Hu Yoshida: Data sebagai "Mata Uang" Baru

Perkembangan teknologi yang terkait dengan jaringan ataupun sistem komputer telah mengalami perubahan yang sangat drastis. Kondisi ekonomi global yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir memberikan imbas cukup besar terhadap bidang teknologi informasi (TI), khususnya yang berkaitan dengan keterbatasan anggaran akibat krisis keuangan global yang melanda.

Komputasi awan (cloud computing) yang dalam beberapa tahun terakhir hangat diperbicangkan di kalangan pelaku bidang TI sering disebut sebagai solusi untuk mengatasi minimnya anggaran. Hitachi Data System (HDS) sebagai salah satu pemain utama di bidang storage dan cloud computing melihat bahwa untuk menjawab tantangan yang dihadapi para pengembang dunia TI, mesti membuat sebuah terobosan ataupun strategi yang dapat menjawab permasalahan dan tantangan global.

Kepada SWA, Hu Yoshida, Chief Technology Officer HDS – perusahaan yang bermarkas di Santa Clara, Amerika Serikat – memaparkan beberapa poin penting seputar tren storage di tahun 2012 dan capaian kinerja HDS di dunia dan Indonesia.

Apa kelebihan HDS, sehingga bisa menjadi pemain besar di bidang data storage dan cloud computing? Apa yang membedakan dari pemain lainnya?

HDS tidak hanya menjual storage, tetapi memberikan pula solusi supaya bisnis pelanggan kami lebih baik di semua lini. Perusahaan kami mengelola pertumbuhan data, mengumpulkan dan menghubungkan data sehingga informasi menjadi bernilai. Ini yang membedakan kami dari vendor lainnya.

Saat ini, data yang menggerakkan dunia dan informasi menjadi semacam “mata uang” baru. Informasi telah menjadi aset yang paling berharga. Tantangan yang dihadapi dunia bisnis saat ini, bagaimana membuat informasi itu selalu tersedia dan tetap aman. HDS membantu organisasi mengubah data mentah menjadi informasi yang berharga melalui berbagai macam solusi. Kami memiliki visi bahwa TI itu harus memenuhi tiga hal, yakni tervirtualisasi, terotomatisasi, cloud ready dan berkelanjutan.

Adakah strategi khusus dalam menggarap pasar  data storage dan cloud computing, sehingga bisa menjadi pemain besar di dunia?

Kami akan terus memperkuat posisi di portofolio file and content, yakni solusi mengelola data tak terstruktur secara efektif dan efisien, sambil terus mengembangkan pasar di kawasan yang berkembang seperti ASEAN. Pendapatan kami tahun lalu dari portofolio file and content tumbuh tiga kali lipat dibanding kuartal ketiga tahun fiskal 2010, terutama didorong adopsi Hitachi Content Platform. Portofolio kami yang lain juga mencatatkan kinerja yang baik, dibanding kuartal ketiga tahun lalu. Pendapatan dari solusi enterprise tumbuh hampir 10% dan solusi modular storage tumbuh sekitar 40%.

Siapa yang menjadi kompetitor utama?

Untuk kompetitor, tidak ada vendor lain yang memiliki keutuhan visi dan kelengkapan portofolio seperti yang kami tawarkan.

Bagaimana pencapaian kinerja HDS? Seperti apa pertumbuhannya?

HDS berhasil mencatatkan nilai pendapatan kuartalan terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Sebelumnya, pendapatan kuartalan tertinggi kami US$ 1,08 miliar pada kuartal kedua 2011. Kini, kami berhasil memecahkan rekor setelah pendapatan kami mencapai US$ 1,21 miliar atau naik 15% dibanding tahun lalu.

Bagaimana Anda melihat pasar data storage dan cloud computing di Indonesia? Seperti apa potensi pasarnya? Perusahaan seperti apa yang cocok menggunakannya?

Di kawasan ini, Indonesia adalah salah satu pasar yang berkembang pesat, terutama didorong oleh pertumbuhan di sektor jasa keuangan, diikuti telekomunikasi dan pemerintahan. Secara khusus, investasi storage oleh sektor perbankan akan tetap besar karena sistem mereka dibanjiri permintaan data baik dari pengguna komersial maupun nonkomersial, dan meningkatnya transaksi online juga akan mendorong pertumbuhan permintaan solusi storage.

Saat ini strategi kami di Indonesia terdiri dari dua. Pertama, mendorong kepemimpinan kami di segmen jasa keuangan sekaligus mengembangkan portofolio di segmen yang lain termasuk pemerintahan, manufaktur dan ritel. Kedua, kami berupaya mengonversikan peluang pasar yang sangat besar ini menjadi pencapaian bisnis secara efektif.

Seperti apa tren bisnis data storage dan cloud computing ke depan? Bagaimana prospek bisnis ini? Apa yang membuat Anda optimistis?

Kondisi ekonomi global tahun lalu pasang surut, dengan bencana alam di Jepang, gejolak politik di Timur Tengah dan krisis utang Eropa membayangi bisnis internasional, sehingga tahun 2012 adalah tahun yang penuh ketidakpastian. Penurunan harga disk yang terjadi selama 50 tahun mungkin akan berubah menyusul banjir di Thailand yang memangkas pasokan. Bersamaan dengan gejolak lingkungan pasar, bisnis pun menghadapi berbagai tantangan operasional seperti pertumbuhan data secara eksponensial.

Bisnis masih berpeluang membuat lompatan dengan menggali potensi data yang mereka miliki, salah satunya untuk menemukan strategi yang sudah tidak selaras lagi dan membebani pemulihan secara ekonomi.Tantangan bagi para profesional TI bahkan lebih berat, karena krisis finansial global memberikan tekanan pada anggaran TI sehingga penggelaran infrastruktur baru lebih sulit.

Untuk tren, sepanjang 2012 akan berkisar seputar Big Data, yaitu data raksasa yang berukuran besar. Ledakan data terstruktur dan aplikasi mobile merupakan peluang bisnis besar jika data ini dapat dikelola dan diakses secara efisien. Inti dari Big Data adalah memanfaatkan nilai informasi di lintas data dan objek. Akibatnya, tahun ini adopsi pada platform konten seperti Hitachi Content Platform dan Hitachi NAS untuk analisis Big Data akan semakin meningkat.

Di area cloud, migrasi ke model cloud membutuhkan teknologi seperti virtualisasi storage, dynamic provisioning atau thin provisioning dan dynamic tiering. Ketiga teknologi tersebut memungkinkan pengguna memanfaatkan sumber daya mereka di seluruh infrastruktur dan menormalkan permintaan puncak, mengoptimalkan pemanfaatan aset storage secara signifikan dari 20%-30% menjadi 50%-60%, sehingga secara dramatis meningkatkan tingkat pengembalian investasi TI. Jadi kami memperkirakan adopsi platform virtualisasi storage kelas enterprise akan meningkat.

 


Leave a Reply

1 thought on “Hu Yoshida: Data sebagai “Mata Uang” Baru”

infonya.... mantap gan...
by mencari uang di internet, 29 Mar 2012, 20:13

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)