Giring Ganesha Bicara Prospek Bisnis Dunia Digital

Nama Giring Ganesha sudah cukup populer di masyarakat sebagai vokalis dari grup band Nidji. Selain sibuk di dunia musik, Giring juga menjabat sebagai CEO dan founder dari Kincir.com. Ini adalah media sosial berbasis fans club pertama di Indonesia, yang menjadi wadah bagi idola untuk menyapa fans dan mempromosikan diri. Selain itu, Kincir memiliki konten yang isinya merangkum hal-hal populer yang digemari anak muda sehingga menjadi salah satu website yang menjadi rujukan untuk mendapatkan info mengenai kehidupan anak muda.

Giring mulai merintis bisnis di dunia digital melalui Kincir ini sejak tahun 2012. Ia merasa dunia digital sangat memberi peluang yang menjanjikan, terlihat dari banyaknya pemakaian gadget dan aplikasi mobile di masyarakat sekarang ini.

Ditemui secara khusus oleh SWA di acara konferensi global GMASA 2017 di Jakarta, Giring berbagi cerita mengenai Kincir dan pandangannya terhadap bisnis di dunia digital beserta strateginya dalam menjalani bisnis tersebut.

Giring Ganesha, CEO Kincir.com (Foto: Yosa M/SWA)

Bagaimana menurut Anda masa depan bisnis di dunia digital ini?

Menurut saya berbisnis di dunia digital ini prospeknya bagus sekali. Sepertinya dunia digital itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat ya. Kalau zaman dulu kan yang primer itu adalah sandang, pangan, papan, sekarang tambah satu lagi yaitu digital. Jadi menurut saya orang seperti tidak bisa hidup kalau tidak ada smartphone di tangannya, atau kuota internet, atau wifi, atau tempat charge.

Bagaimana cerita awalnya bisa tertarik ke bisnis ini?

Ya, itu tadi saya melihat ada prospek bagus, bahwa dunia digital adalah masa depan, banyak orang yang mulai tidak bisa hidup kalau tidak ada gadget. Awalnya terjun ke sini sebenarnya diceburkan oleh teman, dan langsung belajar berenang biar tidak tenggelam. Memang belum terlalu menguasai. Tapi saya terus belajar dan sampai sekarang masih bertahan.

Apa tantangannya dalam berbisnis di sini?

Tantangannya adalah bagaimana mencari sesuatu yang berbeda. Saya kemarin baru dari Lisbon menghadiri acara Web Summit sebuah acara yang dihadiri oleh pelaku bisnis digital seluruh dunia. Setiap harinya ada pameran startup, dan mereka menawarkan produk yang hampir mirip, jadi menurut saya tantangannya adalah harus membuat sesuatu yang lain. Untuk membuat sesuatu yang lain itu kuncinya adalah harus membuat kehidupan orang-orang berubah. Mirip juga seperti di musik, dulu saya pernah bikin banyak lagu terus label tidak ada yang mau terima karena dibilang mirip sekali dengan Padi, lalu sampai akhirnya saya  bisa bikin lagu dengan ciri sendiri, dan akhirnya bisa diterima label.

Siapa target market Kincir?

Anak muda, usia sekitar 18-24 tahun yang suka sama Pop culture. Suka main game, suka dengar musik, fashion, film.

Apa rencana ke depan untuk mempercepat pertumbuhan Kincir?

Enaknya di dunia digital itu semuanya bisa diukur, semuanya bisa ada datanya. Jadi kita ikuti flow-nya aja. Kalau di digital ada istilahnya AB testing, itu terus yang kita lakukan, develop sana sini setiap bulannya, sehingga visitor kita bisa naik terus tiap bulannya.

Apa akan ada terobosan baru lagi di Kincir?

Kincir belakangan ini kita lagi fokus ke konten yang sifatnya lifestyle magazine, tapi mungkin ke depannya kita mau mengebangkan di bagian entertainmen, akan memaksimalkan youtube channel kita. Konten kita sukses besar di facebook, tapi belum di youtube. Setelah kita pelajari ternyata orang yang menonton youtube itu kebanyakan adalah orang yang ingin dihibur. Lalu begitu kita bikin video tentang review game itu yang nonton langsung banyak.

Berapa banyak investor Kincir sekarang?

Investor sih tidak banyak, tapi jumlah invest-nya yang lumayan banyak.

Bagaimana mengatur waktu antara karier di musik dan di Kincir? Apakah tidak mengganggu Nidji?

Jujur memang sulit, dan terganggu. Tapi saya mengatur waktunya adalah di weekdays lebih banyak dengan Kincir dan di weekend lebih banyak dengan Nidji. Selain itu jadwal manggung dengan Nidji juga sudah diatur dari sebulan atau dua bulan sebelumnya kan.

Secara operasionalnya apa yang ditangani langsung oleh anda di Kincir saat ini?

Pertama yang jelas adalah encourage team. Menurut saya itu yang paling penting. Sekarang tim inti ada 20 orang, dan ada dua kantor pusat.

Lalu selanjutnya apa target karier pribadi anda di bisnis digital ini?

Saya ingin sekali punya agensi yang fokus di social media influencer. Sebetulnya sudah mulai dari tahun lalu sih di Kincir juga, pendapatan dari influencer itu juga sudah berkontribusi 20% buat kita, hanya saja ingin lebih difokuskan lagi nantinya, tapi sekarang ini masih fokus di investor saja.

 

 

Editor: Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)