Presdir Kimia Farma: “Kami Aktif Meminta Feedback dan Mencari Insight Konsumen”

Nama Kimia Farma, tentunya sudah begitu melekat di telinga masyarakat Indonesia sebagai sebuah merek apotek. Seiring bermunculannya merek apotek baru, Kimia Farma tetap leading. Merek Kimia Farma Apotek tetap melekat kuat di benak masyarakat Indonesia, dengan pangsa pasar 32%.

Lantas, seperti apa upaya yang dilakukan pengelola merek agar Kimia Farma Apotek tetap leading dan menjadi pilihan? Berikut petikan wawancara Wartawan SWA Rizky C. Septania dengan Imam Fathorrahman, Presdir PT Kimia Farma Apotek.

Bagaimana awal mula merek Kimia Farma terbentuk?

Kami sudah berdiri sejak tahun 1817 dan menjadi perusahaan yang dinasionalisasi oleh Indonesia pada 1971. Asalnya kan dari beberapa perusahaan yang dimerger menjadi satu, tentu saja ini keuntungan bagi Kimia Farma karena dedikasinya tinggi di bisnis apotek. Kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh Kimia Farma untuk melakukan improvement, consumer value. Itu yang menjadi komitmen kami sehingga Kimia Farma tetap menjadi pilihan, dan secara bisnis kami tetap menjadi market leader dengan market share 32%.

Imam Fatrurrahman, Direktur Utama Kimia Farma Apotek Imam Fatrurrahman, Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek (Persero) Tbk

Dalam membangun merek, apa wisdom dan budaya perusahaan?

Kami menjadi perusahaan jaringan kesehatan yang terkemuka dan memberikan solusi tentang kesehatan di Indonesia. Budaya perusahaan seperti inovasi, mengutamakan konsumen, profesionalitas, responsible dan eco-friendly, menjadi pembeda sekaligus kekuatan kami, yaitu menjaga kualitas mutu baik produk yang jadi produk layanan maupun produk layanan itu sendiri. Jadi kami tidak pernah men-deliver pelayanan yang sifatnya asal. Kami selalu berdasarkan saintifik, proses bisnis, kemudian pengalaman selama bertahun-tahun menjadi kekuatan yang secara konsisten kami pertahankan.

Sebagai merek asli Indonesia, bagaimana Kimia Farma bersaing secara global?

Komitmen untuk masa depan kami adalah bersaing secara global. Namun tidak dimungkiri bahwa pasar nasional tetap menjadi komitmen, karena sebagai produk lokal, tim kami sangat paham tentang budaya lokal di samping kami memiliki standar korporat yang tidak bisa dilanggar. Toh budaya lokal tetap kami perhatikan sebagai pendekatan, sebagai bekal untuk cultural approach. Pengalaman sukses kami tidak menutup beberapa oportunitas untuk mengembangkan bisnis kami di ranah global seperti Malaysia dan Arab Saudi dalam waktu dekat, karena kami datang ke sana dengan success story yang kami miliki. Kami juga menggaet mitra lokal yang ada di sana untuk menciptakan misi yang sama dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dengan memberikan pelayanan profesional yang berkualitas.

Sejak kapan memperluas pasar?

Kami masuk Malaysia sudah lebih dari tiga tahun lalu. Sementara ke Arab Saudi mulai masuk di tahun ini, karena yang penting ketika mengembangkan pasar di luar Indonesia, tujuannya mengembangkan bisnis kami dengan misi yang sama. Jika tidak mendapatkan misi yang sama, akan sulit. Di Arab Saudi nanti, kami akan menemukan mitra bisnis yang punya misi sama. Dan, jika melihat kebutuhan konsumen di sana, seperti jemaah umrah dan haji, masih membutuhkan layanan berbasis gaya Indonesia.

Gerai di Malaysia saat ini tidak terlalu berkembang, karena kami belum dapat mitra bisnis yang sama. Tetapi di Arab Saudi nanti, kami akan meng-create 30 gerai. Targetnya selesai di tahun 2017 secara bertahap.

Mengapa memilih Malaysia dan Arab Saudi sebagai tujuan bisnis?

