Pimpinan Harus Very Clear Mengambil Tanggung Jawab

Berbatik lengan panjang biru muda, Ir. Richard Budihadianto S, MM, yang merupakan CEO GMF AeroAsia menyambut ramah SWA Onlinesaat menyambanginya di ruang kantornya yang berada di kawasan Management Bulding GMF lt.3. Ruang ini sejatinya masih berdiri di atas lahan yang disewa dari Garuda. Kelak semuanya akan pindah ke hanggar 4, yang merupakan fasilitas milik GMF secara pribadi selaku perusahaan yang telah lepas dari Garuda.

GMFRichard(utama)

Dengan total luas mencapai 64.000 meterpersegi, hanggar 4 ini merupakan upaya GMF dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus melengkapi tiga hangar yang telah beroperasi sebelumnya. “Hangar 4 ini untuk menjawab kebutuhan pasar perawatan pesawat narrow body, baik untuk kawasan domestik maupun regional,” kata Richard yang mengungkap fasilitas ini sebagai salah satu milestone terpentingnya selama menjabat CEO.

Lantas apa lagi pencapaian-pencapaian lelaki kelahiran, Makasar, 17 Januari 1956 ini di GMF AeroAsia? Ayah dari Arthur Jesimeil Budihadianto, Kevin Jeremy Budihadianto, dan Jovian Budihadianto ini berbagi kisah dan wisdemnya kepada Gustyanita Pratiwi dari SWA Online:

Saat masuk pertama kali diangkat sebagai CEO, apa tantangan terberatnya? Bagaimana kondisi perusahaan waktu itu?

Memang kinerja GMF dalam menunjang Garuda pada saat itu kurang memuaskan. Sehingga terjadi pergantian tentunya. Kalau bagus kan tidak usah diganti? Jadi hal yang paling besar yang saya lihat adalah rupanya komunikasi antara manajemen dan serikat atau karyawan itu tidak baik. Pada saat saya masuk, tahun itu serikat sedang melakukan aksi protes. Jadi, mereka menggunakan pita hitam di tangan. Setelah saya gali ternyata tuntutannya tentu saja kesejahteraan dan kejelasan karier. Mau kemana GMF ini? Itu pertanyaan mereka saat itu. Karena sangat tidak baik dilihat customer. Kok pada pakai pita hitam? Walaupun tidak mogok, tapi it’s kind of protest dan itu slow down. Ada ketidakharmonisan yang saya lihat antara manajemen dan karyawan. Itu saja yang saya tangkap dari suasana waktu itu.

Lalu apa solusi yang Anda tawarkan?

Begitu diangkat, tidak lama kemudian saya panggil kepala serikatnya. Kami bicara dari hati ke hati. Sama-sama menyampaikan pandangan, pendapat, dan keinginan. Mereka menyampaikan tuntutannya. Saya juga menyampaikan pandangan selaku orang yang ditugaskan pemegang saham untuk membangun GMF.

Terkait pilar kepemimpinan pathfinding, apa terobosan Anda pasca spin off?

Halaman Selanjutnya
Waktu di-spin off kan 2002....
Pages: 1 2 3 4

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)