IG Live – SWA Business Leader Talk : Kiat Rumah Zakat Bertransformasi Menjadi Lembaga Filantropi Modern

Memasuki usai ke-22 tahun, Rumah Zakat terus beradaptasi dengan perubahan zaman yang terus berkembang. Pada awal tahun 2020, Rumah Zakat kembali mencanangkan transformasi dari Entrepreunerial Institusi (2017) menuju World Digital Philantrophy (2020) yang sudah dicanangkan awal tahun.

Tujuannya, tak lain ingin memberikan kebermanfaatan yang lebih luas kepada masyarakat. Lalu, bagaimana proses transformasi di tengah Pandemi Covid-19 ? Berikut petikan wawancaranya dengan CEO Rumah Zakat Nur Efendi dalam acara mingguan SWA di kanal IG Live - SWA Business Leader Talk.

Apa yang dilakukan Rumah Zakat selama 22 tahun?

Kami lahir pada tahun 1998 di mana saat itu kondisi negara sedang krisis. Kami sepakat untuk hadir menjadi bagian dari solusi problematika dan menjadi bagian dari negara saat itu. Selama 22 tahun ini, Rumah Zakat bisa memberikan manfaat kurang lebih 35,5 juta, hadir 1685 desa berdaya, 19 sekolah juara, dan 8 klinik di seluruh Indonesia.

Di umur 22 tahun ini, kami juga dipercaya oleh 500 ribu muzzaki yang berasal dari perseorangan, komunitas dan korporasi. Adapun saat ini, pengelolaan Rumah Zakat sudah ISO 9001:2015. Kemudian sebagai bagian dari tanggung jawab publik, kami juga di audit selama 14 kali berturut-turut. Selain itu, Rumah Zakat juga sudah hadir di 30 negara yang modelnya kemitraan layanan dan distribusi.

Rumah Zakat juga bukan hanya sebagai lembaga amil zakat, tetapi status spesial consultative UN PBB, jadi kami bagian dari PBB untuk memberikan masukan-masukan secara global terkait dengan aksi-aksi kemanusiaan. Transformasi terus dilakukan karena zaman terus berubah dan beradaptasi dengan kondisi yang ada. Saat ini, dunia sedang dilanda pandemic Covid-19 di mana goals-nya terus bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Apa keunggulannya Rumah Zakat?

Dasar dari lembaga publik atau lembaga yang mengelola dana masyarakat adalah terpercaya. Satu hal yang terus didorong yaitu transparansi, akuntabilitas dan bisa dipertanggungjawabkan. Maka upaya-upaya harus sesuai aturan atau UU, sesusai dengan kaidah dan etika di masyarakat. Kedua lebih kepada program. Program yang dilakukan outputnya adalah bukan mendidik masyarakat untuk tangan di bawah, akan tetapi harapannya juga bisa memberi sehingga dari mustahik menjadi muzzaki jadi memberdayakan. Kami memiliki program-program yang sifatnya pemberdayaan.

Jadi program tersebut merupakan integrasi suatu wilayah yang outputnya adalah tumbuh kelembagaan-kelembagaan masyarakat di desa yang kemudian bisa menumbuhkan UMKM-UMKM baru yang ada di desa. Dan diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi. Kemudian Rumah Zakat memberikan kemudahan-kemudahan dimana kami sudah ada dari Aceh hingga Papua bahkan 1.800 titik wilayah dan ribuan relawan yang siap berkolaborasi bersama untuk kebermanfaatan yang lebih besar.

Apa yang dilakukan Rumah Zakat dengan Desa Berdaya?

Desa berdaya adalah pendekatan untuk pemberdayaan masyarakat Indonesia. Kenapa kami memilih di desa? Karena kemiskinan terbesar ada di desa. Kedua jika bicara masa depan itu ada di desa, kenapa? Jika bicara makanan, air dan energi, semuanya ada di desa. Sehingga jika bisa menyelesaikan masalah di desa maka sebagian masalah di Indonesia selesai. Jadi penting sekali kami harus fokus ke sana.

Adapun program terintegrasinya antara lain pendidikan, ekonomi, kesehatan dan kesiapsiagaan bencana. Di setiap satu desa memiliki satu pendamping yang disebut relawan inspirasi. Program terintegrasi ini melibatkan masyarakat, baru kemudian kami tumbuhkan kelembagaan Badan Usaha Milik Masyarakat. Goalsnya ada dua yaitu pertam, perubahan perilaku fokusnya pada perubahan mindset masyarakat. Kedua, perubahan ekonomi yang harus ada penopang baik personal masyarakat desa maupun kelembagaannya. Tahun lalu sudah ada 21,4% yang keluar dari garis kemiskinan dan tahun ini kami targetkan 40%.

