IG Live - SWA Business Leader Talk: Strategi Raja IT Bangun Kerajaan Bisnis dari Nol

Basuki Surodjo merupakan pengusaha yang sukses mengembangkan kerajaan bisnisnya dengan bendera Grup Airmas. Usahanya kian moncer sejak menggarap pasar pemerintah atau semacam e-government yang sudah terdaftar di e-katalog LKPP, di mana Airmas adalah pemain terbesar kedua di Indonesia.

Grup Airmas juga bergerak di bidang ritel, khusus produk teknologi informasi (TI) dan elektonik. Saat ini, perusahaan telah memiliki cabang di 26 provinsi di Indonesia dan sudah memiliki hubungan yang dekat kepada brand-brand produsen produk TI karena sudah terjalin semenjak berdirinya Airmas . Berikut adalah petikan wawancara yang dilakukan oleh SWA Online dengan Basuki Surodjo dalam program IG Live - SWA Business Leader Talk.

Bagaimana perjalanan Anda membangun bisnis Airmas?

Tahun 2001, saya dikasih dana untuk melanjutkan kuliah di Amerika, tapi saya sempat ke Taiwan dulu mengunjungi saudara. Di sana, internet kafé booming. Pulang ke Jakarta, saya bilang, daripada kuliah ke Amerika lebih baik duitmya untuk bisnis. Awalnya membuka warung internet (warnet) untuk internat kafé dengan 12 komputer, dalam seminggu uang sisanya dibelikan 24 komputer dan berkembang sampai 100 lebih komputer. Saya merupakan pemain warnet ke-3 di Indonesia.

Dalam perjalanan waktu, bisnis warnet turun. Akhirnya, saya beralih ke bisnis ATK (alat tulis kantor). Pada 2007, ada teman yang dekat datang untuk menawarkan ada tender ATK langsung Rp20 juta. Saya mulai belajar dan melihat tender pemerintah. Tahun 2008, saya berhasil memenangkan tender Rp280 juta di Bappenas.

Tahun 2016, kami menjadi penyedia e-catalog pemerintah. Kami bermain di server, solusi, dan saat ini sedang mengembangkan software Ayoochecklist, Ayoohadir untuk UMKM. Namun, kami memang fokus di IT.

Apa landasan filosofi memilih nama Ayoo?

Sebelum banyak e-commerce seperti sekarang, saya pernah membuat online shop bernama Airmas Shop (AMShop.co). Karena sulit, namanya diubah menjadi Ayooklik. Ayoo ini terinspirasi dari Yahoo dan Google yang menggunakan “o” 2 .

Awalnya, ada masalah bahwa kalau mengetik ayo kebanyakan orang dengan o satu. Lantas saya bel lah yang O satu itu di Amerika, jadi sekarang ini kalau orang ngetik Ayo hanya dengan O satu, sudah langsug otomatis merujuk ke AyooKlik dengan O dua tersebut. Saya beli Rp26 juta milik orang Amerika.

Halaman Selanjutnya
Total ada berapa brand Ayoo?...
Pages: 1 2 3 4 5 6 7

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)