Erik Meijer: Ingin Telkomtelstra Jadi Pemimpin Pasar di Indonesia

Setelah Telkomtelstra satu tahun beroperasi di bawah pimpinan Erik Meijer, banyak kemajuan yang diraih. Erik bergabung dengan Telkomtelstra per 1 Desember 2015. Dunia ICT (Information and Communication Technology/ Teknologi Informasi dan Komunikasi) bukan hal yang baru bagi suami dari artis Maudy Kusnaedy ini.

Pria asal Belanda itu malang melintang di industri telekomunikasi sejak tahun 1995. Sebelumnya dia pernah bekerja di Telkomsel, Bakrie Telecom, Indosat dan Garuda Indonesia.

erik-meijer-1

Apa saja kemajuan Telkomtelstra setelah satu tahun ini, berikut penuturan CEO Telkomtelstra, Erik Meijer saat ditemui di ruang kerjanya di Tower 88 Kota Kasablanka, Jakarta Selatan:

Bagaimana pencapaian Telkomtelstra setahun terakhir?

Kini, Telkomtelstra sudah memiliki lebih dari 6.000 site atau lokasi di Indonesia. Jadi dari semua kastemer itu kami layani jaringannya atau network service-nya. Ini sudah tumbuh sangat pesat dalam waktu satu tahun pertama.

Dari segi development product kemajuannya juga luar biasa. Dari setahun yang lalu dimulai dengan satu produk saja, hanya Management Network Services berdasarkan teknologi Cisco. Sekarang Management Services sudah ada 100 pilihan dengan berbagai variasi produk. Dan sudah ada cloud service yang dijual. Ada Cloud Context Center, Digital Marketing Platform dan banyak hal lain yang sudah ditamahkan. Juga, ada Manage Security Services. Baik dari segi penambahan kastemer dan penambahan produk sangat terasa kemajuannya.

Apa yang menjadi deferensiasi Telkomtelstra dibandingkan kompetitor? Kan banyak sekali yang menawarkan produk sejenis, terutama seperti layanan cloud. Apa yang unik dari Telkomtelstra?

Sebenarnya tidak banyak yang menawarkan layanan seperti Telkomtelstra di Indonesia. Keunikan pertama kami, dilihat dari sisi kedua pemegang saham. Telkom sebagai operator telekomunikasi terbesar dan terkemuka di Indonesia bergabung dengan Telstra sebagai operator telekomunikasi terbesar dan terkemuka di Australia. Bahkan untuk konektivitas, (Telstra) yang terbesar di Asia Pasifik. Gabungan dua raksasa ini sudah menjadi hal yang dibilang tak bisa disaingi. Sudah jelas ini dua ahlinya.

Kedua, bahwa kami menawarkan produk dengan kualitas kelas dunia, tapi sesuai dengan kebutuhan pasar di Indonesia. Partner dari luar negeri membawa world class technology, tapi disesuaikan untuk Indonesia dengan partnership dari Telkom yang mengerti banget di Indonesia dan jaringannya.

Kelebihan lain, Telkomtestra adalah anak perusahaan Telkom satu-satunya perusahaan jasa telekomunikasi yang mempunyai konektivitas langsung ke dalam jaringan inti Telkom. Jadi, kami me-manage jasa telekomunikasi untuk kastemer. Kami bisa me-manage dari inti jaringan. Perusahaan lain biasanya tidak bisa. Jadi kalau ada masalah, kami bisa langsung meberikan solusi. Bahkan sebelum kastemer merasa ada masalah, kami sudah tahu. Itu bagian dari tugas kami di Telkomtesltra.

Kelebihan terakhir, saya belum melihat ada perusahaan lain yang punya, yaitu Customer Portal. Ini adalah layanan online di mana kastemer bisa mengakses langsung baik dari komputer, handphone maupun tablet. Mereka bisa langsung melihat khusus untuk barang yang dia ambil dari kami apa saja. Bagaimana statusnya, bisa berinteraksi dengan Telkomtelstra, bisa menambah atau mengurangi kapasitas, dan lain-lain. Kastemer bisa berinteraksi dengan kami secara langsung melalui portal ini digital online.

Kastemer yang meng-outsource pekerja kepada Telkomtestra menjadi lebih percaya diri, karena dia bisa melihat secara langsung. apa yang terjadi. Ada site mati, ada kekurangan di sini. Semua langsung terlihat di dashboard-nya. Itu cukup unik.

erik-karyawan

Berapa banyak jumlah kastemer saat ini?

Sekarang klien kami lebih dari 60 perusahaan Indonesia dan asing. Lebih banyak perusahaan Indonesia. Ada juga cabang di Indonesia dari perusahaan di luar negeri.

Rata-rata kastemer biasanya lebih menyukai produk layanan apa dari Telkomtelstra yang dominan dipilih?

