Paolo Maggi, Ingin Tetra Pak Dikenal sebagai Penyedia Solusi Pengemasan

Paolo Maggi, Managing Director PT Tetra Pak Indonesia

Sebagai pemimpin Tetra Pak—perusahaan multinasional yang memproduksi dan melayani pengemasan makanan dan minuman dalam karton, Paolo Maggi, Managing Director PT Tetra Pak Indonesia, memiliki cita-cita besar untuk perusahaan ini kev depan, yakni ingin membawa dan mengenalkan Tetra Pak sebagai penyedia solusi lengkap pengemasan dari hulu hingga hilir.

Bagaimana Maggi menyusun strategi untuk mencapai cita-citanya tersebut? Berikut kutipan wawancara SWAOnline dengan  Maggi di kantor pusat Tetra Pak di bilangan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Apa agenda anda untuk Tetra Pak Indonesia tahun 2018?

Untuk pasar indonesia, jika kita lihat dari indikator makro seperti GDP, maka potensi pasarnya sangat fantastis. Jadi ambisi dan visi kami adalah jadiiin indonesia the largest market in the world, misi kami adalah jadi leader di industri ini, yakni bukan hanya produksi kenasan tapi juga menyediakan solusi terpadu bagi klien kami. Jadi kami bukan sekedar produsen kemasan tetapi juga penyedia solusi dalam hal pengemasan dari awal hingga akhir. Kami akan mengerjakannnya melalui inovasi teknologi termutakhir yang kami punya.

Sementara itu, visi misi personal saya untuk Tetra Pak Indonesia adalah all about growth. Ekspansi lagi keberadaan kami di Indonesia, sehingga bisa menjangkau konsumen (klien) lebih luas. Saya juga ingin selalu lebih dini mengaplikasikan teknologi-teknologi terbaru pada produk2 kami yang akan kamj lepas di pasar Indonesia.

Bisakah dielaborasi lebih detail lagi tepatnya apa yang akan dilakukan oleh Anda untuk membawa tim kerja di Indonesia ini mencapai tujuan tersebut?

Saya harus beri tahukan kepada tim untuk tahu bahwa untuk capai tujuan besar dimasa depan itu maka kami harus bekerja dengan cara yang terkini, baru dan berbeda dengan yang sudah dilakukan dimasa lalu (5 tahun yang lalu).

Jadi bukan berarti kami mau mengubah bisnisnya, tapi kami berusaha untuk inovatif sehingga bisa terus kompetitif di global. Jadi jika lanskap bisnis berubah, kebutuhan konsumen berubah, maka kami juga harus mampu berubah untuk mengakomodasi hal-hal tersebut, kami harus bisa prevented dan agile sehingga kamj bisa dengan fleksibel berubah mengikuti perkembangan pasar dan kebutuhan konsumen. Pasar sekarang sangat volatile jadi kami harus bisa menyesuaikan (be able to adjust).

Untuk saat ini SDM dan semua infrastruktur yang dibutuhkan untuk dukung hal itu apakah sudah siap?

Inilah yang kami sebut sebagai transformasi SDM. Jadi kalau transformasi itu disumbangkan dari semua bagian dalam organisasi perusahaan ini akan jauh lebih sukses. Semua bagian harus terlibat dan berkontribusi dalam konteks transformasi. Jadi, semua orang bergerak untuk berubah karena mereka sadar bahwa mereka butuh untuk berubah bukan karena diminta. Begitu juga dengan infrastruktur, juga sudah siap. Jadi, ini hanya soal eksekusi saja, jadi bagaimana kami harus busa berkolaboasi untuk segera mewujudkan cita-cita itu tadi. Sbenarnya semuanya sudah siap, tinggal dieksekusi saja, yaitu bekerja dengan lebih cepat tanggap, lebih mendengarkan apa kebutuhan pelanggan, dan lebih cepat mengaplikasikan teknologi terbaru.

