Inovasi adalah DNA Propan Raya

Industri cat terus berkembang dari waktu ke waktu. Pemain di bisnis ini makin agresif menggarap pasar. Pada kategori cat dekoratif (decorative coating) yang terlihat agresif menggarap pasar adalah PT ICI Paint Indonesia yang memproduksi cat merek Dulux dan Catylac. Lalu, PT Nipsea Paint and Chemicals yang memproduksi merek cat Nippon, Vinilex, Q-Lux.

Bicara tentang cat kayu, wajib hukumnya menyebut PT Propan Raya, perusahaan cat kayu lokal pertama di Indonesia sekaligus yang terbesar di Asia Tenggara dengan dua produk cat yang bermerek Propan dan Ultran. Propan punya sederet cat kayu terlengkap untuk berbagai peruntukkan di dalam maupun luar ruangan. Kontribusi penjualan cat kayu mencapai 50 persen dari total penjualan.

Inovasi adalah kunci pertumbuhan bisnis Propan. Departemen Riset dan Pengembangan (R&D) adalah tulang punggung perseroan. Seperti apa strategi perseroan mewujudkan visinya menjadi “The Most Innovative Surface Coating Company with World Class Quality”, berikut petikan wawancara Wicaksono Adi dari SWA dengan Hendra Adidarma, Presiden Direktur & Pendiri PT Propan Raya I.C.C.

Hendra Adidarma, President Director & Founder PT Propan Raya I.C.C. Hendra Adidarma, President Director & Founder PT Propan Raya I.C.C.

Inovasi-inovasi terbaru apa saja dalam pengembangan produk Propan akhir-akhir ini?

Di pameran Mega Build ini, Propan memperkenalkan berbagai cat berbasis air dengan teknologi terkini. Water based wood finish sangat penting untuk menunjang ekspor mebel Indonesia ke negara Barat, yang telah mensyaratkan harus memakai wood finish berbasis air karena ramah lingkungan dan mencegah global warming. Selain itu, cat berbasis air ini cepat kering dan tetap berkualitas setara dengan cat solvent base.

Kami juga memiliki Propan Stone Care (pelapis batu alam), Propan Sicosol (invisible water repellent), Propan Ultradry Lock (negative side waterproofing), Propan ROST-X77 (penghilang karat), Propan Sengkote (anti karat untuk bahan seng), Propan Acrylux (multipurpose aqua acrylic color), Propan Durogloss (pengecatan kendaraan), Propan Fiberkote (cat untuk papan fiber cement), Propan Glasskote (cat berbasis air untuk genteng), Bambookote (cat untuk bambu), dan Propan Traffikote (cat untuk marka jalan).

Berapa dana yang dialokasikan (persentase dari pendapatan/laba) yang dialokasikan untuk riset dan pengembangan di pasar?

Kami belum menetapkan angka pasti untuk dialokasikan ke R&D, tapi relatif besar karena R&D menjadi tulang punggung Propan. Propan adalah integrated paint manufacturing company. Mulai dari bahan baku, R&D, produksi, distribusi, semua kami kelola. Untuk bahan baku saja kami memiliki research center sendiri. Kami juga sudah mampu memproduksi bahan baku sendiri.

Cat itu kan pertama dari bahan baku resin, perekat, lalu harus ada fillernya. Kemudian harus ada pelarutnya. Kemudian ada bahan tambahannya. Sangat penting untuk menseleksi bahan baku yang terbaik. Sejak 1989, kami mendirikan PT Alkindo Mitraraya yang meneliti dan memproduksi resin sintetis kualitas tinggi, yang merupakan bahan baku utama untuk solvent based coatings. Produk-produk Alkindo ini telah diekspor ke Cina, Jepang, India, Inggris, Thailand, Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan digunakan oleh produsen-produsen cat kelas dunia seperti BASF. Di Indonesia, Alkindo secara eksklusif hanya mensuplai ke Propan.

Selain itu, tentu saja Propan memiliki R&D sendiri untuk mengembangkan formula-formula cat yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Kami juga memiliki tenaga konsultan dari luar negeri. Teknologi produksi yang kami miliki juga state of the art, paling modern, tidak kalah dengan produsen cat paling modern di Eropa.

Bagaimana cara Bapak membangun Propan hingga besar seperti sekarang? Prinsip-prinsip apa yang Bapak jalankan dalam membangun bisnis?

Prinsip saya pribadi sederhana saja, yaitu senantiasa membuat inovasi-inovasi baru yang lain dari yang lain, serta terus bekerja keras. Adapun Propan mencanangkan visi untuk menjadi “The Most Innovative Surface Coating Company with World Class Quality”. Agar menghasilkan produk yang inovatif dan berkualitas dunia, diperlukan technology, creative & knowledgeable, knowing the customer need, dan international connection. Propan memiliki lima nilai perusahaan yang disebut “DNA Propan”, yang terdiri dari Innovation, Technical Superiority, Quality, Speciality, serta Range & Choice.

