Eric Chen: Asus Bidik Posisi 2 di Pasar Ponsel Pintar

Asus Global meluncurkan seri ponsel pintarnya, Zenfone generasi kedua, setelah sukses dengan Zenfone 1 tahun lalu. Dikomandani, Jerry Shen, CEO Asus Global, Zenfone 2 diluncurkan dengan tema Experience 2Morrow di Jakarta, sebagai basis peluncuran untuk kawasan Asia Tenggara. Meski telat masuk di pasar ponsel pintar, dibanding pesaingnya yang juga bermain di pasar PC dan notebook, Asus berhasil memposisikan diri terdepan di produk yang paling digemari saat ini. Tahun lalu untuk Asus Zenfone 1 berhasil meraih 238 penghargaan di seluruh dunia. Tak mau kehilangan momen, tahun ini Asus meluncurkan Zenfone 2, yang tentu sudah ditingkatkan performa maupun desainnya. Bahkan desain premiumnya telah berhasil meraih penghargaan IF Design Award 2015 di Jerman. Dengan tagline "See What Others Can’t See", tema background peluncuran yang digambarkan dengan astronot yang sedang memindai dari angkasa luar menggunakan Zenfone 2, mengirim pesan, Asus melihat lebih jelas apa yang pesaing lain tidak bisa lihat.

Majalah SWA mendapat kesempatan mewawancarai Eric Chen, Corporate VP Asus System Business Group pada acara peluncuran Asus Zenfone 2, April lalu. Chen bertanggung jawab terharap penjualan dan pemasaran Asus System Business Group seluruh dunia, termasuk didalamnya notebook dan tablet. Dibawah kepemimpinannya, Asus kini duduk di peringkat 3 untuk penjualan notebook dan tablet di seluruh dunia. Sebagian besar karier Chen dihabiskan untuk membangun merek dan struktur channel pasar Asus di Eropa. Ia bertanggung jawab untuk penjualan dan pemasaran semua produk Asus seperti motherboard, cards, optical, drives, LCD Monitors, bare-bones systems, thermal products, notebook PC, Eee PC, mobile phones, networking dan wireless devices.

Eric Chen, Corporate VP Asus System Business Group Eric Chen, Corporate VP Asus System Business Group

Chen memulai kariernya di Asus sejak tahun 1994, sebagai account and sales manager, tepatnya di European Sales and Marketing Department, ia bertanggung jawab mengelola branding dan ODM business. Ia mulai menjadi Direktur Sales Asus Global pada 1999 dan mendapat promosi untuk menempati posisi sebagai Corporate Asocciate Vice President and General Manager Asus Global pada 2008. Berikut petikannya:

Ketika Zenfone 1 diluncurkan, Indonesia menjadi pusat peluncuran untuk pasar Asia Tenggara, apakah untuk Zenfone 2 juga demikian?

Tentu, bahkan lebih besar. Tahun lalu, Thailand tidak ikut peluncurkan di sini. Ini justru lebih besar. Jadi ada 5 negara di sini, Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina. Tahun ini, bahkan 100 media dari Filipina ikut bergabung saat peluncuran di sini.

Apa strategi Anda untuk membuat Zenfone 2 lebih sukses dari Zenfone 1, yang sangat sukses di sini, terlihat dari konsumen masih mencari produk tersebut di pasar, bahkan hingga inden?

Kami pikir ekonomi di kawasan Asteng tumbuh sangat cepat, terlebih populasi di kawasan ini juga dipenuhi orang muda, dari segi prosentasenya cukup tinggi. Ini pasar besar bagi kami, produsen. Bisnis PC kami pun sangat bagus perkembangan pasarnya di kawasan ini, telah menjadi merek nomor satu. Begitu juga dengan ponsel pintar kami. Kami percaya strategi yang kami jalankan kala Zenfone 1 diluncurkan tepat, ini pula yang ingin kami kuatkan untuk Zenfone 2. Bagi kami memberikan kualitas produk terbaik, dengan harga yang tepat adalah strategi terbaik untuk memenangkan pasar. Zenfone 2 produk dengan kualitas yang ditunggu-tunggu konsumen, tapi dengan harga terjangkau. Kami tawarkan dengan harga hanya Rp 3,9 juta dengan spesifikasi ponsel pintar kelas atas.

Bagaimana Anda melihat pasar Indonesia untuk ponsel pintar, apakah pasar Indonesia saat ini penyumbang penjualan Asus Global?

Untuk potensi pasar, tentu Indonesia nomor satu. Kita bisa lihat dari populasi Indonesia yang besar dibanding negara lain di kawasan ini. Total sumbangan penjualan seluruh bisnis termasuk ponsel pintar di dalamnya, untuk kawasan Asia Pasific ke Asus Global sekitar 30 persen. Nah untuk pasar Indonesia, posisinya nomor dua di pasar kawasan Asia Pasific, saya lupa prosentase dan angka penjualannya. Kami menargetkan Zenfone 2 bisa mencapai posisi teratas untuk penjualan pasar Asia Pasific tahun ini. Penjualan tahun ini ditargetkan 8 juta bisa terjual untuk semua produk ponsel pintar Asus di Indonesia.

