PendidikanTetap Jadi Bisnis Potensial Inggris

Kedatangan Perdana Menteri Inggris David Cameron beberapa waktu lalu membawa angin segar bagi hubungan bilateral Indonesia dan Inggris. Kurang dari sebulan lalu British Council dan Menteri Pendidikan Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama di London. Hubungan bisnis kedua negara pun semakin erat.

Bicara mengenai hubungan bisnis Inggris dan Indonesia, adalah British Chamber of Commerce in Indonesia (BritCham) yang menjadi penghubung. BritCham merupakan wadah yang menyediakan informasi dan forum bisnis bagi anggotanya. Bisa dikatakan BritCham adalah humas Indonesia bagi ekspatriat maupun pelaku bisnis di beberapa negara.

Saat ini BritCham dipimpin oleh Chris Wren. Ia lahir di Crosby, Liverpool. Oleh karena itu Chris begitu semangat menjadi pemegang lisensi akademi sepakbola Liverpool di Indonesia. Sebelum menjabat sebagai CEO BritCham, pria yang sudah 18 tahun di Indonesia ini merupakan salah satu Honorary Board Member BritCham.

Menurut Chris, kedatangan Cameron ke Indonesia beberapa waktu lalu berpengaruh pada fokus prioritas negara tujuan bisnis. Selain itu kedatangan Cameron mengintensifkan hubungan Indonesia dan Inggris. Jadi orang-orang di Inggris, bahkan dunia semakin banyak yang aware dengan Indonesia. Dari sini bisnis akan mengalir melalaui supply chain, membawa investor asing, atau intelektual baru ke Indonesia. Bisa dikatakan kedatangan Cameron sebagai humas positif buat Indonesia.

Apa saja sektor bisnis dari Inggris yang akan sangat menjanjikan di Indonesia dalam 5 hingga 10 tahun ke depan? "Kalau sekarang bisnis yang tumbuh baik di Indonesia kebanyakan dari minyak dan gas, FMCG, perbankan, dan layanan finansial. Namun untuk jangka panjang ke depan, saya tidak tahu pasti sektor apa," jelasnya. Menurut Chris, hubungan antara Indonesia dan Inggris yang paling potensial justru di bidang pendidikan dan foreign partner. Jadi seperti pertukaran pelajar, beasiswa belajar, ke depan akan semakin banyak.

Yang jelas, ke depan BritCham akan terus mengawal hubungan Indonesia dan Inggris. BritCham itu seperti jembatan bagi para pebisnis asing yang akan bergerak di Indonesia. Misal, ketika mereka akan membangun pabrik atau cabang baru di sini, mereka harus siap dengan kultur Indonesia. Nah, di situlah peran BritCham, memberikan informasi dan strategi agar bisnis mereka berjalan lancar di sini. Jadi ya memang seperti humasnya Indonesia.

"Tiga minggu lalu saya ke Singapura. Ternyata banyak industri di sana yang masih takut ekspansi ke Indonesia. Di situlah kemudian kami berbagi tentang bagaimana memulai ekspansi bisnis di sini. Selain itu kalau misal pemerintah Indonesia butuh masukan dari pelaku bisnis asing, kami dengan senang hati menyuarakan inspirasi kami," tegas Chris.

Banyk kultur Indonesia yang harus diketahui pebisnis asing. Contoh soal kualitas SDM yang terbatas, ketidakpastian hukum, korupsi, peraturan yang berubah-ubah, dan infrastruktur yang belum sempurna. BritCharm juga membantu mereka memahami bahwa memulai bisnis di sini akan memakan waktu cukup lama. Belum lagi ijin dari pemerintah daerah yang tidak konsisten. Maksudnya, kalau pemerintah propinsi sudah menyetujui, belum tentu pemerintah kabupaten mau memberi ijin. Ya hal-hal semacam itu yang harus mereka pahami sehingga tahu harus bagaimana. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)