Lalu bagaimana dengan program Superqurban?

Terkait dengan Superqurban dimana qurban tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Maka tahun ini, tidak hanya sebatas kesolehan pribadi tetapi mampu memberikan dampak positif kepada masyarkat yang terdampak Covid-19. Kenapa Superqurban? Kami melihat adanya fenomena masyarakat Indonesia saat melakukan qurban adanya kerumunan namun tahun ini dikhawatirkan adanya cluster baru Covid-19.

Selain itu dalam waktu 3 hari daging qurban ini habis padahal jumlahnya jutaan ton. Kita melihat saat ini sudah banyak negara yang mengalami krisis ekonomi, dampaknya juga akan terjadi kerawanan pangan, kemiskinan bertambah, daya beli masyarakat turun. Maka yang kami pikirkan bahwa daging qurban ini tidak habis dalam kurun waktu 3 hari saja, tetapi bisa secara sustain jangka panjang untuk memberikan dampak yang bermanfaat terutama bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Adapun potensi ekonomi qurban itu Rp 20,5 triliun yang terjadi di masyarakat. Sehingga jika kita ikut berpartisipasi dalam qurban artinya ikut menggerakkan ekonomi Indonesia.

Dalam kondisi Covid-19, apa yang dilakukan Rumah Zakat?

Pertama, belajar dari Nabi Yusuf AS, ketika menghadapi musim paceklik, beliau menguatkan umatnya untuk optimis. Jadi pelajaran yang diambil pertama memberikan semangat,mengedukasi masyarakat bahwa kita bisa keluar dari krisis ini kemudian juga harus disiplin mengikuti protokol kesehatan. Kedua, di kesehatan, harus tekan dulu di kesehatan sehingga kami memberikan bantuan kesehatan seperti APD, ventilator, nanti juga ada tenda darurat untuk penanganan covid-19 jika dibutuhkan. Kemudian ada jaminan social dalam bentuk pangan, ada paket sembako.

Untuk jangka panjangnya ada dua yaitu ketahanan pangan dan ekonomi. Ketahanan pangan, kami berdayakan masyarakat desa untuk produksi padi kemudian kami beli dan distribusikan. Kedua adalah secara ekonomi yaitu menggerakkan UMKM, karena saya melihat bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi di Indonesia.

Bagaimana proses transformasi yang dilakukan Rumah Zakat

Rumah Zakat sebagai lembaga harus dijalankan secara professional. Maka transformasi yang dilakukan pertama kali pada tahun 2006 itu traditional to professional institution. Salah satu tempat belajar yaitu korporasi-korporasi hebat yang ada di Indonesia, tujuannya minimal mindset yang dimiliki mengelola institusi Islam ini harus professional. Selain itu, ada perubahan nama secara professional misalnya saat itu lembaga lain masih namanya kepala yayasan sementara di Rumah Zakat sudah Direktur Utama dan sekarang menjadi CEO. Ini kemudian yang membawa kesan bahwa lembaga ini harus professional. Termasuk mengenai kedisiplinan, di tahun 2006 telat 1 menit maka karyawan gajinya dipotong Rp 100 ribu.

Saat ini kami sudah melakukan 3 kali transformasi. Pertama, tradisional to professional. Kedua, 2016 masuk ke entrepreneurial institution. Ketiga, 2020 ini kami bawa ke World Digital Philantrophy supaya kebermanfaatannya lebih besar lagi, tidak hanya dirasakan di regional tetapi ke ranah global. Poin pentingnya ketika tahun ini ada pandemic, semua perilaku berubah, sehingga momentumnya tepat sekali untuk lebih cepat mengakselarasinya.

Kondisinya saat itu ada pertumbuhan digital yang sangat massif, trendnya tumbuh sejak tahun 2019. Rumah Zakat melihat ini adalah peluang sehingga harus merespon perubahan ini dengan baik dengan kemudian dengan 3 goals yang tanamkan saat itu global standar, digital system dan filantrophy network. Harapannya, kami ingin memberikan lebih besar lagi manfaatnya untuk masyarakat. Kenapa harus transformasi? Karena kami ingin merespons pertumbuhan digital yang cepat, jika tidak maka akan tertinggal.

Untuk platform penghimpunan itu di layanan dan kemudahan, bagaimana kami memberikan layanan yang berdampak pada experience yang sangat baik, kemudian memberikan kemudahan bisa diakses di manapun dan kapanpun. Beberapa yang kami lakukan adalah mengubah web Rumah Zakat menjadi web donasi, masyarakat bisa langsung donasi di sana. Selain itu kami juga memfasilitasi public figure untuk melelang barang-barang mewahnya untuk kemanusiaan maka kami buatkan platformnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Rumah Zakat

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)