CEO Ancol: Sea World akan Dikembangkan Hingga 6 Kali Lipat

Obyek wisata Ancol sudah familiar bagi orang Jakarta, bahkan di daerah-daerah. Tempat rekreasi terintegrasi itu belum lama ini  membetrikan bocoran bahwa pihaknya akan melakukan pembangunan baik di ranah wisata maupun rekreasi. Salah satu yang mendapat perhatian besar adalah Sea World. Tidak main main, Sea World akan diperbesar hingga 6 kali lipat ukuran semula.

Dalam suatu kegiatan, SWA  Online melakukan perbincangan dengan C. Paul Tehusijarana, Presiden Direktur dari PT Pembangunan Jaya Ancol. Berikut wawancaranya:

Saat ini destinasi wisata merupakan salah satu tempat hiburan yang banyak dicari orang. Bagaimana Ancol menyikapi hal ini?

Saat ini kebutuhan pariwisata, terutama terkait dengan wahana memang semakin besar. Banyak pemain lama maupun baru mulai mengembangkan di sektor wisata dengan ciri khas masing masing. Demikian pula dengan kami. Selama ini yang menjadi ciri khas dari kami adalah lokasi Ancol di pinggir pantai. Namun, tidak sampai di situ saja tentunya. Beberapa pengembangan akan kami lakukan seperti pengadaan wilayah hijau yang akan kami lakukan dalam waktu dekat.
paul
Apa saja yang akan dilakukan oleh Ancol dalam waktu dekat?

Untuk mendukung bisnis ini, kami melakukan pendanaan dengan menerbitkan surat utang obligasi sebesar Rp 1 miliar dalam kurun waktu selama 3 dan 5 tahun penawaran. Jadi memang ada 2 tahap. Dari obligasi itu, kami akan melakukan pengembangan 60% untuk wahana dan 40% untuk properti.

Terkait dengan wahana, alokasinya hingga 60%. Kira kira apa saja yang ditambah dan dimanfaatkan?

Seperti yang tadi saya katakan, Ancol memiliki ciri khas berada di dekat pantai. Nah, wahana yang ada kaitannya dengan hal ini akan kami beri perhatian, contohnya Sea World dan Gelanggang Samudra. Kami akan menjadikan kedua hal tersebut menjadi satu integrasi, di mana nanti venue Gelanggang Samudra lebih ke outdoor, sedangkan Sea World akan lebih indoor. Kami akan perbesar Gelanggang Samudra ini menjadi 6 kali lebih besar dari ukuran sekarang. Banhkan bisa jadi nanti Sea World Ancol menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Tidak hanya sampai di situ, beberapa wahana seperti eco-lite edukasi juga kami unggulkan. Saat ini di Ancol sudah ada Fauna Lite. Isinya binatang unik dari seluruh Indonesia. Demikian pula dengan Flora akan kami jajaki melalui pengembanan di wilayah hijau. Dan tentu saja kawasan dunia fantasi masih menjadi perhatian kami. dalam beberapa waktu terakhir, kami baru saja menawarkan beberapa wahana baru seperti Ice Age dan Hello Kitty. Kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan juga akan ada penambahan wahana.

Dari sisi strategi, apa yang akan dilakukan Ancol agar bisnisnya terus berkesinambungan?

Saat ini sektor rekreasi memang masih menjadi tulang punggung bisnis kami. Oleh sebab itu, membangun wisata secara terintegrasi dan berkesinambungan masih menjadi perhatian kami. Namun sektor properti akan tetap kami jalankan. Beberapa rencana yang akan kami lakukan untuk tahun 2017 adalah melakukan integrasi antara Gelanggang Samudra dengan Sea World dan tentu saja kami akan melakukan investasi lagi untuk Dunia Fantasi. Selain itu, kami akan memaksimalkan integrasi parkiran dengan angkutan dalam wahana.

Berapa bujet yang dianggarkan?

Bujet untuk wahana saja, Sea World menghabiskan Rp 270 miliar. Untuk wahana lain mungkin bisa di luar itu. Walau demikian, uangnya tidak hanya didapat dari obligasi saja, kami juga ada pinjaman serta obligasi.

Untuk pembangunan Sea World, kapan mulai dilakukan?

Per Agustus sudah kami lakukan. Kami akan berusaha selama pembangunan wahana ini tidak akan ditutup. Kami akan targetkan akan selesai di akhir tahun 2016, sehingga pada2017 Sea World akan bisa beroperasi dengan penampilan baru yang lebih luas.

Tahun 2017 Ancol diestimasikan akan tumbuh berapa? Apakah ada revisi target mengenai jumlah pengunjung?

Tahun 2015, jumlah pengunjung mencapai peningkatan sebesar 17 juta orang atau tumbuh sebanyak 6,4%. Tahun  2016 target kami tetap 18,5 juta pengunjung, dengan pendapatan sekitar Rp1 triliun. Untuk kontribusi sektor pendapatan dari mana saja mungkin sekitar 20:80 untuk properti dan rekreasi. Yang pasti kami yakin, apa yang sudah kami lakukan di tahun 2016 dan 2017 akan kami rasakan impactnya di tahun 2018. Apalagi jika reklamasi sudah jadi, kemungkinan komposisinya berubah.

Mengenai rencana pembangunan properti, apalagi yang akan direncanakan oleh Ancol?

Kami juga mengembangkan Apartemen Northland, yang berdiri di lahan seluas 9.360m2 dan memiliki 36 lantai yang terdiri dari 939 unit. Lalu , ada Ancol Jaya Ancol Seafront, Coasta Villa yang merupakan perumahan eksklusif terletak di Ancol Timur. Ocean Breeze yang merupakan kompleks apartemen dan kantor yang berada di sekitar kawasan pelabuhan, serta Condominium Pulau Kawasan Mix Carnaval.

Saat ini Hotel Puteri Duyung juga akan dibangun lagi. Kami berencana akan mengarahkan agar bisa memiliki hotel dengan taraf internasional. Pulau K juga sudah kami desain. Desain untuk Pulau K ini salah satunya adalah untuk menarik perhatian bagi calon pengunjung baru yang memiliki pengaruh di internasional.

Apa target Ancol ke depan?

Kami berharap melalui upaya pengembangan bisnis tersebut, dapat meningkatkan pendapatan hingga 39% per tahun dengan pertumbuhan laba bersih 16%. Sehingga dalam tahun 2023, kami berharap bisa mencapai pendapatan Rp 3,7 triliun dengan laba bersih Rp 1 triliun.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)