesia Comnets Plus (Icon+), salah satu anak usaha Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Karier profesionalnya diawali di Belanda sebagai Engineer System Network di AT&T, lalu berlanjut menjabat sebagai Direktur Network Services di PT Excelcomindo Pratama (1996-2006), Wakil Direktur PT Bakrie Telecom (2007-2011), dan Chief Executive Officer di PT Bakrie Network (2010-2011) dan

Sebagai punggawa tertinggi, Danny, kerap ia disapa, memiliki sejumlah agenda untuk melesatkan bisnis perusahaan data komunikasi yang telah berusia 12 tahun tersebut. Disela-sela kesibukannya, Danny memaparkan visi dan strategi perusahaan kepada reporter SWA, Ario Fajar. Berikut nukilannya.

Sejak kapan Anda resmi dilantik sebagai Presdir di Icon+?

Tepatnya empat bulan lalu pada 10 Februari 2012. Waktu itu, saya diminta oleh petinggi dari induk perusahaan (PLN) untuk membantu mengembangkan bisnis Icon+.

Menurut Anda, kompetensi apa yang dibutuhkan untuk mengisi posisi sebagai Presdir?

Yang terpenting adalah kemampuan dan pengetahuan tentang industri telekomunikasi. Industri ini sedang menggeliat dan semakin tumbuh positif ke depannya. Untuk itu, kompetensi kedua yang harus dimiliki adalah kemampuan melihat peluang bisnis dan menggerakan organisasi ini untuk mengejar peluang itu.

Kalau boleh mengklaim, apa prestasi Anda diperusahaan lama?

Saya sudah 4,5 tahun di Bakrie Telecom. Saya dan tim, berhasil melipatgandakan pelanggan dari 1 juta hingga 12 juta pelanggan. Di XL, saya memberikan kontribusi dalam penambahan layanan, jaringan, BTS, hingga menjadi pemain besar di Indonesia.

Apa benar ada perampingan dalam organisasi ini? Mengapa?

Benar. Perampingan bertujuan untuk efisiensi saja. Selain menjabat sebagai Presdir, saya menjabat sebagai Direktur Operasional. Contoh lain, Hikmat Drajat sebagai Direktur Niaga dan Iskandar sebagai Direktur Keuangan dan SDM. Kami merampingkan 5 posisi direktur menjadi 3 posisi saja. Perampingan hanya terjadi di Board of Directors.

Apa saja yang Anda benahi di Icon+?

Pada dasarnya saya masih menjalankan agenda dan kebijakan dari kepengurusan sebelumnya. Saya ditantang untuk menjalankan organisasi seefesiensi mungkin misalnya soal cost dan develop people.

Apa itu artinya kepengurusan lama bersifat boros?

Tidak. Saya melihat ada beberapa divisi yang masih bisa diefisiensikan. Saya yakin, organisasi ini akan tumbuh besar, jadi saya juga harus mengelola people di sini agar kompetitif. Caranya dengan trainning atau merekrut talent-talent dari industri telekomunikasi.

Apa agenda bisnis Icon+ sekarang?

Kami masih menjalankan dua misi. Pertama, menjadi penyedia untuk PLN seperti billing dan contact center. Kedua, kami akan semakin agresif menjadi penyedia layanan telekomunikasi untuk entreprise seperti layanan Clear Channel, IP VPN, Internet Corporate, dll. Ke depan, kita akan masuk ke pasar ritel.

Sudah sebesar apa perusahaan yang Anda kelola?

Saat ini kami menjadi big player dibisnis data komunikasi. Kami memiliki 920 klien mulai dari perusahaan telekomunikasi, perbankan, keuangan, pemerintah dan manufaktur. Pendapatan perusahaan 35% berasal dari induk perusahaan, sisanya dari klien entreprise. Portopolio kami, Clear Channel dan IP VPN menyumbangkan kontribusi 60% pendapatan perusahaan. Kami juga sudah merampungkan 70% proyek Desa Berdering yang dicanangkan oleh pemerintah.

Apa strategi Anda dalam membesarkan perusahaan?

Organisasi yang baik adalah organisasi yang digerakan oleh sumber daya manusia yang terampil. Saya akan mengelola SDM Icon+ menjadi karyawan-karyawan yang kompetitif. Ini adalah tahap awal membangun perusahaan menjadi besar. Kami memiliki 300 karyawan dan lebih dari 750 pekerja outsource. Untuk itu, perlu ada improvement dari segi keuangan yang masih ditekan pengeluarannya dan improvement manusianya.

Apa rencana perusahaan ditahun ini dan ke depan?

Saat ini, nama Icon+ sangat diperhitungkan diindustri telekomunikasi khusus sebagai perusahaan penyedia jasa data komunikasi. Icon+ adalah pemain terbesar kelima diantara pemain-pemain senior lainnya. Dengan kecakapan SDM, kami berharap bisa menjadi Top 3 dalam 2-3 tahun ke depan. Caranya, dengan mengembangkan bisnis ini lebih besar lagi seperti menambah jaringan.

Berarti ada belanja modal?

Kami akan meminjam dana (loan) dari induk perusahaan untuk menambah jaringan, sisanya berasal dari kas perusahaan. Belanja modal kami tahun ini sebesar Rp 600 miliar.

Ambisi Anda dan manajemen tahun ini?

Kami ingin menjadi One Trillion Club. Ambisi itu rasanya cukup possible tercapai tahun ini karena tahun lalu, pendapatan kami mencapai Rp 700 miliar.

 Anda merasa senang dengan mandat dan target yang diberikan oleh induk perusahaan?

Kalau tidak senang, saya tidak akan menjalankan tugas ini. (Ario Fajar/EVA)

Leave a Reply

1 thought on “Ambisi Icon+ Menjadi One Trillion Club”

jangan lupa melayani dan mencerdaskan bangsa Indonesia menjadi Spirit Utama selain Mindset bisnis....!
by eric dion, 12 Oct 2012, 20:08

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)