Ada tiga hal yang saya garis bawahi untuk bisa capai cita-cita kami itu. Pertama, be aware, terutama dengan perubahan kebutuhan konsumen. Kedua, harus bisa agile dalam hal menggerakan organisasi bisnis, maksud saya bergerak dan berubah cepat. Ketiga, pastikan seluruh orang dalam organisasi engaged. Kemudian terakhir kolaborasi, tidak hanya didalam organisasi tetapi juga dengan klien dan konsumen.

Bisa digambarkan kebutuhan packaging di Indonesia saat ini seperti apa?

Ada banyak tren dalam industri kemasan makanan dan minuman. Tapi ada satu yang saya lihat masih sangat besar permintaannya di sini, yakni makanan dan minuman kemasan kecil dan kemasan on the go. Sementara itu, kemasan-kemasan besar seperti kemasan jus 1000 ml yang buat stok di rumah, masih kecil permintaannya di Indonesia. Karena di Indonesia, budayanya masih suka memasak dirumah, jadi jarang rumah tangga yang menyetok makanan minuman siap saji dalam jumlah besar. Dan aspek lainnya adalah semakin tumbuhnya permintaan untuk kemasan karton, karena kesadaran akan isu kesehatan dan lingkungan hidup.

Apa tantangan yang masih dihadapi Tetra Pak di industri kemasan di Indonesia ?

Ya memang masih ada tantangan di sini, tapi kami tidak melihatnya semata sebagai tantangan tetapi juga sekaligus sebagai peluang. Di Indonesia ini kan orang masih mengenal kami sebagai produsen kemasan karton untuk jenis minuman seperti susu, jus dan air kelapa, padahal kami bisa mengemas segala jenis minuman, dan kami juga punya beragam teknologi lainnya sebagai satu kesatuan solusi dalam proses pengemasan. Jadi inilah tantangan bagi kami untuk bisa mengudaki pasar bahwa kami bukan hanya produsen kemasan tapi kami adalah penyedia solusi total dalam hal pengemasan. Kami punya sebuah teknologi baru sebagai salah satu solusi pengemasan yakni Hololens yang akan kami pakai di Indonesia.

Apa itu Hololens ?

Jadi bermula dari kejadian sebelumnya, beberapa klien kami produksinya kadang tertunda karena, misalnya, ada kerusakan pada mesin. Padahal dengan menunda produksi bisa menyebabkan kerugian yang besar. Nah, dengan teknologi Hololens, jika ada mesin, misalnya di Indonesia yang rusak, maka tenaga ahli kami yang di ada di Swedia, misalnya, bisa memakai teknologi hololens yang bekerja dengan prinsip Augmented Reality untuk bisa melihat secara langsung bagian yang rusak dan membantu memandu teknisi lokal yang ada di Indonesia untuk memperbaikinya real time.

Saat ini di Indonesia sedang marak UMKM yang memproduksi minuman kemasan. misalnya jus segar tanpa pengawet atau susu kedelai. Apakah Tetra Pak juga akan bisa melayani kebutuhan mereka (skala produksinya masih kecil dibandingkan korporasi besar) ?

Iya kami melihat ini sebagai peluang baru, mereka memang kecil-kecil skala produksinya, tapi pemainnya banyak sehingga kalau digabungkan cukup besar juga volume dan nilainya. Nah kami menyiapkan dua plihan. Pertama, mereka tidak perlu investasi mesin filling-nya, mereka bisa bekerja sama denga perusahaan besar menjadi partner kami, kami menyebutnya co-packing. Nah, jadi nanti co-packer-nya itu akan membantu mereka untuk bisa packing. Lalu cara kedua, misalnya mereka sudah punya pabrik kecil, kami bisa bekerjas sama dan sharing risikonya. Dan, kami tidak hanya memberi layanan pengemasan, tapi juga membantu memberikan pengetahuan seputar makanan dan minuman kemasan, soal karakteristik bahan-bahan alami itu seperti buah dan susu, kami juga berikan pengetahuan seputar branding dan pemasaran.

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)