Batara Sianturi: Tahun 2017 Kami Fokus pada Program Digitalisasi

Batara Sianturi, CEO Citibank Indonesia (Citi Indonesia), optimistis perekonomian Indonesia pada 2017 akan lebih baik dibandingkan 2016. Citi Indonesia pun siap dengan sejumlah strategi, salah satunya adalah fokus pada program digitalisasi, baik untuk institutional banking maupun retail banking. Berikut ini petikan wawancara reporter SWA Rizky C. Septania dengan pria yang pernah menjabat sebagai Citi Country Officer untuk Citibank di Hungaria dan CEO untuk Citibank di Filipina itu.

Menurut Anda, bagaimana proyeksi perekonomian tahun 2017?
Kami optimistis perekonomian akan tumbuh di atas 5%, mungkin 5,1%. Ada beberapa hal yang akan menciptakan momentum di tahun 2017, seperti amnesti pajak periode II yang berakhir pada 31 Desember 2016, lalu periode III yang berakhir pada kuartal 1/2017. Amnesti pajak akan menjadi faktor optimisme di bidang likuiditas perbankan. Likuiditas tersebut tentu bisa disalurkan ke berbagai sektor seperti infrastruktur. Momentum lain adalah pengaruh dari kondisi ekonomi global di negara-negara Asia. Kami optimistis perekonomian 2017 bisa lebih baik dibandingkan 2016.

Apa yang akan menjadi fokus Citi Indonesia tahun 2017?

Saya rasa kami akan tetap konsisten sebagai global banking yang akan fokus pada empat sektor, yaitu sektor publik, institusional, mikro dan multinasional. Dari empat client base itu, kami harap pertumbuhan akan bergulir, sehingga membuat capital dan operating expenditure 2017 lebih besar daripada 2016. Untuk retail banking kami akan fokus di wealth management. Dengan banyaknya dana repatriasi yang masuk, wealth management akan menjadi salah satu prioritas kami.

Apa strategi yang akan ditempuh?

Untuk strategi, kami akan fokus pada program digitalisasi, baik untuk institutional banking maupun retail banking. Untuk retail banking, saat ini kami sudah mencapai standar global untuk Citi Mobile. Lalu, untuk institutional banking kami sedang meluncurkan Citi Virtual Card yang akan memfasilitasi klien, terutama dari perusahaan e-commerce.

Adakah tantangan yang dihadapi Citi Indonesia ke depan?
Dengan banyaknya momentum tersebut, kami ingin sektor riil di kota-kota kedua maupun ketiga di Indonesia bisa bangkit, sehingga sektor finansial juga tumbuh, baik untuk kredit maupun dana pihak ketiga.

Berapa target pertumbuhan yang diinginkan?

Kami mencanangkan pertumbuhan sebanyak single digit untuk Citi Indonesia. Lebih baik sedikit konservatif karena pickup untuk pertumbuhan mungkin baru akan kami rasakan di semester depan. Namun, semua sektor akan kami genjot. Yang paling penting adalah dengan adanya customer confidence, tentunya perbankan Indonesia akan menjadi lebih baik.

Bagaimana Anda memandang persaingan perbankan tahun 2017?
Dengan adanya konsolidasi di sektor perbankan, persaingan akan lebih menarik. Konsumen akan mendapatkan pilihan yang lebih baik lagi, baik untuk bank global seperti Citi maupun bank multinasional seperti DBS.

Berapa NPL Citi Indonesia saat ini?

NPL Citi saat ini 2,7% dengan Net NPL cuma 1,1%. Tahun depan kami tentunya ingin lebih baik dari angka tersebut. Ketentuan OJK: NPL tidak boleh lebih dari 3%

Bagaimana dengan pertumbuhan bisnis kartu kredit?

Selama ekonomi tumbuh, kami optimistis penggunaan baik kartu debit maupun kartu kredit akan meningkat. Kemungkinan kami akan tumbuh single digit.

Apakah akan menambah produk?

Dengan adanya amnesti pajak, kami akan memperbanyak diversifikasi produk di wealth management. Tahun lalu kami sudah menjadi penjual Mandiri Global Sharia Dolar

untuk investasi. (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)