Sebagai perusahaan swasta yang 100% asli Indonesia, tantangannya besar untuk bisa menghasilkan produk berkualitas dunia. Bangsa Indonesia dari segi kekayaan alamnya luar biasa, tapi dari segi teknologi dan industrinya masih lemah. Makanya dari dulu saya sepulang menyelesaikan sekolah di Jerman saya ingin berbuat sesuatu, membuat perusahaan. Kami memulai PT Propan Raya dengan 10 orang dan kini sudah berjalan 36 tahun dengan lebih dari 3.500 karyawan.

Kami memulai dengan cat kayu pada tahun 1979. Pada tahun 1987 Pemerintah melarang ekspor rotan dan kayu dalam bentuk mentah. Maka waktu itu sangat diperlukan cat kayu. Sebelumnya hanya ada perusahaan asing yang jual di sini, kemudian saya kembangkan cat kayu untuk meubel. Dari situ karena ada keperluan ekspor yang besar untuk meubel rotan, permintaan terhadap kami pun meningkat dan pertumbuhan bisnis kami sangat tinggi. Dari situ awalnya, hingga kami terus berkembang hingga sekarang menjadi produsen cat kayu yang terbesar di Indonesia, termasuk Asia Tenggara.

Kami mendidik dan menyekolahkan SDM kami sendiri. Tapi kalau dari segi teknologi, Indonesia masih tertinggal, maka dari waktu ke waktu kami harus transfer teknologi dari luar. Terutama saya banyak transfer dari Eropa, mulai dari teknologi prosesnya hingga beberapa bahan bakunya. Tiap tahun saya balik ke Jerman untuk adaptasi, mengikuti pertemuan baru, kemudian melihat perkembangannya di dunia. Sampai hari ini masih saya lakukan. Kami selalu membuat produk-produk yang belum ada. Banyak kami beli cat dari luar, kami analisa, lalu kami bikin sendiri. Dengan bahan baku banyak dari luar. Dengan demikian maka kami bisa menghasilkan banyak produk. Malah terkadang produk kami lebih bagus daripada yang dibuat di Jerman, karena kami mengembangkannya sesuai dengan iklim di Indonesia.

Apa tantangan dalam menjalankan bisnis Propan sekarang?

Mencari SDM yang memiliki kapasitas baik selalu menjadi tantangan. Kalau di bidang konstruksi kan mudah, ada sekolah sipil. Sedangkan teknik kimia di Indonesia itu sangat umum, tidak ada yang spesifik teknik kimia cat. Kalau di Jerman, Amerika, Jepang, dan negara-negara lain ada sekolah khusus kimia cat. Maka kami harus mendidik dan menyekolahkan mereka sendiri. Banyak teknisi kami lulusan kimia dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia, misalnya UI, Parahyangan, ITB, IPB, UGM kemudian kami didik. Itu perlu waktu lama, paling sedikit 5 tahun baru bisa menguasai. Tapi semuanya adalah lulusan lokal. Kami juga banyak mempekerjakan lulusan STM Kimia, yang kami sebut laboran yang banyak bekerja di lapangan.

Apa rencana pengembangan Propan ke depan? Apa targetnya dalam 5 tahun ke depan?

Tentu suatu perusahaan ingin terus maju, maka mau tidak mau kami akan terus maju. Masih banyak sekali yang perlu dikembangkan. Indonesia ini negara yang besar, masih banyak kebutuhannya dalam hal bidang bangunan yang bisa digarap. Ini yang masih menjadi tantangan kami. Pemakaian cat per orang di Indonesia masih kecil, kalau dibandingkan dengan Malaysia saja mereka 3-5 kali lebih besar.

Segala bidang kami persiapkan, tapi masih banyak yang permintaannya kecil. Tunggu nanti kalau kebutuhannya semakin besar, nah ini kami sudah siap. Jadi masih banyak produk yang saat ini dalam tahap persiapan. Makanya banyak produk-produk kami yang merupakan pelopor di bidangnya. Artinya kami harus terus memantau kebutuhan dari konsumen. Ada kebutuhan, baru kami kembangkan produknya.

Supaya bagus, harus punya formula yang bagus. Untuk memiliki formula yang bagus, harus memiliki bahan baku yang bagus. Untuk itu seleksi bahan baku sangat ketat, bahkan kami membuat sendiri bahan bakunya. Diperlukan juga teknologi, yang terdiri dari mesin-mesin, pabrik, dan proses engineering yang bagus supaya produk akhirnya bisa konsisten. Teknologi kami sekarang sangat advanced, karena boleh dikatakan mesin-mesin itu kami bikin sendiri, saya desain sendiri. Kami ada bengkel atau workshop yang khusus mengembangkan mesin-mesin untuk Propan Raya. Dan kami juga bekerja sama dengan Jerman terkait teknologi terkini untuk membuat cat. Nah ini ke depannya akan terus kami pertahankan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)