Yang dominan sekarang adalah Management Network Services karena itu produk pertama yang kita jual. Lebih banyak ke arah sana. Berikutnya, sekarang beberapa kastemer melirik ke cloud service kami. Ada juga kastemer yang memiiki layanan Security Service yang ami sebut dengan Software as a Services (SaaS).

Jadi, produk andalan kami ada empat:
1. Management Network Services
2. Cloud
3. Software As A Services
4. Managed Security Services

Revenue paling banyak dari empat produk ini.

Bagaimana dengan fasilitas Telkomtelstra Customer Experience Center (CEC)?

Melalui CEC Telkomtesltra, pelanggan korporasi tidak harus terus menerus berada di kantor untuk memonitor dan mengendalikan bisnis mereka. Dengan kehandalan yang ditawarkan Telkomtelstra, pelanggan korporasi bisa langsung mengakses aplikasi dan informasi perusahaan secara online di mana saja, baik itu ketika di kantor, di rumah, atau bahkan di perjalanan. Managed Solutions ini memungkinkan pelanggan korporasi lebih kompetitif dengan mengendalikan produktivitas bisnis, memudahkan mereka untuk selalu terhubung dengan kegiatan operasional di mana saja dan kapan saja.

Telkomtelstra dan Telkom saat ini mendukung sepenuhnya pelanggan korporasi dengan layanan Managed Solutions termasuk diantaranya Managed Network Services, Managed Cloud Services, Professional Services dan Integrated Service Management, sebagai bagian dari portofolio Telkom Solution.

Sasaran Telkomtelstra adalah untuk mendukung pelanggan korporasi menghadapi tantangan bisnis dengan membantu mengoptimalkan, mengembangkan dan mentransformasikan bisnis mereka melalui ICT Managed Solutions yang ditawarkan Telkomtelstra.

Dengan menggabungkan kapabilitas network dan Data Center Telkom, serta positioning Telkom yang kuat di segmen pasar enterprise, telkomtelstra diharapkan dapat memperkuat Telkom Group di industri ICT, baik lokal maupun regional. Kemudian, dengan dukungan kapabilitas dan pengalaman Telstra, Telkomtelstra berada di posisi yang unggul untuk memperkenalkan layanan Managed Solutions kelas dunia.

Berapa tingkat penetrasi Telkomtelstra sekarang di industri cloud di Indonesia?

Kalau di cloud saja masih kecil, karena kami baru mulai jualan cloud enam bulan yang lalu.

erik-workshop

Pelanggan terbanyak di mana?

Pelnggan kami terbanyak di Management Network Services

Berapa persen?

Kami tidak tahu market share. Kami juga tidak tahu yang lainya (kompetitor) bagaimana.

Apa saja yang diakukan Telkomtelstra untuk mengedukasi pasar tentang pentingnya layanan cloud?

Pertama, setiap triwulan, kami mengeluarkan Telkomtelstra Newsletter yang selalu in-depth. Kami bekerja sama dengan Gartner sebagai perusahaan yang mengetahui semua data di dunia. Kita bersama mengeluarkan newsletter khusus untuk topik-topik yang menarik untuk CIO, CEO, CFO di perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Seperti diketahui, pertama, Tekomtelstra membuat cloud. Kedua, membuat Management Network Service. Nanti ada lagi yang lain. Itu kami kirim ke ribuan orang untuk menginformasikan dan mengedukasi, bukan menjual. Di ujungnya pasti memang ada logo Telkomtelstra. Intinya, mengapa mesti memikirkan cloud, apa manfaat cloud, bagaimana memilih cloud, apa yang harus diperhatikan dalam memilih cloud.

Kedua, kami sering membuat acara untuk tim internal Telkomtesltra maupun digabung dengan tim-tim mitra lain untuk mengedukasi pasar berupa preentasi.

Terakhir, yang paling penting adalah kami sering melakukan edukasi ke prospective customer. Kami menjelaskan secara langsung secara one on one, online melalui website, ada blog, dan social media.

Telkomtelstra kan anak perusahaan Telkom. Berarti satu grup dengan Telkom. Sebagian sahamnya punya Telkom. Apa itu tidak berkompetisi head to head dengan Telkom dan Telkom Sigma dan dengan usaha-usaha yang mirip dengan itu?

Sekilas bisa dibilang mirip. Justru semua itu saling complimentary. Contohnya, Telkomtelstra jualan layanan cloud dengan dua opsi. Pertama kami bisa membuat cloud di kantor kastemer. Kedua, jika pelanggan tidak mau dipasang di kantor mereka, maka kami akan menaruh cloud klien di data center Telkom Sigma. Sebab, Tekom Sigma sudah siap segalanya, termasuk kebakaran. Jadi data center bekerja sama dengan Telkom Sigma. Cloud kita selalu ditaruh di data center Telkom Sigma.