Apakah ponsel akan menjadi bisnis masa depan Asus Global, mengingat pasar Notebook mulai menurun?

Kami mau menekankan Asus bukan saja PC company, kami adalah mobile company. Masa depan bisnis adalah pada bagaimana perkembangan konsumen mengarah. Saat ini bisnis terbesar kami masih PC, tapi untuk menjawab kebutuhan pasar kami menghadirkan tablet dan ponsel pintar yang kini sangat pesat pertumbuhan pasarnya. Kami pun mengeluarkan Asus ZenWatch, jam pintar yang bisa terkoneksi dengan ponsel. Kami juga punya robotic product. Kami targetkan di 2017 bisnis ponsel, tablet, robotic akan lebih besar dibanding bisnis PC kami.

Bagaimana Anda melihat Asus saat ini yang unggul di bisnis ponsel dibanding kompetitor lain, yang juga awalnya dikenal dengan produk PC atau notebook-nya, padahal Asus telat masuk ke bisnis ponsel dibanding yang lain. Apa sebenarnya strategi Asus?

Strateginya adalah membuat produk yang tepat untuk harga yang tepat. Sejak awal ponsel kami dibuat memang dengan kualitas terbaik, sekelas iPhone tapi dengan harga yang lebih terjangkau. Kami ingin produk terbaik bisa dirasakan oleh lebih banyak orang. Kami ingin kualitas Zenfone yang sekelas dengan produk kelas atas bisa dibeli banyak orang.

Pemasaran dari mulut ke mulut masih menjadi kekuatan kami. Itu kuncinya, tentu dari produk yang memang benar-benar bagus dari segi kualitas dan spec-nya sesuai harapan pasar. Sekarang kekuatan digital marketing menjadi salah satu strategi yang kami gunakan untuk mensukseskan penjualan ponsel pintar kami, media sosial sangat membantu.

Anda tahu apa yang dilakukan ponsel Xiaomi? Perusahaan ini adalah satu contoh bagus yang sukses memanfaatkan digital marketing. Tahun lalu, gebrakan mereka sangat sukses. Perusahaan ini menjadi major brand di Cina saat ini untuk ponsel pintar.

Bagaimana Anda menangani kondisi sulitnya ketersediaan Zenfone 1 setelah diluncurkan ke pasar dulu, sehingga tidak terjadi lagi di Zenfone 2 ini? Akibanya, harga Zenfone 1 kala itu melambung tinggi melebihi standar harga yang ditetapkan Asus.

Saat ini, kami sudah memiliki empat production based, kami akan memastikan konsumen akan mendapatkan Zenfone 2 dengan lebih mudah. Kami akan meningkatkan produksi kami tiga kali lipat dibanding sebelumnya. Tahun ini, kami akan menjadikan jumlah produksi Zenfone 2 menjadi 25 juta unit. Tahun lalu, kami produksi 18 juta unit.

Di pasar Indonesia, Zenfone 1 tahun lalu meloncat posisinya menjadi nomor 3, padahal sebelumnya tidak masuk posisi lima besar. Bagaimana dengan target Zenfone 2?

Kami targetkan akhir tahun ini bisa menjadi nomor dua terbesar dari segi pangsa pasar di Indonesia. Berarti sekitar lebih dari 20 persen pangsa pasar. Itu target kami.

Apa kelebihan Zenfone 2 dibanding Zenfone 1?

Kami menjawab kebutuhan dan tantangan pasar yang diperlukan saat ini melalui Zenfone 2 ini. Pertama, pasar mendambakan ponsel pintar kami dengan kapasitas yang besar, kami menjawabnya melalui Zenfone 2 ini. Selama ini paling besar RAM nya adalah 2 GB, Zenfone 2 menyediakan RAM dengan kapasitas 4 GB. Kedua tentu kualitas photo kami tentu lebih bagus dari sebelumnya. Ketiga, Zenfone 2 memungkinkan konsumen bisa men-charge batere lebih cepat, hanya 10 menit, untuk kemampuan batere digunakan berbicara seharian.

Layar yang 5,5 inci dengan resolusi full HD IPS dilengkapi dengan teknologi eksklusif AUS yakni TruVivid untuk menghadirkan tampilan yang cerah, warna-warna tajam pada resolusi tinggi dan juga dari sudut pandang luas. Asus Zenfone 2 memiliki fitur PixelMaster Camera 2015, teknologi ini terbaru dengan banyak perbaikan. Kini, baik kamera depan 5 megapixel ataupun belakang 13 megapixel mendukung low light mode. Walau cahaya kurang, foto dan video bisa lebih terang 400 persen.

Yang paling membuat Zenfone 2 ini powerful adalah adanya prosesor quad core terbaru Intel Atom 64-bit dan merupakan ponsel pintar pertama di dunia dengan RAM dual channel 4 GB yang membuat transfer data super cepat layaknya PC. Selain itu performa multitaskingnya pun cepat dan lancar.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)