COO Mount Elizabeth Hospital Singapore: Potensi Pasien Indonesia Penting Bagi Kami

20140812_152746 Joycelyn Ling, Chief Operating Officer Mount Elizabeth Hospital Singapore

Tahun ini Mount Elizabeth Hospital (MEH), Singapura menginjak usia ke-35 tahun. Usia yang tak lagi muda ini membuat rumah sakit ini terus meneningkatkan pelayanan dan teknologinya. Sebagai salah satu rumah sakit tujuan pariwista medis ini MEH tak mau ketinggalan untuk terus melakukan inovasi baru. Joycelyn Ling, Chief Operating Officer Mount Elizabeth Hospital Singapore, saat berkunjung ke Jakarta, menyempatkan bercerita mengenai rumah sakit itu kepada Nimas Novi Dwi Arini dari SWA Online. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana Anda melihat pariwista medis saat ini?

Tahun ini kamu merayakan usia ke-35 tahun dan tentu kami merasakan banyak perkembangan untuk pariwisata medis. Saya rasa pariwisata medis secara signifikan tumbuh dalam waktu 10 sampai 15 tahun terakhir, terutama di negara-negara berkembang dan salah satunya adalah Singapura. Singapura sendiri masuk dalam peringkat 6 dari 191 negara sebagai negara dengan sistem kesehatan terbaik menurut WHO.

Bagaimana dengan Mount Elizabeth apa juga merasakan impact yang baik?

Tentu kami juga merasaka kalau dilihat pasien kami 50 persen merupakan foreigner.

Lalu, kalau untuk pasien dari Indonesia apakah cukup banyak?

Indonesia menjadi salah satu negara yang penting bagi kami karena kalau dilihat 20% dari jumlah pasien kami berasal dari Indonesia. Orang Indonesia yang datang ke rumah sakit umumnya berobat karena kanker, transplantasi, dan beberapa lainnya. Banyak juga yang datang hanya untuk general check up. Kalau mau dirata-rata orang Indonesia tinggal di rumah sakit selama 3 malam.

Sebenarnya apa perbedaan Mount Elizabeth dengan rumah sakit lain yang ada di Singapura?

Di Singapura ada public hospital dan private hospital kalau mau dibedakan karena kami private hospital pelayanan yang kami berikan berbeda dengan public hospital. Misalnya kalau ada yang menelepon ke call center kami dan bertanya dengan penyakit tertentu maka dan waktu 48 jam kami bisa mencarikan dan membuat jadwal untuk bertemu dengan dokter yang tepat karena bagi kami diagnosa yang cepat dan tepat itu sangat mempengaruhi kesehatan pasien.

Rumah sakit kami tidak mendapatkan subsidi pemerintah, tapi kalau mau dibandingkan harga kamar kami lebih murah untuk para foreigner. Selain itu pasien dari awal sampai akhir akan ditemui dan melakukan konsultasi dengan dokter yang sama jadi tidak mungkin ditangani dokter yang berbeda-beda.

Pelayanan atau servis apa yang diberikan pada pasien?

Karena letak kami di Orchard road kami bisa memfasiltasi pasien jika ingin jalan-jalan, mengurus visa, melakukan check in hotel dan lainnya. Kalau ada yang membutuhkan kebutuhan khusus seperti ventilator di dalam pesawat kami juga bisa melakukan atau kalau ada yang perlu dijemput langsung dengan ambulance kami juga bisa melakukan.

Apa ada servis khusus yang diberikan kepada pasien asal Indonesia?

Perlakuannya sama saja dengan pasien lainnya kalau membutuhkan translator kami bisa menyediakan tapi saya rasa orang Indonesia sangat bagus menggunakan Bahasa Inggris dan Chinese jadi tidak ada masalah.

Apakah di Mount Elizabeth memiliki Wellness Center?

Untuk wellnes center kami tidak memiliki kebanyakan yang datang ke kami memang pasien yang sudah sakit atau hanya general check up tapi misal ketika general check up diketahui ada masalah kami bisa langsung mencarikan dokter untuk melakukan konsultasi.

Menurut pandangan Anda bagaimana kompetisi bisnis kesehatan di ASEAN?

Kompetisi bisnis kesehatan yang saya rasa tidak bisa kami hindarkan adalah mengenai nilai tukar mata uang negara kami yang tinggi, hal ini tidak bisa kami ubah. Untuk itu, kami harus terus berinovasi dan berpikir untuk meningkatkan pelayanan, teknologi, dan dokter sehingga pasien mendapatkan yang terbaik ketika datang ke Mount Elizabeth.

Target untuk tiga tahun ke depan seperti apa?

Kami tidak memasang target apa-apa, kami hanya akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik di segala aspek dan terus berusaha memenuhi kebutuhan pasien. Di tahun 2012 kami baru mengoperasikan Mount Elizabeth Novena kami ingin mengoptimalkan kinerja kami di rumah sakit ini dan akan melakukan penambahan kamar tahun ini. Saat ini untuk kedua rumah sakit kami memiliki 678 beds dan kami akan terus meningkatakan jumlahnya.(EVA)

Leave a Reply

1 thought on “COO Mount Elizabeth Hospital Singapore: Potensi Pasien Indonesia Penting Bagi Kami”

mau bertanya apakah pasien dari indonesia yang di rawat di RS Mount Elizabeth boleh membawa hp atau laptop dan digunakan untuk komunikasi dengan keluarga yang ada di indonesia bagi pasien pengidap kanker otak
by luqmanul hakim, 12 Feb 2015, 22:32

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)