Loyalto Segera Masuk Malaysia

Loyalitas pelanggan saat ini semakin tipis. Kualitas produk dan layanan yang beda-beda tipis membuat sebagian besar merek menawarkan keuntungan financial (financial benefit), alias diskon dan sejenisnya untuk merebut hati pelanggan.

Strategi pemasaran tradisional (mass marketing) sudah mulai ditinggalkan. Aktivitas above the line seperti pemasangan iklan media cetak, elektronik, dan media luar ruang seperti billboard, tak lagi menjadi prioritas karena sulit diketahui efektivitasnya.

Kini, perusahaan mulai beralih ke one-to-one marketing. Dengan strategi ini, belanja iklan akan lebih terukur dan dampaknya ke penjualan bisa lebih dioptimalkan. Sebelum menuju ke sana, perusahaan lebih dulu harus memiliki data perilaku konsumennya.

loyalitas-pelanggan

PT Loyalty Program Indonesia menawarkan platform untuk membantu perusahaan mendapatkan data yang diinginkan. Perangkat ini asli buatan anak negeri yang kualitasnya tidak kalah dengan software buatan luar negeri.

Ini terbukti dari banyaknya perusahaan di Indonesia yang telah memanfaatkan platform tersebut. Seperti apa rencana pengembangan bisnis Loyalto, berikut ini petikan wawancara dengan Direktur Utama PT Loyalty Program Indonesia, Ari Stefanus, beberapa waktu lalu:

1. Apa layanan yang ditawarkan?

Awalnya, kami adalah konsultan pemasaran. Kami menawarkan platform kepada perusahaan untuk menjaga loyalitas pelanggan. Ada dua produk, yakni Loyalto dan Pointo. Kami yang mengembangkan software-nya, kemudian klien kami yang memberi nama (white label). Kontrol semuanya ada di klien kami.

Di Indonesia, belum bisa sharing database. Poin koalisi juga kurang bisa berhasil karena ego pemilik dan pendiri. Mereka ingin punya brand sendiri, database di tempat mereka. Kita melihat peluang di sana. Database tetap milik klien dan kami hanya cemplungin program. Kalau data kami yang pegang mereka tidak akan percaya. Klien kami perusahaan besar semua.

2. Keunggulan dari Loyalto dibanding platform sejenis?

Pertama, kami tidak mau bermain di end product karena tidak akan bisa netral. Untuk yang punya end product, kalau mau ikut loyalty program mereka, harus pakai kartu mereka. Di Loyalto, klien kami bebaskan memakai kartu apa saja.

Kedua, kami mengedukasi klien. Loyalty program adalah short term, yakni salah satu cara untuk melakukan data akuisisi. Bagaimana me-retain customer, membuat customer loyal. Tapi, loyalitas customer saat ini sangat tipis. Umumnya, perusahaan memberi financial insentif. Belanja di sini dapat diskon, priviledge, insentif. Masalahnya, semua perusahaan menawarkan insentif serupa.

Ketiga, klien bebas melakukan customize yang cocok dengan bisnisnya. Penambahan fitur baru itu juga tidak pakai lama karena platform itu kami sendiri yang develop. Harganya pun sangat kompetitif karena ini buatan dalam negeri. Saat pitching, terlihat harga kami jauh lebih murah dari yang ditawarkan perusahaan asing.

ari-stefanus Ari Stefanus

3. Data apa saja yang bisa diakuisisi?

Ada tiga jenis data. Pertama, demographic data, nama, gender, dan alamat. Kedua, adalah behavior data. Kita sudah bisa bicara transaksi. Customer ini kalau belanja, di kategori fesyen, berapa daya belinya. Ketiga, attitude dia, brand preference-nya apa kalau datang ke sini.

Loyalty program yang kami tawarkan ke pasar adalah cikal bakal untuk big data analytic. Banyak perusahaan big data yang ada di pasar punya business intelligence tool bagus. Sayangnya, saat mereka presentasi ke klien dan bertanya data mana yang akan dianalisis. Apakah kliennya itu sudah punya data? Data itu bisa diperoleh dengan Loyalto.

4. Apa manfaat loyalty program yang lain?

Dengan Loyalto, klien juga bisa mengelola dengan optimal anggaran pemasaran. Dengan begitu, mereka bisa menghitung: setiap satu % budget marketing yang dialokasikan, berapa dampaknya terhadap pendapatan perusahaan. Itu dampak dari sisi keuangan.

Insentif ada dua jenis, yakni lucky draw dan redeem point. Lucky draw tidak terpangaruh hasil penjualan karena hadiahnya tetap. Kalau bermain di redeem poin, mainnya di persentase. Misalnya, belanja di sini Rp 100 ribu, uang seribu dialokasikan ke customer untuk satu poin yang diperoleh.

Nah, perusahaan langsung bisa mengukur, budget marketing berapa dan bisa dipastikan berapa perputaran uang yang terjadi. Misalnya budget marketing 100 juta bisa hasilkan transaksi Rp 10 miliar. Tapi, anggaran itu tidak harus dikeluarkan di awal.

5. Berapa banyak klien Loyalto sekarang?

Sudah 6 tahun, klien kami sudah ada 25 shopping mal, 20 di Indonesia dan 5 di Myanmar. Kami segera masuk ke Malaysia. Saat ini sedang negosiasi. Yang terbaru adalah Grup Sinar Mas yakni ITC. Sepuluh, trade center-nya kami yang membuat loyalty programnya. Di ritel, klien kami ada Centro dan Parkson, Ranch Market dan Farmers Market. Kemudian, ada Indomaret untuk yang minimarket.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)