Jurus Breadlife Menaklukan Pasar Bakery Moderen

Persaingan bisnis bakery yang tidak seempuknya produknya, membuat para pemain harus mengeluarkan jurus ekstra merebut hati konsumen. Bagaimana upaya yang dilakukan Breadlife untuk menaklukan pasar bakery, berikut ini penuturan Kuswanto Gunadi, Presiden Direktur Breadlife kepada Destiwati Sitanggang dari SWA Online.

Perkembangan Breadlife di usia ke- 8 tahun ini bagaimana?

Sejak tahun 2005 sampai sekarang, perkembanganya sangat menyolok terutama di akhir 2012 ada perubahan manajemen dan kepemilikan di mana kami mengembangkan bisnis ini secara lebih agresif dari sisi jumlah outlet, format, pengembangan produk. Perubahan ini membawa pengembangan bisnis Breadlife mejadi semakin agresif, konsep bisnisnya semakin modern, dan didukung oleh komitmen yang tinggi serta manajemen yang profesional. Jadi kami serius dalam mengembangkan bisnis bakery ini.

Kuswanto Gunadi, Presiden Direktur Breadlife

Positioning Breadlife?

Breadlife adalah artisan bakery Jepang yang mengusung natural ingredinets concept untuk cita rasa dan gaya hidup yang lebih sehat. Selain itu, tersedia dengan sistem open kitchen yang memungkinkan konsumen melihat secara langsung bagaimana produk dihasilkan atau dibuat setiap harinya. Kami juga mengedepankan kualitas dan healthy product.

Kami ingin tetap menghasilkan produk-produk yang berkualitas karena kami yakin ke depannya konsumen sangat mengutamakan kualitas dan kesehatan. Konsep ini diilhami dari gaya hidup alami masyarakat Jepang yang tercermin dari cara mereka mengolah makanan mayoritas bersifat fresh, natural, dan tanpa bahan pengawet.

Perbedaan bakery Breadlife dengan pesaing?

Deferensiaasi produk Breadlife bukan hanya sari segi produk, tetapi  juga aspek format outlet. Format Breadlife dapat dibedakan dengan besaran yang berbeda. Kemudian service toko juga berbeda dan semakin ditingkatkan demi kenyamanan pelanggan.

Dari sisi produk, varian Breadlife lebih beragam dan berkualitas. Untuk gerai Breadlife ada tiga konsep store, kafe, dan kios. Di format store pengunjung berbelanja seperti di swalayan. Di konsep kafe pengunjung dapat bersantap dengan kasual. Di konsep kios, pengunjung dapat berbelanja secara cepat.

Strategi pemasaran Breadlife seperti apa?

Kami coba membuat deferensiasi dengan tampil beda, menawarkan produk-produk berkualitas yang sehat, dengan service yang baik dan  luas toko yang nyaman dan bagus untuk gaya hidup yang ada sekarang ini. Untuk kualitas, kami memberikan perhatian ekstra karena ada standarisasi produk yang mendetail. Begitu juga dengan keahlian chef kami dalam menciptakan berbagai variasi produk yang enak, penampilan yang menarik, dan menggunakan bahan baku terpilih, berkualitas dan tanpa bahan pengawet. Karena semua produk kami diciptakan oleh para master chef dan master bakery.

Berapa jumlah outlet di 2013?

Ada 58 toko

Jumlah outlet ?

Ada 66 outlet tersebar di 13 kota di Indonesia.

Target outlet di 2014?

Sekitar 70 – 80 outlet

Jumlah staf?

1.500 orang

Berapa pertumbuhan bisnis tahun 2013 dibandingkan tahun sebelumnya?

Pertumbuhan Breadlife sekitar 60%. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)