Pertimbangan pilih Malaysia dan Arab Saudi adalah jumlah masyarakat Indonesia ke Arab Saudi seperti pasien umrah dan haji Indonesia cukup jadi bahan pertimbangan. Selain itu, di Arab Saudi, Indonesia dipilih jadi negara yang memiliki cara bisnis yang sama, walaupun dari sisi pengalaman banyak di Indonesia. Selain itu, pengalaman sukses selama 200 tahun menjadi tantangan tersendiri kami untuk lebih melebarkan sayap.

Dalam mengembangkan bisnis, apa tantangannya?

Communication sklill tenaga kerja kami di sana. Tetapi hal lain seperti konsen bisnis, itu lebih maju dari mereka, sehingga bisa di-provide dari sana.

Saat ini mulai banyak muncul pesaing, baik dari dalam maupun luar negeri. Bagaimana cara Kimia Farma menghadapi pesaing?

Kami tetap menjaga untuk bisa memenuhi esensi produk healthcare. Kualitas dan peran profesional dari pharmacist tetap jadi driver untuk pelayanan lain. Kami selalu hadir di tengah mereka dan menjadikan konsumen kami sebagai bagian dari Kimia Farma. Tentunya tidak dengan itu saja, yang penting akses baik di pelayanan maupun penjualan produk secara online. Kami sedang persiapkan layanan tersebut cepat diakses. Jadi tidak hanya layanan geografis, tetapi menjadi layanan tanpa batas dan bisa mendekatkan pelanggan kami secara langsung. Nantinya kami akan membuat networking services yang andal dengan membangun sistem informasi yang sesuai dengan platform yang baru kami bangun. Kami sedang membangun ekosistem healthcare yang baru. Sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Salain itu, apoteker kami juga aktif dalam kesehatan masyarakat dan hadir di sana langsung. Untuk garansi pelayanan, ada garansi waktu. Untuk racikan garansinya 30 menit, dan nonracikan 15 menit.

Jadi bisa disimpulkan kekuatan Kimia Farma adalah setiap kegiatan diawasi oleh apoteker, dan ada garansi waktu pelayanan.

Apa tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan merek menjadi yang nomor satu?

Apotek Kimia Farma Apotek Kimia Farma

Tidak mudahnya adalah era di mana informasi ini tanpa batas. Saat ini produksi sesuatu, besoknya sudah beda. Jadi kami harus jeli, platform kesehatan seperti apa yang provide untuk pelanggan. Karena itu, kami aktif meminta feedback. Memang saat ini, kebutuhannya berubah-ubah, harus lebih aktif lagi dan dinamis mencari insight konsumen.

Bagaimana tren konsumer Kimia Farma?

Sejauh ini, memang orang datang ke apotek untuk berobat. Namun saat ini banyak masyarakat yang lebih aware dengan mengonsumsi produk pencegahan untuk menciptakan kualitas hidup lebih baik. Jadi lebih ke mengupayakan produk gaya hidup lebih baik, sejalan dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat.

Apa kunci sukses Kimia Farma dalam mempertahankan merek?

Pertama, menjaga kualitas dan mutu kami, serta tidak pernah merasa puas dengan apa yang diberikan ke konsumen. Jadi, dengan begitu kami tetap memberikan yang terbaik pada konsumen. Kedua, kami selalu mengikuti tren perilaku konsumen, sehingga dapat memberikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kalau dari segi bisnis, kami selalu melakukan improvement selangkah lebih maju dari kompetitor.

Bagaimana kinerja Kimia Farma tahun ini?

Saat ini, kami mengalami pertumbuhan, dan tetap menjadi market leader. Tahun depan, kami menargetkan akan bertumbuh sekitar 30%.

Target ke depan Kimia Farma?

Kami berharap menjadi apotek yang menyediakan dan meng-cover semua layanan kesehatan masyarakat. Kami masuk ke layanan healthcare sejak lima tahun lalu dan responsnya luar biasa. Tahun ini bahkan kami mulai merambah ke klinik kecantikan.

Reportase: Rizky C. Septania

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!