Kalau saya mempunyai proyek implementasi yang membutuhkan banyak tenaga, maka kami juga mengambil tenaga dari Telkom Sigma. Kalau kami menjual barang yang memerlukan devices, kami mengambilnya dari anak perusahaan Telkom yang lain. Kalau ada yang membutuhkan business person outsourcing, kami bekerja sama dengan PT Infomedia. Kami justru banyak manfaatnya yang kami ambil dari induk Telkom.

Telkom ibarat gurita yang memiliki banyak anak usaha yang mengambil bsinis di pasar dan saling mendukung. Karena kastemer tidak mau mengambil hanya satu jenis layanan. Solusinya pasti integrasi dari berbagai jasa yang ada. Jadi Telkom yang mem-bundle data center, cloud, management network service, dan connectivity. Itu menjadi satu penawaran yang lengkap untuk kastemer. Jadi, Telkomtelstra dengan Grup Telkom saling melengkapi.

Apa ada target dari Telkom sebagai pemegang saham kepada Telkomtelstra?

Pemegang saham mau kami tumbuh cepat, besar dan menawarkan satu layanan dengan kualitas yang lebih baik daripada yang ada sebelumnya. Telkomtelstra ini juga digunakan untuk meningkatkan service level Telkom secara grup.

Apa ada perbedaan segmen pasar secara omset?

Itu tidak dibedakan, sama semuanya. Kami difokuskan kepada enterprise business, tidak kepada konsumen secara langsung seperti Telkomsel. Antara kita dengan Telkom Sigma, PINS, Infomedia, segmen pasarnya berbeda.

Apakah Anda CEO Telkomtelstra yang pertama?

Bukan. Saya CEO kedua per 1 Desember 2015.

Akan dijadikan seperti apa Telkomtelstra setelah dipimpin oleh Anda?

Itu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari pemegang saham. Beberapa minggu lalu, kami sudah menerima penghargaan sebagai management service provider terbaik di Indonesia. Itu penghargaan dari ahli luar yang independen, yaitu Frost & Sullivan. Saya ingin Telkomtesltra menjadi pemimpin pasar management network service di Indonesia secara revenue (pendapatan), bukan hanya secara penghargaan.

Penghargaan itu mengalahkan berapa perusahaan?

Ini agak susah karena definisi dari management network service tidak semua sama. Sekarang sekitar 6-7 perusahaan yang menawarkan jasa yang sejenis di Indonesia.

Mengapa Telkomtelstra tidak menang penghargaan tahun lalu?

Saya kan baru setahun bergabung Telkomtelstra. Sejak menjadi perusahaan, saya take over. CEO sebelumnya membidani lahirnya perusahaan ini. Sejak perusahaannya jadi dan diluncurkan (saya kemudian menggantikan sebagai CEO). CEO sebelumnya untuk men-set up perusahaan sejak nol hingga ada. Dia melakukan negosiasi antara Telkom dan Testra, menandatangani kontrak, membuat kantor ini. Saya yang menggantikan sebagai pemimpin yang lebih tahu pasar Indonesia.

Pak Erick ini bidangnya berbeda-beda. Dulu Telkomsel, Bakrie Telecom, Indosat, Garuda, sekarang Telkomtelstra. Apa ambisi Anda berikutnya? Sebenarnya passion Anda di bidang apa dalam berkarier?

Passion saya di bidang teknologi. Telekomunikasi bagian dari itu, saya pikir, teknologi itu lebih luas. Teknologi, transformasi digital. Jadi, saya merasa tepat di sini. Saya sudah 10 tahun menjadi mentor dari perusahaan start up digital di Indonesia. Inovasi dan konsepnya berjalan. Saya mendapat energi dari sana. Ada anak muda yang mempunyai konsep, lalu kami membantu beri arahan.

Apakah Anda tertarik menjadi entrepreneur suatu saat nanti?

Saya sering menanyakan hal itu juga kepada diri saya sendiri. Kok saya sendiri belum action jadi entrepreneur. Mungkin karena belum ada waktu. Setelah keluar dari Garuda, waktu itu saya beristirahat satu tahun dan saya akan fokus berpikir membuat bisnis dengan teman. Belum ada sebulan, eh malah saya sudah ditawari (pekerjaan) yang lain lagi. Waduh, saya pikir ini menarik juga. Tawarannya lebih menggiurkan.

Saat ini, saya lagi mendua kerja. Saya full time di Telkomtelstra dan kadang malam hari saya membantu teman-teman start up menjadi mentor di Father Institute. Saya juga ikut di Angel Investor Network. Ide itu saya bawa juga waktu saya masuk ke Telstra. Telstra juga punya Telstra Ventures untuk start up bernama Muru-D sebagai inkubator. Muru-D setiap tahun membuat booth camp selama 6 bulan, salah satunya di Singapura Saya menggabungkan inkubator Telstra dengan inkubator Telkom. Venture Capital Telstra dengan Venture Capital Telkom bekerja sama. Jadi saya mengawinkan mereka untuk bekerja sama. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)