CEO Teradata: Siap Perkuat Jasa Konsultasi

Awal tahun 2018, Erwin Sukiato ditunjuk sebagai Presiden Direktur Teradata Indonesia. Pria yang sebelumnya adalah Country Managing Director Oracle Indonesia itu, memegang peranan dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis Teradata Indonesia secara strategis sekaligus memantau dan mengelola strategi penjualan, layanan profesional serta strategi manajemen pelanggannya.

Memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang Teknologi Informasi (TI), jam terbang Erwin dalam kepemimpinan strategis dan taktis di sejumlah perusahaan dalam industri ini menjadi kekuatannya mencapai targe sebagai bos baru Teradata.

Erwin memulai kariernya di perusahaan  outsourcing TI di di Auckland, Selandia Baru. Kemudian, kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai konsultan di sebuah perusahaan software untuk industri pertambangan. Setelah itu, dia berkarya di bidang manajemen TI, penjualan, dan pengembangan bisnis tahun 1994 dan kemudian mendirikan perusahaannya sendiri di 1998 yang berhasil menjadi perusahaan publik pada  2001.

Pada  2003, dia menjual sahamnya di perusahaan tersebut dan bergabung dengan IBM. Posisi terakhirnya di IBM adalah sebagai ASEAN Business Unit Executive for Channel Business. Dia meninggalkan IBM  tahun 2008 untuk bergabung dengan SAS dan menghabiskan empat setengah tahun di perusahaan penyedia solusi analitik ini. Perusahaan terakhirnya sebelum bergabung dengan Oracle adalah Verifone Payment System.

Sepanjang pengalaman kerjanya lulusan Waikato Technical Institute, Hamilton, Selandia Baru ini, telah membangun reputasi yang baik dalam mengembangkan strategi bisnis, menginkubasi model bisnis baru, dan membangun serangkaian channel programs. Berikut hasil wawancara khusus SWA Online dengan Erwin di Hotel Ritz Carlton Pasific Place Jakarta:

Bagaimana peran data analitik pada pertumbuhan bisnis sebuah perusahaan?

Data menjadi ujung tombak. Kalau kita lihat sekarang semua pemain industri menggunakan data untuk pembeda mereka dalam berkompetisi. Perusahaan menggunakan data untuk lebih bisa memprediksikan bisnis dan penjualannya ke depan, bahkan sekarang utilisasinya lebih ke preskriptif, melihat bagaimana produk milik mereka, biaya-biayanya bagaimana, dengan data semua bisa terjawab.

Ke depan, untuk bisa berhadapan dengan kompetitor, apa pembeda yang bisa ditawarkan ke pelanggan atau konsumen apa saja, semua bisa makin tajam dengan data. Secara industri pertumbuhan kebutuhan data analitik sangat besar. Sayangnya saya tidak punya data akurat berapa angkanya.

Bagaimana Teradata menangkap ini? Apa kekuatan Teradata dibanding perusahaan yang menawarkan jasa sejenis?

Teradata sangat kaya dengan pengalaman. Bayangkan sudah 40 tahun fokus dalam analitik data. Kami kaya akan case study. Dan 50% karyawan Teradata adalah konsultan, maka itu ini yang akan kami perkuat untuk mendukung kebutuhan klien seperti yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan mereka.

Apa strategi Teradata dengan Anda sebagai CEO barunya?

Seperti saya sampaikan, kami akan memperkuat jasa konsultasi Teradata. Dalam segmentasi layanan kami, ada data sains yang mendukung, tidak semua perusahaan memiliki itu. Dengan didukung pengalaman yang panjang sebagai sumber kekuatan kami dalam memberikan solusi terbaik pada klien, kami yakin solusi yang dibutuhkan klien melalui data analitik kami, akan lebih tepat guna.

Kami memiliki banyak kasus yang mirip dengan yang dihadapi para klien, baik itu yang dialami sekarang maupun yang akan dialami. Kami bisa bertahan 40 tahun karena kami bisa memprediksi ke depan lebih tajam. Sekarang ini teknologi semakin enabler, Teradata memiliki solusi dengan tidak hanya berpegang pada teknologi itu, tapi harus didukung orang yang paham menganalisa data yang dihasilkan. Kebutuhan jasa konsultansi analitik besar sekali, saya tidak tahu detil angkanya, tapi yang jelas kondisinya Indonesia kekurangan sumber daya untuk itu. Teradata punya kekuatan sumber daya itu.

Strategi saya membesarkan Teradata adalah membawa Teradata ke next level dengan memperkuat advisory services. Teknologi adalah tools mendukung itu, kami menggunakan aset-aset ada di seluruh dunia untuk memberikan yang terbaik pada klien kami di sini. Kasus bisnis yang dihadapi klien di sini, sebenarnya bukan milik dia sendiri, tapi bisa jadi sudah pernah terjadi di negara lain. Setiap yang menangani kasus klien, kami pastikan the right person. Memang layanan advisory sudah ada tapi akan kami perkuat lagi dengan saya di sini.

Bagaimana Anda melihat pasar Indonesia terutama dalam anaitik data? 

Indonesia adalah pasar penting bagi Teradata. Kami memiliki beberapa pelanggan telekomunikasi dan perbankan yang besar dan kami ebrada di dalam posisi yang baik untuk menjangkau sektor pemerintahan dan utilisasi. Misi saya adalah mendorong pertumbuhan Teradata Indonesia dengan menembus sektor baru seraya terus membantu pelanggan lama dan baru kami menemukan wawasan yang mengubah permainan dari data dalam jumlah besar, terutama di ruang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Saat ini klien besar Teradata antaranya Bank Mandiri, Telkomsel dan BNI.

Apa lagi strategi 2018 Teradata menghadapi persaingan di layanan sejenis? 

Kami tetap fokus menyasar enterprise, kami tidak menyasar small medium. Kami akan membuat paket layanan. Kami akan menawarkan cara lain dari sebelumnya kepada klien untuk mengadopsi teknologi Teradata. Tapi bukan saja adopsi teknologi, juga diperkuat dengan advisory, karena kami memahami perusahaan masih kekurangan akan sumberdaya yang bisa menganalitik data dengan tepat.

Teradata memiliki metedologi, misal customer A, masuk ke advisory stage artinya kami memberi arahan dan contoh. Lalu masuk tahap kedua, klien minta implementasi, setelah itu develompment stage dan optimizing stage. Tiap stage ada tools dan teknologi yang enabler. Nnah tahun 2018 ini untuk pertama kali kami menawarkan teknologi yang diimplementasikan lebih fleksibel. Misalnya customer di stage 3 hanya menggunakan 20%, ya hanya segitu yang pakai.

Jadi klien tidak perlu investasi seluruhnya di sana. Klien hanya membayar sesuai yang dipakai, ini tentu akan memberikan solusi cost yang lebih murah bagi klien. Sebenarnya klien kami yang enterprise yakin cukup terjangkau walau harus investasi seluruhnya, dengan kami menawarkan formulasi itu risiko klien berkurang. Transformasi itu membuat perusahaan berubah, teknologi yang digunakan juga terus berubah, jika investasi sudah besar di depan, risikonya besar. Jadi fleksibilitas itulah yang kami tawarkan, yang bisa mengurangi risiko klien.

Soal target, kami tidak bisa memberikan data angka, yang jelas Indonesia pertumbuhannya sangat pesat, harus ambil data IDC.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)