Ignasius Jonan: Langkah Pertama Pemimpin adalah Memberi Contoh

Ignasius Jonan terpilih sebagai peringkat pertama The Best CEO 2014 dari SWA. Ketika resmi ditunjuk menjadi masinis utama di PT KAI pada 25 Februari 2009, Jonan diwarisi neraca keuangan yang compang-camping: rugi Rp 83,4 miliar.

Untuk membalikkan kondisi keuangan yang merah itu, Jonan melakukan serangkaian langkah terobosan, antara lain, membuat empat pilar pembenahan: keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan kenyamanan; membersihkan kereta-kereta yang kusam; memperbaiki 554 stasiun di beberapa daerah; memberikan kemudahan reservasi dan pembelian tiket secara online lewat ATM bank tertentu, jaringan Kantor Pos, dan biro perjalanan yang menjadi agen penjualan tiket, dan jaringan minimarket Indomaret serta Alfamart; memisahkan PT Commuter Line Jabotabek sebagai anak perusahaan KAI agar lebih fokus kinerjanya; memperkenalkan e-ticketing untuk KRL Jaboatbek dan membersihkan stasiun dari para pedagang.

Jonan (utama)

Hasilnya, Jonan mampu membalikkan posisi rapor keuangan, hingga meraih keuntungan bersih Rp154,8 miliar pada 2009. Kinerja KAI terus melesat. Pada 2010 laba bersih mencapai Rp 216,3 miliar. Setelah pada 2011 mengalami penurunan menjadi Rp 201.9 miliar, pada 2012 laba bersih terkerek ke angka Rp 425 miliar dengan penjualan hampir menembus Rp 7 triliun. Tahun 2013, performa KAI makin kencang lajunya dengan meraih pendapatan Rp 8,6 triliun dengan laba bersih Rp 560 miliar.

Apa saja yang dilakukan Jonan sebagai di PT KAI? CEO PT KAI ini memaparkannya kepada Ario Fajar dari SWA Online berikut ini:

Tanggapan Anda terpilih sebagai salah satu Best CEO 2014 dari SWA?

Pertama, saya berterima kasih atas survei itu sehingga membuat semua CEO, terutama yang progresif, agar terus konsisten untuk memimpin lebih baik. Kedua, ini adalah salah satu event yang sangat kredibel di mana banyak orang yang suka dan respek terhadap survei dan hasilnya.

Kalau boleh mengklaim, di mana kekuatan Anda?

Saya sendiri tidak tahu di mana kekuatan saya. Mungkin kekuatan saya hanya 2 hal: fokus dan konsisten.

Ada empat kriteria pengukuran : pathfinding, aligning, empowering dan modeling. Mana yang paling sulit?

Tidak ada yang susah karena itu yang saya lakukan.

Jonan2

Terobosan apa yang paling besar dan membanggakan selama masa kepemimpinan Anda?

Banyak sekali, salah satunya, electronic ticketing untuk KRL Jabodetabek. Itu yang paling sulit karena menertibkan stasiun bukanlah perkara yang mudah. Selain itu, ada 7.000 kios yang harus ditertibkan. Hasilnya, sekarang ini sudah tidak lagi penumpang di atas atap.

Bagaimana menyelaraskan organisasi agar lincah dan efektif?

Programnya banyak. Kuncinya: fokus saja, menggunakan satu arah, satu target.

Bagaimana dengan empowering?

Sebelum saya masuk, belum ada empowerment. Sekarang pemberdayaannya sudah oke. Sekarang kami didik karyawan agar memiliki skill yang lebih tinggi. Kami didik pula mereka agar mau bekerja lebih baik. Kunci empowerment adalah memberikan reward and punishment. Kami juga memberikan kesempatan yang sama bagi semua karyawan. Satu ukuran untuk promosi atau naik jabatan adalah prestasi.

Bagaimana Anda menjalankan panutan?

Panutan tentu dari sikap. Sebenarnya esensi dari panutan itu adalah memberi contoh. Jadi leading by example.

Dari 4 indikator tersebut, mana dulu yang harus dilakukan?

Semua harus berbarengan. Step pertama seorang pemimpin adalah memberi contoh.

Tantangan terbesar selama menjabat dan ke depannya seperti apa?

Tantangannya adalah harus mengikuti perkembangan zaman yang selalu berubah. Kita tidak boleh berhenti berinovasi. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)